Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengenakan masker, melambaikan tangan saat meninggalkan 10 Downing Street, di pusat kota London pada 14 Oktober 2020. ( Foto: TOLGA AKMEN / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengenakan masker, melambaikan tangan saat meninggalkan 10 Downing Street, di pusat kota London pada 14 Oktober 2020. ( Foto: TOLGA AKMEN / AFP )

Waktu Hampir Habis untuk Negosiasi Kesepakatan Pasca-Brexit

Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:51 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Waktu hampir habis bagi Inggris dan Uni Eropa (UE) untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit. Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dan ketua Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen menggelar pembicaraan krusial pada Rabu (14/10) untuk memecahkan kebuntuan.

Pembicaraan per telepon antara kedua pemimpin itu berlangsung jelang pertemuan puncak UE pada Kamis (15/10). Johnson menyebutnya sebagai batas akhir untuk mencapai terobosan. Tapi, kata seorang sumber yang dilansir AFP, Rabu, Johnson hanya akan mengambil keputusan setelah pertemuan puncak tersebut.

UE tidak pernah mengakui ultimatum 15 Oktober 2020 tersebut. Tapi kalangan diplomat sudah menyiapkan draf kesimpulan pertemuan puncak, yang mengusulkan negosiasi intensif.

Sumber itu mengatakan, pembicaraan antara Johnson dan Von der Leyen belum tentu menjadi penentu. Inggris tidak akan mengambil keputusan tentang langkah-langkah berikutnya sebelum mengetahui hasil pertemuan puncak tersebut.

Juru bicara UE Eric Mamer mengatakan, 27 pemimpin UE akan bertemu di Brussels, Belgia. Buntunya pembicaraan perdagangan pasca-Brexit dengan mantan mitranya itu akan menjadi agenda utama pertemuan.

Draf hasil pertemuan yang dilihat oleh AFP menyebutkan bahwa para pemimpin akan menyuarakan keprihatinan bahwa kemajuan atas isu-isu kunci yang menjadi kepentingan UE belum memadai, supaya kesepakatan dapat tercapai.

Mereka akan mengundang kepala juru runding UE Michel Barnier untuk mengintensifkan negosiasi dan mencapai kesepakatan perdagangan serta melaksanakannya sebelum 1 Januari 2021. Tatkala Inggris akan resmi keluar dari pasar tunggal Eropa.

Inggris keluar dari keanggotaan UE pada 31 Januari 2020. Tapi kemudian Barnier dan kepala juru runding Inggris David Frost belum juga mencapai kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

Jika tidak tercapai kesepakatan, aturan-aturan perdagangan kedua pihak akan mengacu kepada regulasi Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. Kedua pihak menyatakan siap untuk itu. Tapi kalangan pengamat mengatakan konsekuensinya akan sangat buruk bagi perekonomian.

Usai pertemuan tingkat menteri UE di Luksemburg pada Selasa (13/10), Barnier menekankan bahwa masih banyak hal yang harus diselesaikan.

“UE akan terus mengupayakan kesepakatan yang adil dalam beberapa hari dan pekan ke depan,” ujar Barnier via Twitter. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN