Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Prancis Emmanuel Macron. ( Foto: PASCAL ROSSIGNOL / POOL / AFP )

Presiden Prancis Emmanuel Macron. ( Foto: PASCAL ROSSIGNOL / POOL / AFP )

Presiden Prancis Ditampar Warganya

Kamis, 10 Juni 2021 | 06:59 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TAIN-L'HERMITAGE, investor.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar wajahnya saat menyapa kerumunan warga di wilayah tenggara Prancis pada Selasa (8/6) waktu setempat. Insiden mengejutkan itu tidak begitu dihiraukannya. Macron menyebutnya sebagai peristiwa kecil, tetapi mengundang kecaman luas di tengah menegangnya iklim politik Prancis.

Rekaman video di media sosial menunjukkan Macron berjabat tangan dengan para pemilih, ketika seorang pria berbaju hijau memegang lengan presiden dan menamparnya.

Suara seseorang dapat didengar dalam video, meneriakkan seruan perang royalis Prancis kuno, dan terdengar seruan "Ganyang Makronisme".

Pengawal Macron dengan cepat turun tangan dan dua orang ditahan setelah insiden di desa Tain l'Hermitage, menurut pernyataan pejabat setempat.

Dua pria berusia 28 tahun yang tinggal di wilayah tersebut sedang diinterogasi, kata jaksa setempat Alex Perrin. "(Tetapi) di tahap pertanyaan ini, motif mereka tetap tidak diketahui," ujarnya, Rabu (9/6).

Insiden itu terjadi dalam iklim politik yang tegang dan semakin terpolarisasi di Prancis. Beberapa minggu mendatang akan diadakan pemilihan kepala daerah dan hanya tersisa kurang dari setahun sebelum pemilihan presiden.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Dauphine Libere, Macron berkeras bahwa dirinya tidak takut dan akan terus bertemu masyarakat dengan cara ini.

"Saya baik-baik saja. Kita harus menempatkan insiden ini, yang menurut saya merupakan peristiwa yang kecil ke dalam perspektif," katanya.

Macron menambahkan, individu dengan kekerasan tinggi seharusnya tidak diizinkan untuk memegang debat publik. "Mereka tidak pantas mendapatkannya," seru presiden.

Tur Pemilihan

Serangan itu memicu kemarahan di seluruh spektrum politik dan menutupi apa yang disebut Macron sebagai tur mendengar untuk mengambil denyut nadi negara.

"Politik tidak pernah bisa menjadi kekerasan, agresi verbal, apalagi agresi fisik. Melalui presiden, itu adalah demokrasi yang telah ditargetkan," ujar Perdana Menteri Jean Castex kepada parlemen.

Macron terus bertemu dengan publik, bersama istrinya Brigitte. "Saya selalu mencari kontak, dalam jarak (bisa) berteriak, seperti yang saya katakan. Saya menginginkannya," tuturnya setelah insiden itu.

Dia menggambarkan tamparan itu sebagai kebodohan. "Dan ketika kebodohan digabungkan dengan kekerasan, itu tidak dapat diterima," lanjutnya.

Dalam video tersebut terdengar seseorang berteriak "Montjoie Saint Denis". Itu adalah slogan yang diteriakkan pada perang abad pertengahan, diasosiasikan dengan sayap kanan pinggiran yang ingin Prancis kembali menjadi monarki. Ungkapan itu juga ditampilkan dalam komedi hit Prancis pada 1993 "Les Visiteurs".

Pria yang ditangkap karena tamparan itu bernama Damien T, tampaknya berlatih pertempuran abad pertengahan. Ia mengikuti beberapa influencer sayap kanan terkemuka lewat jejaring daring, menurut akun media sosial atas namanya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN