Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masjid pusat Islam Al-Noor di Baerum, dekat Oslo, Norwegia. Foto tersebut diambil selang satu hari setelah tersangka pria dengan berbagai senjata melancarkan  tembakan di dalam masjid. Norway OUT / AFP / NTB Scanpix / Terje Pedersen

Masjid pusat Islam Al-Noor di Baerum, dekat Oslo, Norwegia. Foto tersebut diambil selang satu hari setelah tersangka pria dengan berbagai senjata melancarkan tembakan di dalam masjid. Norway OUT / AFP / NTB Scanpix / Terje Pedersen

Masjid di Norwegia Ditembaki Pelaku Sayap Kanan

Happy Amanda Amalia, Senin, 12 Agustus 2019 | 10:21 WIB

OSLO – Polisi menganggap insiden penembakan di sebuah masjid, Islamic Center al-Noor di dekat Oslo, Norwegia pada Sabtu (10/8) sebagai sebuah upaya teror. Hal ini karena tersangka pelaku penembakan diduga memiliki pandangan-pandangan sayap kanan, dan anti-imigran.

“Kami melihat ada upaya teror,” ujar penjabat Kepala Operasi Polisi Rune Skjold dalam konferensi pers pada Minggu (11/8), seraya menambahkan, bahwa dari hasil penyelidikan telah menunjukkan, pria itu tampaknya memiliki pandangan sayap kanan dan anti-imigran.

Serangan yang terjadi pada malam menjelang Hari Raya Idul Adha, yang menandai berakhirnya ibadah haji bagi umat Muslim telah memicu kekhawatiran di kalangan Muslim Norwegia.

Sementara itu, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg menyebut peristiwa penembakan itu sebagai serangan langsung terhadap Muslim Norwegia serta serangan terhadap kebebasan beragama.

“Hari ini kami berdiri bahu membahu dengan Muslim Norwegia dalam mengutuk serangan itu,” kata Solberg dalam pernyataan yang diunggah di laman Facebook.

Perdana menteri sendiri dijadwalkan untuk menghadiri perayaan Idul Adha di sebuah masjid Oslo pada Minggu sore waktu setempat.

“Serangan teror di Baerum adalah hasil dari kebencian jangka panjang terhadap Muslim yang diizinkan menyebar di Norwegia, tanpa otoritas Norwegia menganggap serius perkembangan ini,” demikian pernyataan dari organisasi Muslim Dewan Islam Norwegia untuk merespons peristiwa penembakan.

Menurut laporan, tersangka memasuki Islamic Center al-Noor pada Sabtu sore waktu setempat dengan membawa beberapa senjata. Setibanya di dalam masjid, dia melepaskan tembakan sebelum berhasil diatasi oleh seorang pria yang kemudian menderita luka ringan akibat proses penangan.

Saat terjadi penyerangan, hanya ada tiga orang yang berada di dalam masjid. Kendati polisi mengatakan telah menemukan dua senjata api dari tempat kejadian, tetapi mereka belum dapat mengetahui pasti jenis senjata yang itu.

Norwegia tercatat sebagai lokasi dari salah satu serangan terburuk yang pernah dilakukan oleh seorang ekstrimis sayap kanan, Anders Behring Breivik pada Juli 2011, yang mana serangannya menewaskan 77 orang.

Data perkiraan resmi menunjukkan, terhitung sejak 2016 terdapat sekitar 200.000 umat Muslim yang tinggal di Norwegia, atau sekitar 4% dari total populasi.

Di sisi lain ada kecurigaan lain yang timbul dalam beberapa jam setelah serangan pada Sabtu, yakni ditemukannya jasad seorang wanita muda di sebuah rumah di Baerum. Wanita muda yang tewas tersebut memiliki keterkaitan dengan tersangka.

Pihak penyelidik pun menganggap kematian wanita itu sebagai kasus mencurigakan dan telah membuka penyelidikan pembunuhan.

Polisi sempat memastikan bahwa wanita yang meninggal itu masih berusia 17 tahun, dan merupakan saudara tiri tersangka penembakan.

Menurut polisi pada Minggu, sebelumnya mereka telah mencoba untuk menginterogasi tersangka – yang diidentifikasi sebagai seorang pemuda Norwegia berusia sekitar 20 tahun – tetapi “Dia tidak ingin memberikan penjelasan kepada polisi”.

Meski demikian, Skjold mengatakan jika identitas pria yang sudah diketahui polisi sebelum insiden penembakan, digambarkan sebagai sosok yang tidak memiliki “latar belakang kriminal”.

Keamanan Diperketat

Media Norwegia, pada Sabtu melaporkan bahwa tersangka penembakan diyakini telah mengunggah pernyataan di forum daring (online), selang beberapa jam sebelum serangan. Dalam pernyataan itu, ia menyampaikan pujian atas aksi pelaku serangan di Selandia Baru.

Seperti diketahui, seorang pria bersenjata semi-otomatis melancarkan serangan menggunakan senjata semi-otomatis, kepada para jamaah Shalat Jumat di dua masjid yang berada di kota Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret sehingga menewaskan 51 orang.

Bahkan pelaku penyerangan menayangkan aksinya secara langsung. Dalam tayangan rekaman live-streaming pelaku terlihat memasuki ruangan-ruangan, mendatangi korban-korban, dan menembaki korban luka dari jarak dekat saat mereka berjuang untuk menyelamatkan diri.

Pelaku pun berhasil ditangkap dan langsung didakwa melakukan pembunuhan. Menurut laporan, dia adalah pria berkewarganegaraan Australia, berusia 28 tahun, dan juga seorang ekstremis sayap kanan.

Bahkan surat kabar setempat di Norwegia, Budstikka menyatakan telah menghubungi masjid di Baerum pada Maret setelah pembantaian di Christchurch, dan para pejabat di sana mengatakan keamanan akan diperketat.


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA