Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanselir Jerman Angela Merkel

Kanselir Jerman Angela Merkel

Menlu Inggris Sebut UE Bersedia Renegosiasi Kesepakatan Brexit

SN, Senin, 10 Juni 2019 | 08:56 WIB

LONDON – Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt mengatakan, Kanselir Jerman Angela Merkel mengindikasikan bahwa Uni Eropa (UE) bersedia untuk merundingkan ulang kesepakatan Brexit. Hunt termasuk salah satu kandidat pengganti Theresa May sebagai perdana menteri (PM).

Hunt mengaku berbicara dengan Merkel pada peringatan D-Day pekan lalu. Merkel, kata dia, yakin perubahan atas kesepakatan yang dicapai oleh May dan UE itu dimungkinkan.

“Ia berkata bahwa tentu saja dengan PM baru Inggris kami ingin mempelajari solusi apa pun yang kita miliki. Saya sangat yakin jika kita mengambil pendekatan yang tepat, Eropa akan bersedia untuk menegosiasikan paketnya,” ujar Hunt kepada Sky News, Minggu (9/6).

Hunt tidak spesifik merujuk pada perjanjian penarikan diri Inggris dari UE, yang sudah dicapai oleh May dan mengikat secara hukum. UE sudah berkali-kali menyatakan bahwa perjanjian itu tidak bisa dibuka lagi.

Hunt juga tidak merujuk pada deklarasi politik mengenai hubungan masa depan, yang menyertai perjanjian tersebut. UE menyatakan, deklarasi tersebut dapat direvisi. Jika Inggris mengubah posisinya secara substantif. Misalnya mengenai serikat kepabeanan atau akses ke pasar tunggal Eropa.

Theresa May
Theresa May

 

May menyetujui paket perjanjian dengan UE tersebut tahun lalu. Namun tiga kali ditolak oleh Parlemen Inggris sehingga ia harus dua kali memundurkan waktu pelaksanaan Brexit, yang mana penangguhan yang terakhir adalah hingga 31 Oktober 2019.

Hal kontroversial dalam perjanjian tersebut adalah mengenai perbatasan Irlandia. Ketentuan yang disebut backstop ini sudah menjadi salah satu ganjalan besar.

Jika para pihak tidak dapat menyepakati pakta perdagangan bebas setelah periode transisi pertama berakhir, ketentuan itu akan menghindarkan berlakunya lagi pemeriksaan perbatasan antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia.

Hunt mengklaim bahwa Merkel mengisyaratkan para pemimpin UE sekarang mau terbuka terhadap solusi teknologis atas isu yang pelik tersebut. Sebelumnya, solusi itu dianggap tidak realistis.

“Beliau mengatakan bahwa Jerman tidak memiliki perbatasan dengan Republik Irlandia. Tapi Inggris iya, sehingga harus ada solusinya. Jadi solusinya bakalan berbasis beberapa teknologi, yang Jerman sebut perbatasan intelijen. Saya pikir itu bisa dilakukan,” kata Hunt.

May mundur sebagai ketua Partai Konservatif Inggris pada pekan lalu. Pengunduran diri itu memicu perebutan penggantinya dan sekarang sudah memunculkan 11 kandidat. May akan tetap memangku jabatan PM hingga terpilihnya ketua baru partai. Sebab ketua partai, yang merebut mayoritas kursi parlemen pada pemilu 2017, hampir dipastikan menjadi PM. Pertarungan ini diperkirakan selesai pada akhir bulan depan. Mantai menlu Boris Johnson dianggap sebagai kandidat kuat pengganti May.

Dalam wawancara yang diterbitkan Minggu, Johnson mengatakan akan menolak tagihan Brexit senilai 39 miliar pound, hingga UE menyetujui persyaratan yang lebih baik. (afp)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN