Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alibaba.com. Foto: lnkedIn

Alibaba.com. Foto: lnkedIn

Alibaba Diprotes Lembaga-lembaga Konsumen Eropa

SN, Minggu, 19 Mei 2019 | 18:32 WIB

PARIS – Raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba diprotes sejumlah lembaga perlindungan konsumen di Eropa. Tak kurang dari enam asosiasi perlindungan hak-hak konsumen pada Jumat (17/5) meminta pemerintah masing-masing untuk menyelidiki praktik-prakti ilegal yang dijalankan perusahaanperusahaan yang memakai situs AliExpress.

Para konsumen di Eropa saat ini mendapatkan hak pengembalian barang dalam waktu dua pekan sejak dibeli. Juga mendapatkan informasi garansi sekitar dua tahun. Namun aturan tersebut pada praktiknya tidak diterapkan oleh para penjual pihak ketiga.

Lembaga perlindungan konsumen di Belgia, Prancis, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Spanyol meminta regulator masing-masing untuk menyelidik praktik-praktik yang dijalankan di AliExpress, yang sebagian besar menampung penjual asal Tiongkok.

“Jika Alibaba ingin berdagang di pasar Eropa, berarti harus menghormati aturan-aturan yang berlaku di sini. Hal ini tidak dapat dinegosiasikan,” ujar Sandra Molenaar, ketua asosiasi konsumen Belanda Consumentenbond.

Asosiasi ini juga menyebut syarat dan ketentuan di AliExpress yang memaksa konsumen untuk mengadukannya ke arbitrase di Hong Kong, bilamana terjadi sengketa. Sedangkan hukum di Uni Eropa (UE) memberi mereka hak untuk mengadukannya ke pengadilan di negara masing-masing.

Sementara lembaga perlindungan konsumen Prancis UFC-Que Choisir menyatakan, para kliennya tidak mendapatkan panduan berbahasa Prancis. Kantor antipemalsuan Prancis DGCCRF menyatakan akan memproses keluhan seperti ini, tak terkecuali yang dilakukan AliExpress.

“Kami akan menanggapi keluhan yang sudah kami terima dan kami siap membahasnya dengan Komisi Eropa dan lembaga-lembaga terkait,” kata DGCCRF, kepada AFP.

Sehari sebelumnya, pendiri Alibaba Jack Ma berbicara di sebuah konferensi teknologi di Paris, Prancis. Ia mengatakan, Eropa harus berbuat lebih banyak untuk membenahi persoalan-persoalan yang ada, daripada membuat aturan dan undang-undang baru.

“Jika revolusi teknologi yang dianggap sebagai masalah, saya harus katakan bahwa ini sudah mulai berjalan. Jika melihatnya sebagai peluang, baru saja berjalan. Satu hal yang harus berubah adalah mentalitas,” tutur Ma. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA