Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde. ( Foto: Daniel ROLAND / AFP )

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde. ( Foto: Daniel ROLAND / AFP )

Ekonomi Zona Euro Tahun Ini Pulih

Kamis, 14 Januari 2021 | 07:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FRANKFURT AM MAIN, investor.id – Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan tetap yakin dengan prospek pemulihan ekonomi zona euro pada 2021. Meskipun dihadapkan pada karantina baru terkait varian anyar virus corona Covid-19 dan program vaksinasinya.

Kendati banyak dari 19 negara anggota kawasan euro yang mengalami karantina, Lagarde tetap memprediksikan pemulihan asalkan pembatasan itu dapat dicabut mulai kuartal II. Sehingga blok Uni Eropa (UE) ini dapat mengatasi awal program vaksinasi yang sudah melelahkan.

“Perkiraan ECB tetap sangat masuk akal. Saya pikir proyeksi terakhir kami pada Desember masih sangat masuk akal,” ujar Lagarde dalam konferensi daring Reuters Next, yang dikutip AFP pada Rabu (13/1).

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak punya alasan untuk percaya bahwa perkiraannya salah untuk saat ini. Pada Desember tahun lalu, ECB memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kawasan mata uang tunggal itu mencapai 3,9% pada 2021, setelah diperkirakan terjadi penurunan 7,3% pada 2020.

Menurut laporan, kebangkitan kasus Covid-19 telah menyebabkan beberapa negara zona euro memberlakukan pembatasan yang lebih ketat terkait penularan virus korona, yang menurunkan ekspektasi ekonomi pada awal tahun. Sementara peluncuran vaksinasi, yang digambarkan Lagarde sebagai hal melelahkan, telah menuai kritik.

“Namun, perkiraan ECB tersebut didasarkan pada langkah-langkah karantina hingga akhir kuartal pertama,” kata Lagarde.

Ia sekaligus mengingatkan bahwa ini bakal menjadi perhatian jika negara-negaa anggota perlu memperpanjang karantinanya setelah akhir Maret tahun ini.

Di samping itu, Lagarde mengatakan beberapa ketidakpastian telah hilang. Hal ini termasuk tercapainya kesepakatan perdagangan pasca-Brexit, dan hasil akhir dari pelaksanaan pemilihan Senat di negara bagian Georgia, Amerika Serikat (AS) – yang dapat memberi Joe Biden stabilitas legislatif yang lebih banyak sebagai presiden.

“Dari dasar itu kami memmulai dengan dasar yang lebih positif,” tutur dia.

Lagarde juga menyambut baik perjanjian yang dicapai oleh seluruh Uni Eropa tentang dana pemulihan virus corona sebesar 750 miliar euro (US$ 913 miliar). Dia pun menegaskan kembali permohonan kebijakan fiskal guna mendukung upaya moneter.

“Stimulus perlu dilanjutkan dan ditargetkan dengan tepat pada langkah-langkah yang paling kondusif bagi pertumbuhan,” kata Lagarde, yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan Prancis dan direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF).

Dalam pertemuan kebijakan moneter terakhir pada Desember, ECB meningkatkan program pembelian obligasi darurat pandemi menjadi 1,85 triliun euro dan memperpanjangnya hingga Maret 2022. Menurut jadwal, anggota dewan gubernur ECB kembali bertemu pada pekan depan untuk membahas langkah kebijakan moneter di masa depan.

Sangat Perhatian

Di sisi lain, kenaikan terus-menerus nilai tukar mata uang euro terhadap dolar AS juga berisiko menghambat pertumbuhan dan inflasi. Lagarde sendiri berhati-hati, meskipun ada pergerakan besar di sekitar pergantian tahun.

“Kami sangat memperhatikan, kami akan terus sangat memperhatikan dampak pada harga nilai tukar,” katanya, menambahkan bahwa ECB tidak menargetkan tingkat nilai tukar tertentu.

Sementara itu, para ekonom sektor swasta telah memangkas proyeksi pertumbuhannya. Bank of America kini memprediksi ekspansi 2,9% persentase poin penuh di bawah perkiraan sebelumnya.

Untuk mendukung zona euro, ECB pun sudah memperpanjang kebijakan sangat longgar sampai 2022. Tetapi karena biaya pinjaman yang berada di level terendah dan jauh ke wilayah negatif di beberapa negara zona euro, daya stimulus yang tersisa menjadi terbatas.

Lagarde mengatakan ECB dapat memperluas program stimulus pembelian obligasi lagi jika diperlukan. Namun, tampaknya ECB perlu menahan diri dari menggunakan seluruh anggaran 1,850 triliun euro ($ 2,25 triliun) yang telah dialokasikan untuk pembelian jika krisis berlalu.

“Kalau anggaran yang sudah kita sepakati berlebihan dan tidak membutuhkan seluruh anggaran, ya sudahlah. Kami akan membeli secara memadai untuk tetap berpegang pada tujuan kami yaitu kondisi pembiayaan yang menguntungkan. Jika diperlukan lebih banyak, kami akan mengkalibrasi ulang,” demikian penjelasan Lagarde.

Dia juga menolak seruan agar ECB mempublikasikan target inflasi barunya sebelum tinjauan kebijakan menyeluruh selesai sepenuhnya. Lagarde beralasan ada kelompok sangat besar dalam Dewan Pengurus yang tertarik pada satu paket. Sedangkan hasil tinjauan ECB keseluruhan diprediksi dirilis sekitar pertengahan tahun.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN