Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paus Fransiskus menyampaikan pemberkatan Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah pada 4 April 2021, di Basilika Santo Petrus, di Vatikan, di tengah pandemi virus corona Covid-19. ( Foto: Handout / VATICAN MEDIA / AFP )

Paus Fransiskus menyampaikan pemberkatan Urbi et Orbi setelah merayakan Misa Paskah pada 4 April 2021, di Basilika Santo Petrus, di Vatikan, di tengah pandemi virus corona Covid-19. ( Foto: Handout / VATICAN MEDIA / AFP )

Paus Fransiskus: Beri Si Miskin Vaksin

Senin, 5 April 2021 | 07:12 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

ROMA, investor.id – Jutaan umat Kristen di seluruh dunia pada Minggu (4/4) merayakan Paskah kedua dalam kondisi pembatasan-pembatasan karena pandemi Covid-19. Sementara Paus Fransiskus dalam misa Paskahnya menyerukan agar negara-negara paling miskin di dunia juga diberikan vaksin seiring melonjaknya lagi kasus Covid-19 di sejumlah negara.

Pada saat pemberian vaksin terus meningkat di banyak negara-negara yang lebih kaya, lonjakan dramatis jumlah kasus membuat pembatasan-pembatasan aktivitas diberlakukan lagi di Eropa, Amerika Selatan, hingga Kanada.

Vaksinasi, kata Paus, adalah alat yang sangat penting untuk memerangi virus corona ini. Paus menyampaikan misanya pada saat karantina sangat ketat diberlakukan di seluruh Italia sepanjang pekan Paskah.

“Saya mendesak seluruh masyarakat internasional untuk berkomitmen mengatasi keterlambatan distribusi vaksin dan memfasilitasi distribusinya, khususnya kepada negara-negara termiskin,” kata Paus, di hadapan yang dibatasi hanya sekitar 100 orang di Basilika Santo Petrus.

Pembatasan-pembatasan lebih ketat juga sedang diberlakukan lagi di Belgia dan Prancis. Pihak berwenang masing-masing berjibaku mengatasi lonjakan kasus. Rumah sakit-rumah sakit di Paris, ibukota Prancis, dilaporkan kewalahan menangani lonjakan jumlah pasien Covid yang harus dirawat.

Di unit perawatan intensif atau ICU untuk Covid-19 di Rumah Sakit Antony di selatan Paris, begitu satu tempat tidur kosong, langsung terisi lagi.

Perawat bernama Louisa Pinto, kepada AFP, menunjukkan ruang yang sedang dibersihkan dan dipersiapkan untuk pasien berikutnya. “Kasur ini hampir tidak ada istirahatnya,” ujar dia.

Di Kanada, jumlah kasus Covid-19 saja menembus angka satu juta. Lonjakan kasus di negara ini memaksa beberapa provinsi untuk memperketat pembatasan selama pekan Paskah.

Perayaan Paskah juga terganggu di Amerika Selatan. Brasil menderita oleh lonjakan jumlah kasus, yang diduga dipicu oleh varian yang lebih mudah menular.

Situasi mencemaskan juga terjadi di Peru sehingga Paskah diwarnai karantina. Sedangkan Bolivia menutup perbatasannya dengan Brasil. Bahkan Cile menutup sama sekali seluruh perbatasannya.

Tapi di Yerusalem, pembatasan sudah dicabut sebagian karena keberhasilan program vaksinasi di Israel. Sehingga Paskah dapat dirayakan tanpa kendala. Misa Paskah antara lain digelar di Gereja Makam Suci, yang berlokasi di wilayah pendudukan Yerusalem timur dan diyakini oleh umat Kristiani sebagai tempat Yesus disalib dan dimakamkan.

Namun jumlah turis yang diperbolehkan masuk masih sedikit. Sedangkan biasanya puluhan ribu jemaah mendatangi lokasi tersebut sepanjang pekan Paskah.

Sementara itu, Covid-19 telah merenggut lebih dari 2,8 juta jiwa di seluruh dunia. Namun masyarakat semakin frustrasi karena segala aktivitasnya terhambat oleh pembatasan-pembatasan. Ribuan warga di kota Stuttgart, Jerman, berunjuk rasa menentang hal itu, pada saat negara sedang berdebat perlu tidaknya memperketat pembatasan guna mengantisipasi gelombang ketiga infeksi. (afp)

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN