Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Darmawan Junaidi (ist)

Darmawan Junaidi (ist)

Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Karya Terbaik Lahir dari Ketulusan

Senin, 4 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Ketulusan dan tanggung jawab. Dua kata itu mungkin terdengar jamak dan biasa. Padahal, jika dijalankan secara konsisten dan sungguh-sungguh, apalagi menjadikannya sebagai filosofi hidup, ketulusan dan tanggung jawab akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Ketulusan dan tanggung jawab akan membuat seseorang bekerja, berkarya, berkreasi, dan menjalani hidup tanpa beban. Kenapa? Karena ia melakukannya tanpa pamrih, semata-mata ingin memberikan manfaat kepada orang lain. Alhasil, apa pun yang dikerjakan, sesulit apa pun masalah yang dihadapi, semua akan terasa ringan.

Darmawan Junaidi adalah eksekutif yang percaya betul terhadap kehebatan nilai-nilai ketulusan dalam hidup, termasuk dalam pekerjaan. Dengan niat yang tulus, seseorang akan menghasilkan karya terbaik karena ia mengeluarkan segenap potensinya, tanpa merasa tertekan, tanpa pamrih.

“Namun, niat yang tulus harus diikuti tanggung jawab agar bisa berkomitmen terhadap pekerjaan dan menyelesaikannya sesuai yang diharapkan,” kata Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu kepada wartawan Investor Daily, Aris Cahyadi di Jakarta, baru-baru ini.

Ketulusan dan tanggung jawab adalah nilai-nilai yang ditanamkan orang tua Darmawan Junaidi sejak ia kecil. Nilai-nilai itu pula yang turut mengantarkan pria kelahiran Palembang, 25 Juni 1966, ini menjadi orang nomor satu di Bank Mandiri.

"Orang tua saya mengajarkan agar saya selalu berupaya untuk tulus terhadap apa pun yang dihadapi dan dikerjakan. Orang tua saya juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sejak saya kecil, " tutur dia.

Bagaimana lika-liku perjalanan karier lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang ini hingga menjadi Direktur Utama Bank Mandiri? Apa saja targetnya untuk emiten pelat merah yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham BMRI tersebut? Berikut penuturan lengkapnya:

Bagaimana perjalanan karier Anda hingga sampai di posisi saat ini?

Saya sekolah di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Tentunya ini tidak menyurutkan cita-cita saya untuk berkarier di bank. Saya sempat menjadi junior lawyer di salah satu lawfirm di Jakarta. Saya kemudian diterima di Bank Bumi Daya (BBD, sebelum dilebur ke Bank Mandiri). Saya memulai karier di unit yang menangani credit recovery pada 1991.

Sejak peleburan Bank Mandiri pada 1999, karier saya lebih banyak di bidang treasury. Pada 2015, saya pernah membantu bidang distribusi sebagai Regional Chief Executive Officer (CEO) Bali dan Nusra Bank Mandiri. Setahun kemudian saya dipercaya menjadi Group Head Treasury Bank Mandiri.

Selanjutnya saya menjabat sebagai Direktur Treasury International Banking, and Special Asset Management sejak Agustus 2017. Saya bertanggung jawab terhadap loan recovery, legal, dan penyediaan solusi transaction banking wholesale segment.

Kemudian berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Desember tahun lalu, saya mendapat amanah sebagai Direktur Utama, menggantikan bapak Royke Tumilaar yang pindah ke Bank Negara Indonesia (BNI).

Selain di Bank Mandiri, pada 2016-2017 saya pernah ditugaskan sebagai Direktur Keuangan PT Semen Indonesia, kemudian dipercaya menjadi Plt Direktur Utama periode Mei-Agustus 2017. Pada 2016-2017, saya menempati posisi sebagai Komisaris Utama di PT Semen Kupang Indonesia.

Kenapa Anda banting stir dari lawyer menjadi bankir?

Ada cita-cita dari kecil untuk menjadi seseorang yang mandiri, tidak tergantung orang lain. Memulai karier di bank merupakan kesempatan yang ada saat itu, yang saya yakini sesuai dengan cita-cita saya.

Upaya Anda meningkatkan kinerja Bank Mandiri?

Bank Mandiri memiliki core competence sebagai wholesale bank. Segmen tersebut merupakan backbone penggerak bisnis utama bank. Di samping itu, Bank Mandiri mendorong segmen retail agar dapat merangkul seluruh kebutuhan elemen masyarakat. Hal ini sesuai strategi jangka panjang (corporate plan) perusahaan yang tertuang dalam visi 'menjadi partner finansial utama pilihan nasabah'.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, penyaluran kredit dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat, sehingga menghasilkan kualitas kredit yang baik.

Selain itu, dalam mengeksekusi strategi bisnis, kami secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Strategi Bank Mandiri agar tetap kompetitif di wholesale dan retail banking?

Agar tetap kompetitif di wholesale dan retail banking, hal terpenting yang kami lakukan adalah menghadirkan layanan yang unik, tepat, dan andal dalam memberi solusi bagi kebutuhan nasabah. Selain itu, kami senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan dengan cara membuat Mandirian selalu adaptif dan inovatif.

Kami juga senantiasa aktif mendorong inovasi dalam menghadirkan solusi perbankan digital yang andal untuk mempercepat ekspansi bisnis bank pada segmen wholesale dan retail di era industri 4.0. Kondisi pandemi ini pun kami antisipasi dengan meningkatkan kualitas layanan, terutama dari sisi digital.

Solusi digital yang dikembangkan Bank Mandiri?

Bagi nasabah retail, kami telah mengenalkan Livin' by Mandiri. Ini akan dikembangkan menjadi super app yang dapat memberi nasabah akses lebih luas ke produk dan layanan Mandiri Group.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan nasabah wholesale, kami tengah mengembangkan platform digital untuk memenuhi kebutuhan transaksional. Nantinya solusi transaksi nasabah wholesale menjadi terintegrasi dalam satu platform. Platform ini akan kami luncurkan pada kuartal IV-2021.

Inisiatif unggulan lainnya adalah dukungan program Open Banking melalui Mandiri API (Application Programming Interface) yang memungkinkan kolaborasi antara platform pelaku bisnis dan layanan Bank Mandiri secara seamless.

Contoh layanan yang sangat populer di antaranya transaksi top up mandiri e-money, inquiry, transfer antar-rekening, pinjaman digital, dan pembayaran secara direct debit di jaringan partner e-commerce dan e-wallet.

Cara Bank Mandiri bertahan di tengah pandemi?

Selama masa pandemi Covid-19, Bank Mandiri berkomitmen tetap memberikan layanan dan kinerja yang optimal dengan mengedepankan pertumbuhan bisnis yang sehat. Pada kuartal II-2021, pertumbuhan bisnis dan profitabilitas terus membaik secara kuartalan maupun secara tahunan.

Bank Mandiri menjaga pertumbuhan kredit secara prudent dengan mengedepankan kualitas, antara lain di sektor yang masih prospektif atau di sektor unggulan sesuai potensi masing-masing wilayah. Sejalan dengan perubahan perilaku nasabah, kami secara berkesinambungan menghadirkan solusi transaksi perbankan secara digital yang andal, mudah, dan cepat.

Kiat Bank Mandiri memenangi persaingan?

Persaingan selalu ada dari waktu ke waktu. Persaingan itu bagus untuk bisnis karena akan memacu kami agar terus berinovasi. Berbeda dengan masa lalu ketika Bank Mandiri bersaing dengan sesama bank, saat ini kami juga bersaing dengan perusahaan-perusahaan startup teknologi dan fintech. Mereka umumnya menyasar konsumen dan nasabah yang belum tersentuh layanan perbankan.

Namun, persaingan yang lebih ketat mendorong kami terus menjaga dan meningkatkan mindset bisnis dan agility, baik dari sisi pengembangan teknologi maupun manajemen risiko dalam menghadapi kompetisi di pasar.

Tantangan terberat yang dihadapi Bank Mandiri?

Ketidakpastian pemulihan kondisi ekonomi tentunya menjadi tantangan bagi pencapaian kinerja Bank Mandiri. Saat ini merupakan periode yang sangat berat bagi dunia usaha sehingga dibutuhkan komitmen kolektif dan kolaborasi dari seluruh stakeholder ekonomi agar dapat bertahan.

Tantangan lainnya yaitu persaingan yang tidak hanya dengan sesama bank, tapi juga dengan startup teknologi dan fintech. Namun, kami yakin dengan inisiatif Mandiri Digital yang ditopang fundamental bisnis yang kuat dan sustainable, serta inovasi digital yang didukung investasi teknologi dan SDM, kami bisa mengatasi semua tantangan tersebut.

Corporate culture yang Anda terapkan di Bank Mandiri?

Kami mengajak seluruh Mandirian untuk berkomitmen, mengubah pola pikir, cara kerja, dan perilaku dengan budaya Mandiri.

Pertama adalah budaya Satu Hati Satu Mandiri. Mandirian harus mengutamakan kepentingan Bank Mandiri di atas kepentingan yang lain, berkolaborasi, serta empati dan saling menghargai, menghilangkan budaya feodal dan budaya asal bapak senang (ABS), serta menghilangkan sikap kompetitif di lingkungan internal.

Kedua, Mandirian Tangguh. Mandirian harus memiliki pola pikir pembelajar, bekerja dengan cerdas, gesit, adaptif dan solutif, serta memiliki jiwa entrepreneurship dalam menghadapi tantangan. Sikap ragu-ragu dan mudah menyerah serta malas belajar juga harus dihilangkan.

Ketiga, Tumbuh Sehat. Mandirian harus berpikir dan bertindak seimbang, tidak sekadar mengejar key performance indicator (KPI), cepat mengendalikan risiko, serta memperbaiki dan meningkatkan proses secara berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang.

Keempat, Penuhi Kebutuhan Pelanggan. Mandirian diusahakan mendalami kebutuhan dan menjaga hubungan profesional dengan pelanggan, untuk memberikan solusi pemenuhan kebutuhan pelanggan yang paling tepat. Kelima, Bersama Membangun Negeri. Mandirian harus mampu memaknai pekerjaan, selalu memberikan kontribusi terbaik, serta memiliki peran seimbang dalam membangun negeri sebagai agen pembangunan (agent of development).

Bagaimana Anda menerapkan GCG?

Kami senantiasa memastikan good corporate governance (GCG) terselenggara dalam setiap kegiatan usaha, terutama di masa pandemi yang merupakan kondisi extraordinary yang menuntut tingkat adaptif yang tinggi.

Bank Mandiri konsisten menerapkan dan meningkatkan kualitas GCG. Hal ini terlihat pada governance outcome yang meningkat dari tahun ke tahun. Itu tercermin pada berbagai penghargaan, di antaranya predikat Perusahaan Sangat Terpercaya dalam penilaian CGPI. Ini merupakan penghargaan Bank Mandiri yang ke-14 sejak 2007 hingga 2020 secara berturut-turut.

Bank Mandiri juga masuk Asean Asset Class dalam pemeringkatan Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS) oleh Asean Capital Market Forum. Selanjutnya Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai The Best GRC Overall for Corporate Governance & Performance 2021 pada pemeringkatan GRC & Performance Excellence Award 2021 yang dilaksanakan majalah Business News.

Terobosan Anda yang paling monumental?

Mengawali masa kepemimpinan saya di Bank Mandiri akhir tahun lalu, saya bersama tim merumuskan tactical strategy yang akan menjadi strategi utama. Ini dijalankan dalam dua tahun pertama kepemimpinan saya.

Dalam tactical strategy, kami menangkap peluang untuk mengoptimalkan bisnis wholesale dan turunannya melalui value chain, serta meningkatkan kapabilitas SDM dalam mendukung pertumbuhan Bank Mandiri guna mencapai aspirasi dan visi corporate plan 2020-2024, yakni menjadi partner finansial utama pilihan nasabah.

Strategi tersebut mencakup peningkatan aspek internal Bank Mandiri untuk menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif dengan mengoptimalkan kekuatan sebagai wholesale bank serta membangun ekosistem nasabah secara holistik.

Kinerja bisnis Bank Mandiri saat ini?

Pada kuartal II-2021, pertumbuhan bisnis dan profitabilitas Bank Mandiri terus membaik dibandingkan secara kuartalan maupun secara tahunan (year on year/yoy). Bank Mandiri juga menjaga pertumbuhan kredit secara prudent dengan mengedepankan kualitas, antara lain di sektor yang masih prospektif sesuai potensi masing-masing wilayah.

Pada kuartal II-2021, aset Bank Mandiri mencapai Rp 1.580,5 triliun, tumbuh 16,26% (yoy), kredit mencapai Rp 1.014,3, triliun, tumbuh 16,37% (yoy). Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 19,73% (yoy) menjadi Rp 1.169,2 triliun, dengan current account saving account (CASA) sebesar Rp 800,8 triliun, tumbuh 32,49% (yoy).

Kualitas kredit pun cukup terjaga, dengan rasio non performing loans (NPL) gross sebesar 3,08% atau turun 21 bps. Laba bersih mencapai Rp 12,5 triliun, tumbuh 21,45% (yoy). Livin’ telah mencapai 7,8 juta pengguna atau tumbuh 44,9% (yoy) dengan 434,9 juta transaksi, meningkat 64,6% (yoy).

Target Anda ke depan?

Target kami ke depan adalah terus menjaga pertumbuhan yang sustain dan prudent dengan mengedepankan kualitas yang terjaga. Upaya kami adalah mempertajam strategi yang mencakup tiga area. Pertama, integrasi bisnis wholesale dan retail dengan mengoptimalkan potensi akuisisi value chain pada ekosistem nasabah wholesale.

Kedua, menumbuhkan dan mengoptimalkan potensi bisnis serta sektor unggulan di wilayah Indonesia. Ketiga, melanjutkan akselerasi digital melalui pengembangan solusi digital, perbaikan proses, modernisasi channel, serta peningkatan kapabilitas core banking untuk mendukung aktivitas perbankan nasabah secara lebih cepat dan andal.

Kiat Anda mencapai kesuksesan?

Niat yang tulus terhadap apa pun yang dihadapi dan dikerjakan. Saya mencoba menerapkan hal itu dalam kehidupan saya. Bertanggung jawab juga merupakan sikap yang tertanam dalam diri saya. Orang tua saya membentuk nilai-nilai ini sejak saya kecil.

Dalam bekerja, saya selalu berusaha untuk memenuhi ekspektasi atasan yang memberikan penugasan, serta membangun teamwork yang solid. Ketekunan dalam bekerja dan menjaga integritas juga selalu saya kedepankan agar saya bisa men-deliver kinerja terbaik.

Filosofi hidup dan nilai-nilai yang Anda terapkan?

Tanggung jawab dan memberi manfaat kepada orang lain adalah ajaran utama yang ditanamkan orang tua kepada saya, sehingga saya bersungguh-sungguh dalam segala hal dan harus bertanggung jawab, apa pun konsekuensinya.

Orang tua saya memberikan peran lebih kepada saya di rumah dan memberikan pemahaman tentang arti tanggung jawab. Juga agar saya bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar. ***

Darmawan Junaidi (ist)
Darmawan Junaidi (ist)

Melatih Kesabaran lewat Golf dan Gowes

Meski punya sedikit waktu luang akibat kesibukannya sebagai orang nomor satu di Bank Mandiri, Darmawan Junaidi masih menyempatkan diri untuk menjalani dua hobinya, yakni golf dan bersepeda road bike alias gowes.

"Saya memang tidak memiliki hobi unik karena hobi saya itu sebenarnya berolahraga. Namun akibat kesibukan di kantor, saya mulai sulit berolahraga. Saya rutin bermain golf atau bersepeda road bike," ujar Darmawan.

Darmawan, yang gandrung berolahraga sejak muda, menganggap golf dan gowes sangat penting, tak hanya berguna untuk kesehatan fisik, namun juga dapat meningkatkan kualitas hidup.

"Selain bisa memperkuat networking, golf dan gowes memiliki filosofi yang beririsan, yakni kesabaran, kekuatan, dan konsentrasi," papar dia.

Bagi Darmawan, kesabaran diperlukan agar ia bisa bersabar dalam meraih target dan menikmati proses yang dijalani. Sedangkan kekuatan membantunya tetap kuat dan tak boleh lemah dalam mewujudkan keinginan.

“Adapun konsentrasi dibutuhkan agar saya tetap fokus dan terus berkonsentrasi sehingga tidak kehilangan motivasi dalam mencapai tujuan,” tutur dia. (ris)


Biodata

Nama lengkap: Darmawan Junaidi.

Tempat/tanggal lahir: Palembang, 25 Juni 1966.

Pendidikan :

- S1 Universitas Sriwijaya, Palembang.

Karier:

- Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri (2018-2020).

- Direktur Treasury Bank Mandiri (2017-2018).

- Plt Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (2017).

- Komisaris Utama PT Semen Kupang Indonesia (2016 – 2017)

- Direktur Keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (2016-2017).


 


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN