Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga London memegang plakat saat menghadiri acara peringatan untuk para korban serangan kendaraan mematikan terhadap lima anggota komunitas Muslim Kanada di London, Ontario, Kanada, 8 Juni 2021. ( Foto: NICOLE OSBORNE / AFP )

Warga London memegang plakat saat menghadiri acara peringatan untuk para korban serangan kendaraan mematikan terhadap lima anggota komunitas Muslim Kanada di London, Ontario, Kanada, 8 Juni 2021. ( Foto: NICOLE OSBORNE / AFP )

Pandemi Covid-19 Memicu Rasisme dan Pelecehan Anak

Jumat, 11 Juni 2021 | 07:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WINA, investor.id – Pandemi virus corona Covid-19 menghasilkan efek luar biasa dan mendalam pada hak asasi manusia, yakni memicu rasisme dan pelecehan terhadap anak-anak. Demikian disampaikan badan hak asasi manusia Uni Eropa (UE) dalam laporan tahunan yang dirilis, Kamis (10/6).

“Pandemi dan reaksi yang dipicunya memperburuk tantangan dan ketidaksetaraan yang ada di semua bidang kehidupan, terutama yang mempengaruhi kelompok rentan. Itu juga memicu peningkatan insiden rasis,” demikian laporan Badan Hak Asasi (Fundamental Rights Agency/FRA) yang berbasis di Wina, yang dikutip AFP.

FRA menambahkan, bahwa efek pandemi terhadap hak asasi terbilang amat sangat “mendalam”.

Kelompok-kelompok terpinggirkan, seperti pengungsi dan migran tidak sekadar memilii risiko lebih tinggi untuk terkontaminasi, tetapi juga kehilangan pekerjaan karena pemberlakuan aturan karantina (lockdown) yang ketat.

Selain itu, mereka menjadi sasaran insiden rasis dan xenofobia, termasuk penghinaan secara verbal, pelecehan, agresi fisik, dan ujaran kebencian via daring (online). Demikian berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh FRA dan kelompok lain.

“Pada 2020, angka kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual juga meningkat,” kata laporan itu.

Dikutip dari sumber-sumber di Republik Ceko dan Jerman, angka panggilan telepon ke hotline kekerasan dalam rumah tangga nasional naik 50% di awal, dan 20% di antara Maret dan Juni tahun lalu.

“Pelecehan seksual anak secara online juga meningkat,” ungkap FRA yang mengutip data Europol.

Badan tersebut mendesak supaya negara-negara mengatasi pandemi dan tantangan kolektif luar biasa terhadap hak asasi manusia dengan mengambil langkah-langkah seimbang yang didasarkan pada hukum, yang sementara dan proporsional.

Sebagai informasi, laporan tersebut mencakup 27 negara anggota Uni Eropa, bersama dengan Makedonia Utara dan Serbia.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN