Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump.

Donald Trump.

Trump Desak Inggris Keluar UE Tanpa Kesepakatan

PYA, Senin, 3 Juni 2019 | 10:08 WIB

LONDON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali terlibat dalam perdebatan soal Brexit pada malam kunjungan kenegaraannya ke London, Inggris. Dalam kesempatan itu, dia mendesak agar pengganti Theresa May meninggalkan blok Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan.

“Siapapun yang mengambil alih jabatan sebagai perdana menteri Inggris berikutnya seharusnya tidak takut untuk 'keluar' dari negosiasi dengan Brussels dan harus menolak membayar denda perpisahan yang disepakati. Jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka ingin kan, saya akan pergi. Jika Anda tidak mendapatkan kesepakatan yang Anda inginkan, jika Anda tidak mendapatkan kesepakatan yang adil, maka pergi-lah,” ujar dia kepada surat kabar Sunday Times, pada Minggu (2/6).

Sebelumnya, May telah setuju untuk membayar denda sebanyak 39 miliar poundsterling (US$ 50 miliar) untuk menutupi kewajiban-kewajiban Inggris setelah memutuskan keluar dari keanggotaan Uni Eropa yang sudah berlangsung selama empat dekade.

Menanggapi besaran denda itu, Trump berkata: “Jika saya adalah mereka, saya tidak akan membayar US$ 50 miliar. Itulah saya. Saya tidak akan membayar, itu adalah jumlah yang luar biasa.”

Theresa May
Theresa May

 

Pemerintah Inggris pekan ini, menyambut kedatangan presiden AS, yang mana lawatannya diawali dengan menghadiri jamuan makan siang pribadi dengan Ratu Elizabeth II dan jamuan kenegaraan di Istana Buckingham, pada Senin (3/6). Kunjungan kenegaraan tersebut juga menuai aksi protes besar terencana, setelah Walikota London Sadiq Khan menuding tentang perilaku “memecah-belah” Trump.

Sementara kalangan politisi oposisi memilih memboikot acara perjamuan itu. Inter vensi itu terjadi setelah Trump memanfaatkan wawancara dengan surat kabar lain untuk menyatakan bahwa mantan menteri luar negeri (menlu) Boris Johnson akan menjadi pengganti yang "sangat baik" bagi May.

Johnson – kandidat yang memperoleh dukungan terbanyak – sendiri berada di antara beberapa calon yang mengatakan Inggris harus meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan. Para kandidar itu berada di bawah tekanan dari partai Brexit – kendaraan politik terbaru yang dari kelompok populis anti-Uni Eropa yang dipimpin oleh Nigel Farage, yang berada di puncak dalam pemilihan Parlemen Eropa bulan lalu.

Menurut Trump, dia yakin Farage harus memainkan peranan dalam negosiasi Brexit dengan Uni Eropa. Dia mengatakan, ada banyak hal yang ditawarkan oleh Farage.

Dalam lawatan Trump tahun lalu ke Inggris, dia sempat mempermalukan May dengan komentar blakblakannya soal Brexit. Dan pada Minggu (2/6) dia kembali mendesak pemerintahan Inggris berikutnya untuk mengikuti buku peraturan negosiasinya sendiri.

Sebelumnya, May telah menyetujui kesepakatan penarikan dengan Uni Eropa pada November tahun lalu, tetapi perjanjian tersebut telah tiga kali ditolak oleh anggota parlemen Inggris dan dia terpaksa menunda Brexit dua kali.

Kini, May telah dipaksa mundur, dan partai Konservatif-nya sedang memulai proses untuk mencari satu pemimpin baru dari 13 kandidat yang dicalonkan. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN