Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emmanuel Macron. Foto: twitter

Emmanuel Macron. Foto: twitter

Prancis Belum Siap Ratifikasi Kesepakatan Dagang dengan Latin

PYA, Rabu, 3 Juli 2019 | 13:03 WIB

PARIS – Pemerintah Prancis pada Selasa (2/7) mengaku belum siap meratifikasi kesepakatan perdagangan yang telah disepakati oleh Uni Eropa (UE) dan empat negara Amerika Selatan – yang tergabung dalam organisasi Mercosur. Alasannya para petani dan pecinta lingkungan semakin resisten terhadap perjanjian itu.

Awalnya Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut kesepakatan itu sebagai langkah yang baik. Namun Juru bicara pemerintah Sibeth Ndiaye mengatakan Prancis tidak akan terburu-buru untuk meratifikasinya sebelum melihat semua detail.

“Kami akan melakukan hal yang sama dengan negara-negara Mercosur. Kami akan melihatnya secara rinci dan keputusan kami bergantung pada perincian tersebut. Prancis belum siap untuk meratifikasi kesepakatan,” ujar Ndiaye kepada saluran berita Prancis, BFM.

Pernyataan itu juga mengacu pada kesepakatan perdagangan UE-Kanada 2017 yang belum diratifikasi Prancis. Akibatnya, jalan menuju ratifikasi oleh ke-28 anggota UE bakal panjang, mengingat meningkatnya sikap permusuhan publik terhadap kesepakatan perdagangan bebas di benua itu, bahkan di negara-negara yang biasanya bersikap ramah perdagangan.

Seperti dilaporkan, kesepakatan yang diumumkan pada Jumat (28/6) oleh Uni Eropa, dan Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay adalah yang terbesar yang pernah dicapai Uni Eropa.

Kesepakatan tersebut mencakup pangsa pasar dengan total sekitar 780 juta konsumen yang mewakili seperempat dari produk domestik bruto (PDB) global.

Uni Eropa dan negara-negara anggota Mercosur menyambut baik perjanjian itu sebagai sejarah, di mana proses pembuatannya memakan waktu 20 tahun lamanya.

Para pemimpin Uni Eropa juga memberikan sinyal kuat yang mendukung perdagangan internasional pada saat proteksionisme tumbuh di Amerika Serikat (AS) – negara yang terlibat dalam perang dagang dengan Tiongkok. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA