Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa Eropa. Foto AFP

Ilustrasi bursa Eropa. Foto AFP

Saham Eropa Melemah, Khawatir Yield Obligasi AS

Jumat, 5 Maret 2021 | 06:18 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Sebagian besar indeks saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (4/3/2021) waktu setempat. Investir khawatir dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi mengguncang kembali saham global.

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi turun 0,4%, setelah sebelumnya jatuh lebih 1%. Sektor sumber daya dasar turun 4,3%, sedangka utilitas naik 1,7%

Sementara bursa Asia-Pasifik turun. Nikkei 225 Jepang dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah lebih 2% karena yield Treasury AS 10tahun naik lagi. Bursa saham Tiongkok juga melemah, dengan komposit Shanghai turun 2,1% dan komponen Shenzhen turun 3,5%.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun stabil di awal sesi Kamis, tetapi mulai naik pada perdagangan sore di Eropa, dan ditutup di 1,4774%

Di Wall Street, saham tertekan oleh pergerakan di pasar obligasi. Pekan lalu, imbal hasil 10-tahun melonjak ke level tertinggi 1,6%.

Saham teknologi menjadi korban utama penurunan tersebut, yang berdampak pada saham teknologi di Eropa, merosot 3,3% pada Kamis.

Sementara investor beralih ke saham yang dipandang berpotensi mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi, setelah peluncuran vaksinasi Covid-19 dan kemajuan paket stimulus fiskal AS.

Di sisi data, aktivitas industri konstruksi Inggris naik pada Februari. IHS Markit/CIPS UK konstruksi PMI (indeks manajer pembelian) menguat menjadi 53,3 dari 49,2 pada Januari, kembali ke level ekspansi dan melampaui ekspektasi.

Belanja ritel zona euro turun tajam 5,9% pada Januari, angka resmi mengungkapkan Kamis, jauh di bawah perkiraan rata-rata untuk kontraksi 1,1%.

Pasar Eropa mencermati rilis laporan keuangan emiten, seperti, Thales, Lufthansa, Merck, ProSiebenSat.1 dan Aviva.

Saham Lufthansa merosot 3% setelah grup maskapai penerbangan Jerman itu membukukan kerugian bersih lebih kecil dari perkiraan pada kuartal keempat, tetapi mengalami kerugian setahun penuh sebesar 6,7 miliar euro (US$ 8,1 miliar) pada tahun 2020.

Perusahaan farmasi Belgia, Galapagos naik 3,9% setelah menjanjikan hasil sementara studi obat anti-inflamasi yang sedang berlangsung. Laba Aviva melampaui ekspektasi membukukan £ 3,2 miliar (US$ 4,5 miliar).

Saham ProSiebenSat.1 turun 7,3% setelah perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan satu digit pada 2021 meskipun kuartal keempat kuat, sementara perusahaan perangkat lunak Swedia Sinch turun 9,3% ke posisi terbawah indeks Eropa.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN