Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanselir Jerman Angela Merkel. ( Foto: ODD ANDERSEN / POOL / AFP )

Kanselir Jerman Angela Merkel. ( Foto: ODD ANDERSEN / POOL / AFP )

Jerman Tambah Utang Baru US$ 214,4 Miliar

Sabtu, 28 November 2020 | 07:24 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FRANKFURT AM MAIN – Rancangan anggaran pemerintah menyepakati bahwa Jerman akan menambah utang baru senilai 180 miliar euro atau setara US$ 214,4 miliar pada 2021. Utang tersebut akan digunakan untuk mengatasi ekonomi negara yang jatuh akibat pandemi virus corona Covid-19. Padahal Jerman adalah negara yang sangat menjaga ketat keseimbangan anggaran.

Keputusan yang diambil pada Jumat (27/11) menandai perubahan penting dalam sikap negara dalam hal meminjam. Ini mengingat Jerman telah mengubah konstitusinya pada 2009 untuk mengendalikan pengeluaran melalui berhenti berutang. Di samping itu Parlemen Jerman akan berkumpul kembali mulai 7 Desember untuk menyetujui anggaran.

Menurut dokumen final, setelah 17 jam berdikusi, komite keuangan parlemen menyetujui total utang baru sebanyak 179,8 miluar euro untuk tahun depan. Dengan persetujuan itu, Jerman mematahkan aturannya untuk berhenti berutang.

Tercatat, belanja publik yang digelontorkan saat ini telah mencapai hampir 500 miliar euro karena pemerintah terus membantu perekonomian Jerman agar dapat melalui krisis kesehatan.

Tambahan utang di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa itu melebihi 84 miliar dibandingkan perkiraan kementerian keuangan pada September, sebelum kedatangan gelombang kedua Covid-19 yang merusak.

Tahun ini, Jerman akan meminjam sebesar 218 miliar euro, setelah pemerintah menjanjikan bantuan lebih dari satu triliun euro untuk melindungi pekerja dan perusahaan Jerman yang dampak virus corona.

“Utang baru diperlukan untuk membuat negara kita aman melalui pandemi yang muncul sekali dalam satu abad,” ujar Juru bicara partai CDU di komite anggaran, Eckhardt Rehberg, seperti dikutip AFP.

Pemerintah pun memperkirakan dapat kembali ke pinjaman baru nol-bersih pada 2022, dengan harapan pada saat itu perekonomian telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Jerman memprediksi bahwa ekonominya tahun ini kontraksi 5,5%, sebelum ditargetka rebound 4,4% pada tahun depan.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru untuk mencegah penularan Covid-19 pada November, yakni termasuk membatasi pertemuan pribadi serta penutupan restoran, bar, fasilitas rekreasi dan budaya.

Bahkan otoritas Jerman bakal memperpanjang aturan pembatasan yang berlaku saat ini hingga awal Januari 2021, kecuali terjadi penurunan dramatis dalam angka kasus infeksi. Namun, catatan Jumat menunjukkan jumlah kasus infeksi Covid-19 telah melewati angka satu juta, sejak pandemi dimulai.

Pemerintah telah menjanjikan paket bantuan senilai 10 miliar euro untuk membantu sektor-sektor yang secara khusus terkena langkah pembatasan November, yang dijuluki oleh kalangan media ibarat “mematikan cahaya”.

Pihak berwenang Jerman menyatakan akan memperpanjang masa bantuan darurat selama sebulan untuk membantu para pelaku usaha yang paling terpengaruh oleh pembatasan. Dampak pandemi juga telah memaksa pemerintahan Merkel untuk sementara waktu meninggalkan dogma keseimbangan anggaran ketat yang bertahan selama bertahun-tahun.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN