Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anak dan Internet

Anak dan Internet

Jerman Tutup Platform Pornografi Anak Beranggota 400 Ribu Pengguna

Senin, 3 Mei 2021 | 16:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BERLIN, investor.id – Kepolisian Jerman mengatakan telah menutup salah satu platform pornografi anak darknet terbesar di dunia, sekaligus menangkap empat anggotanya dalam serangkaian penggerebekan yang digelar pertengahan April.

Pernyataan polisi federal menyebutkan bahwa platform bernama “Boystown” itu sudah ada sejak 2019, dan memiliki lebih dari 400.000 anggota. Platform ini didirikan sebagai tempat saling bertukar pornografi anak di seluruh dunia.

“Forum darknet tersebut memungkinkan para pengguna berkomunikasi dengan orang lain serta berbagi gambar grafis dan konten video yang termasuk "pelecehan seksual serius terhadap balita,” demikian menurut pernyataan, Senin (3/5).

Sebanyak tiga pria berusia antara 40 dan 64 tahun ditangkap dalam tujuh penggerebekan yang digelar di Jerman. Sementara itu, seorang tersangka lainnya ditahan di Paraguay atas permintaan pihak berwenang Jerman.

Tersangka yang ditangkap di wilayah Concepcion, Paraguay itu merupakan warga negara Jerman. Dan ia bakal diekstradisi kembali ke Jerman berdasarkan surat perintah penangkapan internasional yang dikeluarkan oleh pengadilan di Frankfurt.

“Tiga dari pria itu dituduh telah mengelola platform sebagai administrator, memberi bantuan teknis dan saran kepada anggota tentang bagaimana menghindari ketahuan oleh pihak berwenang. Sedangkan, lainnya merupakan salah satu pengguna platform yang paling aktif,” kata polisi.

Para penyelidik menambahkan, bahwa operasi yang berlangsung selama berbulan-bulan itu dipicu oleh Jerman, yang telah dikoordinasikan oleh Europol dan didukung oleh penegak hukum di Belanda, Swedia, Amerika Serikat, dan Kanada.

Pasca penggerebekan, baik “Boystown” dan platform obrolan (chat) lainnya pun langsung offline.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN