Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera Jerman. AFP/JOHN MACDOUGALL

Bendera Jerman. AFP/JOHN MACDOUGALL

Ekonom Minta Jerman Relaksasi Kebijakan Anggaran

Iwan Subarkah Nurdiawan, Jumat, 8 November 2019 | 06:02 WIB

BERLIN, investor.id – Dewan para ekonom pakar Jerman, yang dikenal sebagai kelompok Wise Men, menyarankan pemerintah untuk melonggarkan kebijakan anggaran, yang selama ini tegas tidak mau membuka utang baru. Langkah tersebut perlu diambil, kata Wise Men, karena negara dihadapkan pada ancaman resesi besar.

“Dalam masa-masa penurunan tajam seperti ini, kukuh pada apa yang disebut target nol tebal dapat menghalangi dampak-dampak dari penstabil otomatis, yang bergulir manakala perekonomian melambat,” kata dewan tersebut, dalam laporan setebal lebih dari 500 halaman pada Rabu (6/11).

Namun begitu, mereka juga mengatakan bahwa Jerman belum berada dalam situasi yang mengharuskan relaksasi kebijakan tersebut.

Para ekonom tersebut berpendapat, terlalu berpegang pada kebijakan anggaran tersebut dalam masa krisis akan membuat para politikus tidak dapat mengizinkan penerimaan pajak turun. Sekalipun belanja naik, seperti akibat kenaikan tunjangan pengangguran.

Ada dua aturan yang selama ini menjadi fondasi disiplin anggaran di Jerman. Yang dalam beberapa bulan terakhir dikritik karena kondisi ekonomi negara kurang bagus.

Jeda utang yang tertulis dalam konstitusi pada masa krisis finansial, melarang pemerintah mengambil utang lebih dari 0,35% produk domestik bruto (PDB) dalam setahun.

Sementara kebijakan anggaran pemerintah di masa pemerintahan Kanselir Angela Merkel sudah sejak 2014 menetapkan tidak ada utang baru sama sekali.

Para ekonom pakar itu juga mengatakan, jeda utang memang penting bagi pasar dan para mitra Jerman di Eropa. “Tapi juga tidak menutup pintu untuk mengambil utang baru dan juga membuka opsi-opsi untuk meningkatkan investasi publik,” tambah mereka.

Mitra-mitra Jerman di Eropa, organisasi-organisasi internasional, dan Bank Sentral Eropa (ECB) sudah berbulan-bulan mendesak Jerman mengurangi surplus anggaran dan menambah investasi.

Sementara proyeksi yang ada sekarang memperkirakan ekonomi Jerman tumbuh 0,5% tahun ini dan 0,9% pada 2020.

“Negara-negara dengan surplus anggaran kronis seperti Belanda dan Jerman harus meningkatkan belanja untuk mengatasi ketimpangan di zona euro,” kata bos baru ECB Christine Lagarde, pekan lalu. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA