Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maskapai penerbangan Italia, Alitalia. ( Foto ilustrasi: AFP )

Maskapai penerbangan Italia, Alitalia. ( Foto ilustrasi: AFP )

Negosiasi Gagal, Nasib Alitalia Terkatung-katung

Grace Eldora, Senin, 2 Desember 2019 | 09:03 WIB

ROMA, investor.id – Upaya-upaya menyelamatkan maskapai penerbangan Alitalia menemui jalan buntu menyusul gagalnya negosiasi dengan para pembeli potensial. Hal tersebut membuat Pemerintah Italia ragu-ragu untuk mengambil langkah selanjutnya.

Menurut laporan, nasib maskapai penerbangan nasional Italia itu sedang terkatung-katung karena mengalami kesulitan finansial dan berada di bawah administrasi khusus sejak 2017. Alitalia terus-menerus menghabiskan uang tunai, dan kini berhenti beroperasi setelah konsorsium pembeli potensial gagal melakukan penawaran. Namun, masih tersisa satu harapan lagi di depan mata.

“Sudah jelas bahwa saat ini belum ada solusi bisnis. Perusahaan itu memiliki dimensi yang sulit diterima pasar,” ujar Menteri Ekonomi Stefano Patuanelli pada pekan ini di hadapan komisi Senat.

Sementara itu, pemerintah disebut-sebut akan menyediakan sejumlah uang pinjaman dari bank sebanyak 400 juta euro (US$ 440 juta) untuk membantu perusahaan maskapai itu. Akan tetapi, rencana itu menuai risiko melanggar peraturan Komisi Eropa soal besaran yang diberikan negara, mengingat pemerintah telah menyediakan bantuan sebanyak 900 juta pada 2017.

Namun Patuanelli menepis kekhawatiran tersebut pada Jumat (29/11), dengan menyatakan “tidak khawatir”. Pemerintah, lanjut dia, sedang menjajaki opsi-opsinya, yang mana menurut laporan media termasuk menggantikan komisaris yang mengelola maskapai, atau langsung melakukan nasionalisasi.

Menurut menteri, “menempatkan kapal yang mengalami masalah di tangan negara, tidak akan selalu negatif”.

Seperti diberitakan, Alitalia telah merugi bertahun-tahun karena persaingan bisnis dari maskapai-maskapai berbiaya rendah, kenaikan harga bahan bakar, dan maskapai penerbangan mewah dari Timur Tengah.

Setelah berbulan-bulan negosiasi dan berakhirnya tenggat waktu terbaru untuk tawaran yang mengikat, rencana konsorsium investor untuk menyelamatkan maskapai runtuh pada pekan lalu karena Atlantia mengatakan ada syarat-syarat yang belum dipenuhi untuk berpartisipasi.

Atlantia adalah operator utama jalan bebas hambatan tol dan bandara yang dikendalikan oleh keluarga Benetton, di mana mengoperasikan bandara Roma dan sudah dua kali mengambil risiko di Alitalia.

Pihak lain yang membentuk kemitraan potensial adalah kereta api negara Ferrovie dello Stato (FS), maskapai penerbangan AS Delta dan Kementerian Keuangan Italia.

Perlu Restrukturisasi

Delta mengatakan pada awal bulan ini, bahwa pihaknya siap berinvestasi hingga 100 juta euro di Alitalia dengan imbalan 10% saham. Sedangkan Lufthansa mengincar pasar Italia yang menguntungkan tetapi mereka mengaku hanya akan tertarik berinvestasi dalam Alitalia, jika telah direstrukturisasi.

Patuanelli menambahkan pada Jumat, bahwa Lufthansa saat ini tertarik pada “kemitraan komersial, tetapi tanpa investasi ekuitas". Menteri juga menyatakan harus ada pemangkasan biaya operator, seraya menggaungkan tuntutan Lufthansa untuk restrukturisasi.

Sementara itu, serikat pekerja telah merencanakan aksi mogok pada 13 Desember karena didera lonjakan kekhawatiran mengingat minimnya informasi rencana baru yang diketahui, dan ketidakpastian tentang berapa banyak lapangan pekerjaan yang bisa terancam akibat restrukturisasi apa pun.

“Kami menentang gagasan pengurangan Alitalia dan kehilangan warisan negara kami,” tutur sekretaris serikat CGIL pada Jumat.

Alitalia ditempatkan di bawah administrasi khusus sejak dua tahun lalu setelah para pekerja menolak rencana restrukturisasi yang akan memecat 1.700 dari sekitar total 11.000 pekerja. Di samping itu, sulit menghitung perkiraan tentang berapa banyak anggara yang harus dikeluarkan negara untuk mempertahankannya. Namun surat kabar harian Sole 24 Ore mencatat angka 8,7 miliar euro, yang dikutip dari bank investasi Italia Mediobanca.

Ada pun tahun terbaik perusahaan atau paling tidak buruk dalam dekade terakhir adalah 2011, yakni pada saat merugi sekitar 69 juta euro. Namun jumlah kerugian terus membengkak menjadi 280 juta pada tahun berikutnya dan menjadi 580 juta pada 2014. Demikian menurut kantor berita Italia AGI.

“Ketidaknormalan tentang Alitalia adalah bahwa mereka merugi ketika pesawat-pesawat mereka beroperasi. Dengan uang yang terbuang untuk Alitalia, pemerintah bisa membeli enam maskapai, yaitu Air France, KLM, Turkish Airlines, Norwegia, Finnair, dan SAS,” tulis asosiasi hak konsumen ADUC pada Kamis (28/11). (afp/eld)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA