Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte (kiri) dan Presiden Italia Sergio Mattarella (kanan) menghadiri upacara pelantikan kabinet baru Italia di Istana Kepresidenan Quirinale di Roma, pada 5 September 2019.  (AFP / Quirinale Press Office / Handout)

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte (kiri) dan Presiden Italia Sergio Mattarella (kanan) menghadiri upacara pelantikan kabinet baru Italia di Istana Kepresidenan Quirinale di Roma, pada 5 September 2019. (AFP / Quirinale Press Office / Handout)

Kabinet pro-Eropa Italia Dilantik

Grace Eldora, Jumat, 6 September 2019 | 09:47 WIB

ROMA, investor.id - Presiden Italia Sergio Mattarella pada Kamis (5/9) mengambil sumpah pemerintahan baru Italia yang pro-Eropa. Hal ini mengumumkan awal baru bagi ekonomi terbesar ketiga zona euro tersebut, ketika pemerintahan sayap kanan jatuh dari kekuasaan.

Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte dan para menterinya dari Gerakan Lima Bintang (M5S) yang anti-kemapanan dan kelompok sayap kiri tengah Partai Demokrat (PD) mengangkat tangan kanan, saat diambil sumpah di Istana Presiden yang dibangun pada abad ke-16 di Roma.

"Kami siap memberikan yang terbaik untuk negara ini," kata Ketua M5S Luigi Di Maio, Kamis (5/9).

Di Maio menjabat sebagai menteri luar negeri yang baru. Koalisi masih menghadapi pemungutan suara di parlemen, diatur untuk dilakukan di majelis rendah pada Senin (9/9) mendatang dan majelis tinggi pada Selasa (10/9).

"Semoga sukses bagi pemerintah baru dan para menterinya. Mari kita ubah Italia!" ujar Ketua PD Nicola Zingaretti.

Tugas pertama dalam daftar yang harus dilakukan kabinet adalah anggaran pemerintah 2020 yang harus diserahkan kepada parlemen pada akhir September, kemudian diajukan kepada Uni Eropa pada 15 Oktober 2019.

Pemilihan Roberto Gualtieri sebagai menteri keuangan dipuji sebagai hal yang positif. Gualtieri yang berasal dari Partai Demokrat terutama dekat untuk hubungan dengan Uni Eropa lewat Lorenzo Codogno, mantan kepala ekonom di Departemen Keuangan Italia.

Koalisi sebelumnya antara M5S dan Liga anti-imigran sayap kanan Matteo Salvini telah bertarung dengan Komisi Eropa atas anggaran pengeluaran besar. Pasar menyambut kabinet baru, dengan bursa saham FTSE Mib Milan naik 0,5% setelah upacara pengambilan sumpah.

Kabinet tersebut merupakan yang termuda dalam sejarah pasca-perang Italia, dengan usia rata-rata 47 tahun. Lebih banyak menteri berasal dari selatan negara yang kurang beruntung dibandingkan yang berasal dari wilayah utara yang kaya.

Dari total 21 menteri, sembilan orang berasal dari PD, sepuluh orang dari M5S, satu orang dari partai kecil Free and Equals. Sementara menteri dalam negeri yang baru tidak memiliki afiliasi dengan partai politik mana pun.

Mantan Gubernur Milan Luciana Lamorgese mengambil alih dari Salvini yang radikal. Salvini telah menarik Liga dari koalisi sebelumnya bulan lalu, menyebabkan runtuhnya pemerintahan. Penggiat media sosial berharap hal ini dapat mengirim Italia langsung kepada pemungutan suara, untuk mengambil keuntungan dari popularitas Salvini yang melonjak.

Pada Kamis, ia memperkirakan pemerintahan baru tidak akan bertahan lama. "Kami akan menentangnya di parlemen, di balai kota, di alun-alun kota, dan akhirnya kami akan memilih. Dan kami akan menang," tutur Salvini.

Ketua Liga dilaporkan menolak untuk berada di kementerian dalam negeri, untuk menyerahkan kunci-kunci kepada Lamorg. Harian Repubblica menuliskan, menteri dalam negeri yang baru adalah anti-Salvini. (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN