Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD terpampang di pintu masuk markasnya di Paris, Prancis. ( Foto: AP Photo / Francois Mori )

Logo Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD terpampang di pintu masuk markasnya di Paris, Prancis. ( Foto: AP Photo / Francois Mori )

Indonesia Diprediksi Kontraksi 3,3% Tahun Ini

OECD: Resesi Global Tidak Sedalam Perkiraan

Kamis, 17 September 2020 | 07:14 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Resesi global tahun ini tidak akan sedalam yang diperkirakan, seiring upaya negara-negara seluruh dunia untuk melawan dampak ekonomi dari pandemi virus corona Covid-19. Menurut Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD pada Rabu (16/9), laju pemulihan pada tahun depan juga akan lebih kecil dari prediksi.

OECD memproyeksikan kontraksi 4,5% ekonomi global tahun ini. Tapi akan kembali kepada pertumbuhan sekitar 5,0% pada 2021.

Dalam rangkaian prakiraan sebelumnya pada Juni 2020, OECD yang berbasis di Paris, Prancis, telah memperkirakan ekonomi global akan menyusut 6,0% pada 2020 dan kembali ke pertumbuhan 5,2% tahun depan.

"Setelah kembalinya banyak aktivitas karena pelonggaran karantina, ada beberapa tanda dari indikator-indikator utama dan survei bisnis bahwa laju pemulihan global telah kehilangan momentum sejak Juni, terutama di banyak negara maju," kata OECD dalam laporan terbarunya, yang dikutip AFP.

Namun, hal itu menunjukkan prospek ekonomi tetap sangat tidak pasti. Pandemi Covid-19 terus memberikan dampak besar pada ekonomi dan masyarakat di seluruh dunia.

Pada kuartal II 2020, produksi ekonomi global lebih dari 10% lebih rendah dibandingkan pada akhir 2019. "Sebuah kejutan tiba-tiba yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern,” jelas lembaga tersebut.

Jangkauan dan waktu guncangan pandemi berbeda di seluruh negara ekonomi utama.Tetapi semuanya mengalami kontraksi tajam dalam aktivitas, sebagai tindakan penahanan yang perlu untuk dilaksanakan.

Tindakan Cepat dan Efektif

Perdagangan global runtuh dan turun lebih dari 15% pada paruh pertama 2020. Sementara pasar tenaga kerja jatuh karena terganggu oleh pengurangan jam kerja, kehilangan pekerjaan, dan penutupan bisnis secara paksa.

"Tanpa dukungan kebijakan yang cepat dan efektif yang diperkenalkan di semua negara untuk meredam dampak dari kejutan pendapatan rumah tangga dan perusahaan, kontraksi dalam output dan pekerjaan akan jauh lebih besar," ungkapnya.

Bila melihat ekonomi setiap negara, Tiongkok diperkirakan menjadi satu-satunya yang mencatatkan pertumbuhan positif pada 2020, dengan proyeksi pertumbuhan 1,8%. India, di sisi lain, diperkirakan ekonominya menyusut hingga 10,2%.

Amerika Serikat (AS), ekonomi terbesar di dunia, akan berjalan lebih baik daripada rata-rata global, dengan proyeksi kontraksi 3,8% tahun ini.

Pemerintah Jerman akan berkinerja lebih baik daripada zona euro secara keseluruhan, dengan ekonominya diatur menyusut 5,4% dibandingkan dengan kontraksi 7,9% untuk area mata uang tunggal.

Ekonomi Prancis diperkirakan menyusut sebesar 9,5%, Italia sebesar 10,5%, dan Inggris sebesar 10,1%, sebagai prediksi OECD.

Adapun ekonomi Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi 3,3% tahun ini. Jauh menurun dibandingkan pertumbuhan 5,0% pada tahun lalu. Tapi pada tahun depan, Indonesia diprediksi bangkit dan mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga 5,3%.

OECD mengatakan, prospek pertumbuhan di masa depan akan bergantung pada berbagai faktor. Termasuk tingkat keparahan wabah virus baru, jenis pembatasan yang diberlakukan, pengembangan vaksin, dan efek dari tindakan kebijakan fiskal maupun moneter pada permintaan. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN