Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Eropa. Foto ilustrasi: AFP

Bursa Eropa. Foto ilustrasi: AFP

Bursa Saham Eropa Dibuka Rebound

Listyorini, Selasa, 24 Maret 2020 | 15:50 WIB

JAKARTA, Investor.id – Bursa saham Eropa pada pembukaan perdagangan Selasa (24/3/2020) menguat (rebound) yang dipicu oleh optimisme bakal mengalirnya likuiditas di pasar. Optimisme itu didorong oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnchin yang menegaskan bahwa kesepakatan paket stimulus fiskal sebesar US$ 2 triliun sudah sangat dekat.

Indeks bursa Eropa rata-rata menguat. DAX naik 6,09%, FTSE naik 2,8% dan indeks CAC naik 4,43%. Pelaku pasar sangat berharap paket stimulus tersebut dapat mencairkan likuiditas yang beberapa pekan ini beku akibat kepanikan investor terhadap ancaman resesi sebagai dampak pendemi virus corona (COVID-19).

Seperti diberitakan Investor Daily, semalam paket stimulus tersebut gagal mendapat persetujuan Parlemen AS. "Masih ada masalah terbuka. Namun, sebelum tengah malam. Saya sangat berharap bahwa ini bisa diselesaikan,” kata Mnchin. Pernyataan tersebut membuat indeks Dow Future naik 4,08% menjadi 19.260.

Paket stimulus yang diajukan Steven Mnuchin senilai US$ 2 triliun. Dengan rincian US$ 500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$ 500 miliar sisanya untuk usaha kecil. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak yang akan diberikan pemerintah AS sebesar US$ 300 miliar. Kalau dihitung, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu.

Sebelumnya, Bank Sentral AS (The Fed) sudah meluncurkan stimulus besar-besaran. Salah satu langkah yang diambil oleh Fed adalah program pembelian aset dalam jumlah yang dibutuhkan, yakni pembelian Treasury dan mortgage back securities (MBS), dalam jumlah yang tak terbatas.

Langkah ini mewakili babak baru dalam "pencetakan uang" The Fed. "Tindakan Fed merupakan bantuan besar. Satu-satunya cara pasar akan menemukan peningkatan berkelanjutan adalah ketika ekonomi dibiarkan hidup kembali,” dkataata Paul Hickey dari Bespoke Investment Group, seperti dikutip CNBC.com.
 

BAGIKAN