Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Theresa May

Theresa May

May Ajak Partai Buruh Buat Kesepakatan Brexit

PYA, Senin, 6 Mei 2019 | 15:59 WIB

LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mendesak Ketua oposisi Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk bekerja sama dengannya guna memecahkan kebuntuan Brexit. May pun melontarkan ajakannya: “Mari kita buat kesepakatan.”

May mengaku mengerti mengapa kelompok garis keras pendukung Brexit (Brexiteers) di Partai Konservatif kanannya – yang menginginkan perpisahan yang bersih dengan Uni Eropa (UE) – keheranan atas prospek untuk mencapai kesepakatann yang lebih lunak dengan sosialialis veteran.

Tetapi dia bersikeras, kekalahan yang dialami kedua partai dalam pemilihan umum (pemilu) daerah Inggris pada pekan lalu, telah meningkatkan kebutuhan mencapai kesepakatan berpisah dari Uni Eropa yang dapat didukung mayoritas anggota parlemen, bahkan jika banyak dari pendukung May tidak berada di antara mereka.

“Kepada pemimpin oposisi, Saya katakan ini: mari dengarkan apa yan dikatakan para pemilih dalam pemilu dan singkirkan perbedaan-peredaan di atara kita untuk sejenak. Mari buat kesepakatan,” tulis dia dalam surat kabar Mail on Sunday.

Sebelumnya, May telah merundingkan perjanjian penarikan dengan Uni Eropa pada tahun lalu, namun menuai penolakan berulang kali dari anggota parlemen di mana sejumlah besar pendukung konservatif menentangnya.

“Sayangnya, saya harus menerima bahwa tidak ada tanda-tanda posisi itu bisa berubah,” demikian tulis May dalam surat kabar.

Jika perjanjian penarikan telah ditandatangani maka Inggris akan keluar dari blok Uni Eropa pada 29 Maret. Namun, tanggalnya sudah dua kali ditunda dan sekarang telah ditetapkan untuk meninggalkan UE pada 31 Oktober.

Berisiko Sulit Keluar

Menurut May, pemerintah telah melakukan pembicaraan dengan oposisi untuk mencoba menemukan posisi bersatu dari lintas partai.

“Banyak kolega saya merasa keputusan ini tidak nyaman. Terus terang, itu juga bukan yang saya inginkan. Tetapi kami harus menemukan cara untuk memecahkan kebuntuan dan saya percaya hasil pemilu daerah telah memberikan keadaan mendesak yang baru untuk masalah ini. Kami akan terus bernegosiasi, dan terus berusaha mencari jalan keluar. Semakin lama, semakin besar risiko kita untuk tidak pernah dapat keluar. Kita harus keluar dari UE dan mencapai kesepakatan,” jelas dia.

Dilaporkan bahwa Partai Konservatif telah kehilangan lebih dari seribu kursi dalam pemungutan suara pemilu daerah di Inggris, pada Kamis (2/5). Partai Buruh sayap kiri pun gagal memanfaatkan momentum itu dan ikut kehilangan kursi, karena para pemilih melampiaskan rasa frustrasinya pada kebuntuan Brexit yang mendominasi politik Inggris.

Surat kabar Sunday Times mengklaim pemerintah siap untuk memberi jalan kepada Buruh di tiga bidang, yakni bea cukai, penyelarasan barang dan hak-hak pekerja.

Disebutkan dalam surat kabar itu, May akan menetapkan rencana pengaturan bea cukai sementara dengan UE yang akan berlangsung hingga pemilu berikut, yang harus diadakan sebelum Mei 2022.

Namun, lebih dari 100 anggota parlemen oposisi telah menulis surat kepada May dan Corbyn bahwa mereka akan memberikan suara terhadap perjanjian apa pun yang dicapai keduanya, kecuali tunduk pada referendum.

“Hal terburuk yang bisa kita lakukan pada saat ini adalah perbaikan pada Westminster, apakah atas kesepakatan PM atau kesepakatan lain. Hal ini berisiko mengasingkan mereka yang telah memilih untuk berpisah pada 2016 dan mereka yang memilih tetap,” demikian lapor surat kabar itu.

Ungkapan-ungkapan tersebut juga muncul di halaman depan surat kabar Minggu, di mana The Observer mengusung judul “Kemarahan timbul atas tawaran May-Corbyn untuk mencapai kesepakatan Brexit”.

Sedangkan Sunday Express mengatakan: “Kesepakatan Brexit 'minggu ini': Kepanikan May dan Corbyn kian dekat dengan kesepakatan, yang disebut Brexiteers yang marah sebagai sebuah manipulasi”. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN