Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 17 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol bertuliskan Vaccine Covid-19 (Vaksin Covid-19). ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Foto yang diambil pada 17 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol bertuliskan Vaccine Covid-19 (Vaksin Covid-19). ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Dosis yang Terpakai Sudah Tembus 200 Juta

G-7 Tambah Pendanaan Vaksinasi Covid

Senin, 22 Februari 2021 | 06:19 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Kelompok tujuh negara kaya dunia atau G-7 berjanji untuk menggandakan pendanaan bagi program vaksinasi Covid-19 dunia. Pada saat jumlah dosis vaksin yang sudah diberikan di seluruh dunia tembus 200 juta pada Sabtu (20/2).

Sebanyak 45% injeksi vaksin tersebut berlangsung di negara-negara G-7. Sedangkan kelompok ini hanya mencakup 10% populasi dunia. G-7 menyatakan, dana bantuannya akan mengalir ke proyek seperti koalisi vaksin Covax yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sekarang sudah mencapai US$ 7,5 miliar.

Janji dari Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Jepang, dan Kanada itu keluar pada saat Inggris, selaku anggota tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memimpin penyusunan draf resolusi agar negara-negara kaya berbagi stok vaksinnya dengan negara-negara miskin dan yang sedang dilanda konflik.

“Kita membutuhkan solidaritas, kesetaraan, dan keampuhan, sehingga mengundang donasi dosis vaksin dari negara-negara maju ke negara-negara berpendapatan menengah dan rendah serta negara-negara lain yang membutuhkan,” bunyi draf resolusi tersebut, yang dikutip AFP.

Sementara itu, Rusia tetap melanjutkan program vaksinasi buatan sendiri. Rusia menyatakan bahwa 120.000 dosis vaksin ketiga yang mendapatkan persetujuan penggunaan, yakni CoviVac, akan diberikan mulai Maret 2021. Dua vaksinnya yang dipakai di Rusia adalah Sputnik V dan EpiVacCorona.

Vaksin ketiga yang masih dalam tahap uji klinis tahap akhir itu dibuat oleh perusahaan negara Chumakov Centre yang berbasis di Moskow. Vaksin ini menggunakan metode yang berbeda dari vaksin Sputnik dan EpiVacCorona. Yakni menggunakan vaksin yang dimatikan.

“Hari ini Rusia menjadi satu-satunya negara yang sudah menggunakan tiga vaksin untuk pencegahan infeksi Covid,” ujar Perdana Menteri (PM) Rusia Mikhail Mishustin.

Sementara itu, Selandia Baru akhir pekan lalu mulai menjalankan vaksinasi Covid untuk kelompok warga berisiko tinggi dan warga yang baru pulang dari luar negeri. Juga untuk para tenaga kesehatan dan perbatasan. Sedangkan Australia akan memulai program ini pada Senin (22/2). 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN