Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Komisi Eropa Usulkan Pengurangan Emisi 55% Pada 2030

Kamis, 17 September 2020 | 07:38 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Komisi Eropa akan mengusulkan pengurangan emisi sebesar 55% pada 2030, sebagai bagian dari tanggapan atas keadaan darurat iklim.

“Saya menyadari bahwa peningkatan penurunan emisi dari 40% menjadi 55% ini terlalu banyak bagi beberapa orang, dan tidak cukup untuk yang lain. Bagi kami target 2030 itu ambisius, bisa dicapai, dan bermanfaat bagi Eropa,” ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dalam pidato kenegaraan tahunannya, pada Rabu (16/9), yang dikutip oleh AFP.

Target yang lebih ambisius tersebut mendapat dukungan dari kekuatan Uni Eropa, seperti Prancis dan Jerman, serta perusahaan-perusahaan besar. Namun mereka masih akan menghadapi keengganan dari negara-negara anggota bagian timur yang masih bergantung pada batu bara untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Para pemimpin Uni Eropa akan berusaha menyepakati target pada pertemuan puncak Oktober, kemudian dilanjutkan dengan mendapat persetujuan Parlemen Eropa, di mana mayoritas anggota parlemen menginginkan target yang lebih ambisius.

Target itu merupakan proposal penting yang disampaikan dari pidato von der Leyen kepada anggota parlemen, yang selama berbulan-bulan para pemimpin Uni Eropa menyetujui rencana pemulihan bersejarahnya untuk kembali menggerakkan Eropa setelah pandemi.

Menurut Von der Leyen, 30% dari rencana belanja 750 miliar euro (US$ 890 miliar) akan dikhususkan untuk proyek ramah iklim dan dibiayai melalui obligasi hijau.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN