Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo dari perusahaan-perusahaan digital Amerika Serikat (AS), Google, Apple, Facebook, dan Amazon yang ditampilkan di layar tablet. ( Foto: DENIS CHARLET / AFP )

Logo dari perusahaan-perusahaan digital Amerika Serikat (AS), Google, Apple, Facebook, dan Amazon yang ditampilkan di layar tablet. ( Foto: DENIS CHARLET / AFP )

Prancis dan Belanda Desak UE untuk Batasi Raksasa Teknologi AS

Jumat, 16 Oktober 2020 | 08:09 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

DEN HAAG, investor.id – Prancis dan Belanda pada Kamis (15/10) mendesak regulator-regulator Uni Eropa (UE) untuk membatasi kekuatan para raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), seperti Google dan Facebook. Kalau perlu dengan memecah perusahaannya.

Raksasa teknologi AS lainnya seperti Amazon dan Apple memiliki kekuatan luar biasa. Dalam hal perusahaan ingin mengakses informasi konsumen dalam penggunaan platform mereka. Sekarang makin berkembang kekhawatiran bagaimana para raksasa memanfaatkan kewenangan tersebut.

Contoh paling anyar adalah ketika Apple menarik gim tembak online yang sangat populer, Fortnite, dari pasar aplikasinya. Setelah penerbitnya, Epic, merilis pembaruan yang menafikan pembagian pendapatan dengan produsen iPhone tersebut. Akhirnya kasus ini dibawa ke ranah hukum.

Sementara sejumlah perusahaan yang berjualan di pasar aplikasi online Amazon sudah lebih dulu mengeluh. Yakni dalam hal bagaimana bahwa perusahaan menggunakan informasi tentang penjualan untuk bersaing dengan mereka dan menerapkan pembatasan-pembatasan tidak perlu.

Menteri Urusan Digital Prancis Cedric O dan koleganya dari Belanda Mona Keijzer mengatakan, UE seharusnya meregulasi platfrom-platform digital yang sudah terlampau kuat. Regulasi itu akan menjadi penjaga antara internet dan konsumen.

“Ekonomi platform menawarkan keuntungan-keuntungan sangat besar bagi konsumen. Selain peluang pertumbuhan ekonomi bagi para pengusahanya,” ujar Keijzer, seperti dilansir AFP.

Tapi ia mengingatkan bahwa beberapa platform sudah terlanjur menjadi sangat kuat. “Posisinya di pasar telah menjadi semakin sulit untuk diingatkan dan kerusakan yang ditimbulkan akan sangat sulit untuk dipulihkan,” tambah Keijzer.

Proposal yang diajukan oleh Prancis dan Belanda antara lain kewajiban akses dan kewajiban perilaku. Serta larangan-larangan sesuai kasusnya.

Langkah lain yang dipikirkan adalah larangan mendistorsi preferensi pribadi, ketika platform-platform digital lebih mementingkan layanannya sendiri.

O mengatakan, regulator-regulator Komisi Eropa harus mampu mengambil pendekatan yang dapat disesuaikan. Termasuk kemungkinan untuk memecah perusahaan raksasa itu, agar ada kebebasan berbicara bagi konsumen.

Komisi Eropa dijadwalkan mengumumkan UU Layanan Digital pada akhir tahun ini. Yang mana beleid tersebut juga dipakai untuk perusahaan seperti Google, Amazon, Facebook, dan Apple.

Komisioner UE Urusan Pasar Internal dan Digital Thierry Breton belum lama ini mengatakan, regulasi atas perusahaan-perusahaan teknologi AS harus menjadi tugas individu di negara-negara UE.

Proposal bersama itu menandai terbentuknya aliansi Prancis-Belanda. Yang tidak biasanya terjadi tapi kerap menjadi tembok pemisah antara kebijakan statis dan persaingan liberal. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN