Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

WTO Salahkan AS Atas Tarif Kepada Tiongkok

Kamis, 17 September 2020 | 07:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) menguatkan keluhan Tiongkok soal pengenaan tarif tambahan oleh Amerika Serikat (AS) atas barang-barang Tiongkok senilai sekitar US$ 250 miliar. Keputusan WTO itu pun langsung menuai kemarahan AS.

Badan perdagangan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss itu dilaporkan terjebak di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta sudah berulang kali menerima kecaman dari Presiden Donald Trump.

Sebagai informasi, kebijakan tarif yang diberlakukan AS terhadap Tiongkok pada 2018 itu, menandai awal dari perang perdagangan antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Tetapi panel yang terdiri dari para ahli – yang dibentuk Badan Penyelesaian Sengketa WTO pada tahun lalu untuk meninjau langkah AS – memutuskan pada Selasa (15/9) waktu setempat, bahwa tarif yang dikenakan kepada barang-barang Tiongkok tidak konsisten dengan aturan perdagangan global. Mereka juga memberikan rekomendasi kepada AS untuk menyesuaikan tindakan itu dengan kewajibannya.

Akibatnya, keputusan itu disambut dengan kemarahan AS. Menurut Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, keputusan tersebut membuktikan WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik-praktik teknologi berbahaya Tiongkok.

“Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan Tiongkok memanfaatkan WTO untuk mengambil keuntungan dari pekerja, bisnis, petani, dan peternak Amerika,” ujar Lighthizer, seperti dikutip oleh AFP pada Rabu (16/9).

Sementara itu, Tiongkok menyambut langkah WTO sebagai sebuah keputusan yang obyektif dan adil.

“Tiongkok juga berharap Amerika Serikat akan sepenuhnya menghormati keputusan dari kelompok ahli, mengambil tindakan praktis untuk bertemu dengan Tiongkok dan anggota WTO lainnya di tengah jalan guna bersama-sama menjaga sistem perdagangan multilateral, dan mempromosikan perkembangan dunia ekonomi yang stabil dan sehat,” kata juru bicara kementerian perdagangan.

Kantor Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). ( Foto ilustrasi: AFP Photo / Fabrice COFFRINI )
Kantor Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). ( Foto ilustrasi: AFP Photo / Fabrice COFFRINI )

Pelanggaran Terang-terangan

Pengumuman yang disampaikan WTO pada Selasa, menandai salah satu yang pertama dari serangkaian putusan panel yang dinantikan. Pasalnya, banyak keluhan yang diajukan oleh negara-negara atas keputusan Presiden Trump yang menerapkan tarif tinggi pada impor baja dan aluminium.

Dalam laporan setebal 72 halaman, panel WTO menjelaskan jika AS belum membuktikan tuduhan dengan menunjukkan, bahwa tindakannya untuk sementara dapat dibenarkan di bawah aturan perdagangan internasional.

Mereka secara khusus menolak argumen AS, bahwa tarif diterapkan pada produk-produk yang dikatakan diuntungkan dari praktik-praktik yang dianggap AS bertentangan dengan moral publik, seperti pencurian, penyelewengan, dan persaingan tidak sehat.

“Amerika Serikat belum membuktikan tuduhan untuk menunjukan bagaimana pembatasannya berkontribusi melindungi moral publiknya dan tidak melampaui apa yang diperlukan,” demikian bunyi keputusan WTO.

Menanggapi pernyataan WTO, Lightizer mengatakan bahwa laporan AS telah mengutip ribuan bukti yang menunjukkan praktik-praktik perdagangan tidak adil Tiongkok, yang mana sudah merugikan inovator, pekerja, dan bisnis AS miliaran dolar setiap tahun.

Dia mengatakan putusan WTO menunjukkan bahwa mereka tidak memberikan pemulihan atas kesalahan seperti itu.

Sebagai informasi, bagi pihak yang tidak senang dengan keputusan panel dapat mengajukan banding dalam waktu 60 hari.

Tetapi proses banding bisa berlangsung rumit mengingat Badan Banding WTO – yang dikenal sebagai mahkamah agung perdagangan dunia – telah berhenti berfungsi pada Desember, setelah bertahun-tahun mendapat tentangan tanpa henti dari AS.

AS menuding pengadilan WTO melampaui batas besar dan telah menghalang-halangi penunjukan hakim baru, sehingga menyebabkan WTO tanpa kuorum yang disyaratkan.

Uni Eropa (UE), Tiongkok, dan sejumlah negara lain telah meluncurkan sistem sementara untuk mengajukan banding atas putusan sengketa perdagangan, tetapi Amerika Serikat tidak berpartisipasi.

Dalam laporan, panel tersebut menekankan sangat menyadari akan konteks yang lebih luas di mana sistem WTO saat ini beroperasi, yang mencerminkan serangkaian ketegangan perdagangan global luar biasa.

Panel pun meminta supaya Amerika Serikat dan Tiongkok mengejar upaya lebih lanjut untuk mencapai solusi yang saling memuaskan dalam perselisihan mereka. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN