Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kubu Remain Ingin Hindari Brexit. Foto ilustrasi: Investor Daily / AFP PHOTO / BEN STANSALL

Kubu Remain Ingin Hindari Brexit. Foto ilustrasi: Investor Daily / AFP PHOTO / BEN STANSALL

BOE: Risiko Brexit Tanpa Kesepakatan Meningkat

PYA, Jumat, 21 Juni 2019 | 08:20 WIB

LONDON – Bank of England (BoE) menyampaikan prospek kehancuran Inggris bila keluar dari blok Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan. Prospek tersebut disebutkan telah meningkat sejak bulan lalu. Oleh karena itu, bank sentral Inggris memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada Kamis (20/6).

“Di dalam negeri, dugaan kemungkinan terjadi Brexit tanpa kesepakatan telah meningkat sejak Mei. Sejak pertemuan Komite sebelumnya, risiko penurunan tingkat pertumbuhan telah meningkat. Sementara secara global, ketegangan perdagangan meningkat,” ujar BoE dalam pernyataan setelah Komite Kebijakan Moneter (MPC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman 0,75%.

Ditambahkan, Gubernur BoE Mark Carney akan mengundurkan diri pada 31 Januari tahun depan, setelah memperpanjang masa jabatannya dua kali karena ketidakpastian Brexit.

“Seperti yang diharapkan, data Inggris baru-baru ini telah bergejolak, sebagian besar karena dampak terkait Brexit di pasar finansial dan bisnis,” demikian tambahan dari BoE.

Bank sentral Inggris menurunkan laju perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris Kuartal II dari 0,2% menjadi nol, pada Kamis.

“Prospek ekonomi Inggris akan terus bergantung secara signifikan pada sifat dasar dan waktu penarikan Uni Eropa,” demikian kata BoE. Inggris yang dijadwalkan meninggalkan blok UE pada 31 Oktober, akan kehilangan akses ke pasar utama yang tercakup oleh perjanjian dagang UE.

Pasalnya jika terjadi Brexit tanpa kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa, maka Inggris akan secara otomatis berstatus negara ketiga dengan UE, dan dengan hubungan perdagangan yang dijalankan berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

MPC pada Kamis, menambahkan prospek kenaikan suku bunga Inggris di masa depan juga telah menurun akibat Brexit.

“Meningkatnya ketidakpastian Brexit telah memberikan tekanan tambahan pada tingkat suku bunga Inggris ke depan dan menyebabkan penurunan nilai tukar mata uang poundsterling,” katanya MPC dalam pernyataan.

Sementara para analis memperkirakan tidak ada kenaikan tingkat suku bunga Inggris dalam waktu dekat, karena jatuhnya laju inflasi tahunan Inggris, dan dilatari oleh pernyataan dovish dari The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam beberapa hari terakhir, mengenai pandangan mereka untuk biaya pinjaman AS dan zona euro. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA