Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan dan Ekonomi Prancis Bruno Le Maire (keempat dari kiri) saat berbicara dalam pertemuan dengan para pemilik restoran di Cafe du Commerce di Paris pada 16 Oktober 2020. Paris dan delapan kota besar lainnya mulai Sabtu (17/10) memberlakukan jam malam antara pukul 21.00 dan pukul 06.00. ( Foto: ERIC PIERMONT / AFP )

Menteri Keuangan dan Ekonomi Prancis Bruno Le Maire (keempat dari kiri) saat berbicara dalam pertemuan dengan para pemilik restoran di Cafe du Commerce di Paris pada 16 Oktober 2020. Paris dan delapan kota besar lainnya mulai Sabtu (17/10) memberlakukan jam malam antara pukul 21.00 dan pukul 06.00. ( Foto: ERIC PIERMONT / AFP )

Malam Terakhir Sebelum Jam Malam di Prancis

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:41 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Jutaan orang di Prancis pada Jumat (16/10) mencoba memanfaatkan waktu malam terakhir di luar rumah. Sebelum Paris dan kota-kota besar lainnya mengalami jam malam Covid-19 selama setidaknya satu bulan. Keputusan yang diambil oleh Presiden Emmanuel Macron lantaran lonjakan kasus baru.

Sekitar 20 juta orang di Paris dan delapan kota besar lainnya mulai Sabtu (17/10) dilarang ke luar rumah antara pukul 21.00 dan pukul 06.00. Jumlah yang terdampak itu setara 30% populasi penduduk Prancis.

Perintah tersebut dikeluarkan oleh Macron setelah jumlah kasus baru dan kematian membuat rumah-rumah sakit kewalahan. Kondisinya mirip dengan pada Maret dan April tahun ini.

Otoritas kesehatan Prancis pada Kamis (15/10) menyatakan ada 30.621 kasus baru dalam 24 jam terakhir dengan 88 kematian. Lebih dari 200 penderita Covid-19 harus di rawat di ruang rawat intensif atau ICU.

Walau pemberlakuan jam malam itu didukung oleh masyarakat, para pejabat di sejumlah kota khawatir biaya ekonomi dan sosialnya selama empat pekan ke depan. Yang bisa menjadi enam pekan jika situasi kesehatannya tidak membaik.

Walikota Paris Anne Hidalgo mendesak pemerintah untuk melonggarkan aturan ini untuk teater, bioskop, dan tempat-tempat budaya lainnya. Menteri Kebudayaan Roselyne Bachelot mendukung usulan tersebut. Tapi Menteri Keuangan Brune Le Maire menolak perlakuan khusus seperti itu.

“Kekuatan aturan itu terletak pada kesederhanaannya. Jika kita mulai membuat pengecualian-pengecualian, ini tidak akan berhasil,” ujar Le Maire kepada French TV, yang dilansir dari AFP.

Perdana Menteri (PM) Prancis Jean Castex menambahkan bahwa peraturan harus berlaku kepada semua orang. Para pemilik restoran mengeluh bahwa kebijakan itu sangat memberatkan, sementara mereka sudah terdampak dengan aturan-aturan jaga jarak sosial.

“Selama 50 tahun tinggal di sini, belum pernah saya melihat yang seperti ini,” ujar Stain Roman, manajer restoran La Mere Buonavista di kota Marseille, yang juga terkena aturan jam malam tersebut.

Castex menegaskan bahwa seluruh kegiatan usaha harus tutup tepat waktu selama jam malam. Kecuali untuk layanan-layanan umum yang esensial. Warga harus mengajukan permohonan khusus untuk bisa keluar rumah selama jam malam, atau akan didenda 135 euro, seperti pada dua bulan karantina nasional beberapa bulan lalu. 
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN