Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman barat, pada 12 Maret 2020. ( Foto: Daniel Roland / AFP  )

Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman barat, pada 12 Maret 2020. ( Foto: Daniel Roland / AFP )

ECB Meluncurkan Proyek Percontohan Euro Digital

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:25 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

FRANKFURT, investor.id - Bank Sentral Eropa (ECB) pada Rabu (14/7) secara resmi meluncurkan proyek percontohan untuk mewujudkan euro digital. Proyek tersebut menjadi respons resmi atas semakin populernya pembayaran elektronik dan kemunculan mata uang kripto (cryptocurrency).

"Tugas kami adalah memastikan bahwa di era digital, warga dan perusahaan terus memiliki akses ke bentuk uang teraman, uang bank sentral," kata Presiden ECB Christine Lagarde dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/7).

Ia mengatakan, fase investigasi awal akan berlangsung selama dua tahun. Proyek tersebut akan fokus pada desain dan opsi distribusi euro digital, sebelum mengambil keputusan akhir apakah pekerjaan akan dilanjutkan atau tidak.

Langkah ini dilakukan ketika para pembuat kebijakan di seluruh dunia mengeksplorasi apa yang disebut mata uang digital bank sentral (CBDC) sebagai alternatif yang stabil dan bebas risiko untuk aset kripto. Misalnya bitcoin dan mata uang diem (sebelumnya dikenal dengan nama Libra) yang direncanakan perusahaan layanan jejaring sosial Facebook.

Bank sentral juga menanggapi peningkatan permintaan untuk opsi pembayaran digital karena penggunaan uang tunai terus menurun. Tren tersebut dipicu oleh pandemi dan keinginan untuk menghindari kontak langsung antar individu.

Di tempat lain, Bank sentral Tiongkok (PBoC) sudah menguji coba renminbi digital di beberapa kota. Sementara Bank sentral Inggris (BoE) telah meluncurkan gugus tugas untuk melihat kemungkinan mata uang digital yang dinamakan britcoin.

The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) dan Bank sentral Jepang (BoJ) juga tengah mempelajari mata uang digital.

ECB sebelumnya telah mengisyaratkan perlu waktu sekitar lima tahun untuk menghidupkan e-euro, yang berarti peluncuran diperkirakan tidak dilakukan sebelum 2026.

Bank sentral berbasis di Frankfurt, Jerman tersebut juga menekankan bahwa setiap euro digital masa depan akan melengkapi uang tunai. "Bukan menggantikannya," tandas ECB.

Euro digital akan menjadi versi elektronik dari koin euro dan uang kertas yang disimpan di dompet digital. Ini akan berpotensi memungkinkan warga zona euro untuk pertama kalinya memiliki akun langsung dengan ECB.

Tantangan utama adalah untuk menyeimbangkan tuntutan privasi dengan peraturan anti pencucian uang. Salah satu tantangannya, para ahli mengatakan, tidak mungkin euro digital dapat menawarkan jenis anonimitas yang sama seperti uang tunai.

"Euro digital harus dapat memenuhi kebutuhan Eropa. Sementara pada saat yang sama membantu mencegah kegiatan terlarang dan menghindari dampak yang tidak diinginkan pada stabilitas keuangan dan kebijakan moneter," kata ECB dalam pernyataannya.

Pembatasan

Untuk menghindari mengambil bisnis dari bank komersial, anggota dewan eksekutif ECB Fabio Panetta baru-baru ini mengatakan bank sentral mungkin akan membatasi jumlah e-euro yang dapat disimpan individu di dompet digital mereka sekitar 3.000 euro (setara US$ 3.500).

Euro digital, kerap dijuluki e-euro, akan menjadi versi elektronik dari uang kertas dan koin euro. Ini akan untuk pertama kalinya memungkinkan individu (dan perusahaan) untuk memiliki simpanan langsung dengan ECB.

Mata uang digital tersebut bisa lebih aman daripada dengan bank komersial, yang bisa bangkrut, atau daripada memegang uang tunai yang bisa dicuri atau hilang.

ECB telah berjanji bahwa euro digital apa pun di masa depan akan menjadi cara yang cepat, mudah, dan aman untuk melakukan pembayaran. Layanan ini akan gratis dan pembayaran dapat dilakukan dengan kartu atau ponsel pintar.

Ini akan memungkinkan ECB bersaing dengan perusahaan kartu asing seperti Visa dan Mastercard, atau layanan pembayaran digital seperti PayPal, sektor di mana tidak ada pemain kuat Eropa yang muncul.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN