Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hengky Pratoko (foto: Investor Daily/Amrozi).

Hengky Pratoko (foto: Investor Daily/Amrozi).

Hengky Pratoko, Ketua ALFI Jatim/Founder & Owner PT Zenith Zone Logistic

Kesuksesan Hanya Milik Orang Tangguh, Tenang, dan Bijak

Selasa, 16 November 2021 | 11:03 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

Hidup ini tak ubahnya lintasan reli. Kita, manusia, adalah pembalapnya. Siapa pun yang ingin sukses dalam hidup, ia harus harus memenangi reli. Untuk memenangi reli, 'sang pembalap' harus menguasai medan.

Hal yang sama berlaku dalam bisnis. Seorang pebisnis harus menguasai medan untuk mencapai kemenangan. Bahkan, penguasaan medan turut menentukan sukses atau tidaknya seorang pebisnis.

“Dalam bisnis, dengan mengetahui medan, kita bisa mempersiapkan diri. Tanpa persiapan, ibarat membawa pistol tanpa membawa peluru, tidak akan ada gunanya,” kata Founder & Owner PT Zenith Zone Logistic, Hengky Pratoko.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur ini mengidentikkan liku-liku bisnis dengan problematika kehidupan. Seorang pebisnis harus berjiwa tangguh, tenang, dan bijak.

“Kalau bisa menghadapi semua problematika hidup ini dengan tenang dan bijaksana, kita sudah memiliki satu poin untuk memenanginya,” ujar pengusaha kelahiran Mojokerto, 1965 ini.

Hengky terjun ke bisnis logistik selepas lulus dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Ia menggeluti bisnis logistik secara kebetulan alias tidak direncanakan. Namun, seiring berjalannya waktu, bapak tiga anak ini sangat menikmati tantangannya. Terlebih saat perusahaan di mana ia memulai karier, terancam bangkrut. “Saya merasa ditantang untuk bisa mengangkat lagi performa perusahaan,” tegas dia.

Berbekal pengalaman dan jaringan global yang dimilikinya, Hengky pun berhasil mengentaskan perusahaan itu dari ancaman kebangkrutan. Namun, di balik keberhasilan itu, ada dorongan kuat dalam dirinya untuk mandiri dengan mendirikan perusahaan sendiri. Hasilnya, berdirilah PT Zenith Zone Logistic.

Selain mengembangkan usahanya, Hengky aktif di organisasi kepelabuhanan, ALFI Jawa Timur, sebagai ketua sampai sekarang. Di organisasi itu, ia berkontribusi memberi banyak masukan kepada otoritas pelabuhan tentang perbaikan layanan logistik, termasuk menjelang proses integrasi PT Pelindo (Persero) beberapa waktu lalu.

Berikut penuturan lengkap Hengky Pratoko kepada wartawan Investor Daily, Amrozi Amenan di Surabaya, baru-baru ini:

Bagaimana awal mula Anda terjun ke bisnis logistik?

Saya memulai karier di pelabuhan sejak 1990 saat fresh graduated dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Bergabung dengan perusahaan pelayaran, Samudera Indonesia dan ditempatkan di divisi asing, American President Line (APL) sebagai sales representative. Beruntung saat kuliah saya mengikuti les Bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Inggris saya sangat mendukung posisi itu.

Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya saya pindah ke Jakarta sebagai manager marketing Arab United Shipping Company. Setahun kemudian, saya kembali ke Surabaya dan dipercaya sebagai brand manager di perusahaan forwarder Jerman selama tujuh tahun lebih.

Apa pengalaman yang bisa petik dari perjalanan karier tersebut?

Banyak pengalaman yang saya dapat, namun yang paling berkesan adalah saat kondisi perusahaan terancam kolaps dan saya terlibat dalam upaya pembenahan. Lalu performa perusahaan itu membaik lagi.

Tetapi ketika perusahaan berhasil keluar dari zona kebangkrutan, saya jadi sedih. Kami berbeda visi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mendirikan perusahaan sendiri setelah 10 tahun saya bekerja ikut orang lain.

Dari sini pula saya memetik pelajaran berharga bahwa setiap kali mengemban tugas atau jabatan, hal terpenting adalah apa yang digariskan pemilik perusahaan. Objektifnya apa dulu, baru kemudian dibuat komitmen yang diselaraskan dengan skill yang saya miliki. Intinya, bagaimana saya bisa mengabdi kepada perusahaan tersebut sebaik mungkin.

Mengapa Anda tertarik berbisnis logistik dan ekspedisi?

Ketertarikan saya pada dunia logistik awalnya karena tidak sengaja. Ini sangat erat kaitannya dengan lamaran yang saya kirim ke berbagai perusahaan saat awal merintis karier. Karena yang pertama merespons adalah perusahaan pelayaran, akhirnya saya berkarier di dunia pelayaran.

Seiring berjalannya waktu, profesi ini bagi saya sangat menarik. Banyak nilai yang bisa saya petik, mulai dari transparansi atau keterbukaan yang terbangun, hingga komitmen serta disiplin tinggi yang harus dipegang oleh semua pelaku bisnis di bidang logistik.

Inilah yang kemudian membuat saya sangat teguh berpijak di sini. Di industri ini, kami harus memiliki komitmen kuat dan harus berjalan pada jalurnya, pada rule of the game-nya.

Kecintaan pada dunia pelayaran juga karena ada tantangannya, mulai dari logistik pelayarannya hingga barang diterima oleh pemiliknya. Terlebih karena saya memiliki sertifikat bahasa asing dan skill itu akhirnya terpakai.

Satu lagi yang terpenting dalam bisnis logistik adalah mengerti siapa customer kita, apa yang mereka butuhkan, itu yang harus menjadi pegangan. Kebutuhan tidak sama dengan keinginan, karena kebutuhan sangat erat kaitannya dengan aktivitas perusahaan mereka. Misalnya suplai kontainer, kualitas kontainer yang dikirim, dan ketepatan waktu.

Kunci keberhasilan Anda?

Pertama adalah percaya kepada kuasa Allah. Kalau kita sudah percaya, maka kita mengamininya. Kita sepenuhnya yakin bahwa yang kita kerjakan sesuai jalan Allah. Kalau kita yakin dengan sepenuh hati, pekerjaan apa pun bisa terlampaui. Juga yang terpenting adalah menjadi berkat untuk keluarga dan masyarakat.

Lalu, ketika menempati sebuah posisi atau jabatan, saya tak berdiam diri di belakang meja. Saya menerapkan manajemen jalan-jalan atau turun ke bawah, mengunjungi, menyapa anak buah, menanyakan apa kendala dalam pekerjaan, bagaimana keadaannya.

Jadi, suasananya tidak kaku. Saya tidak harus selalu memanggil mereka ke meja saya, tapi mendatangi mereka. Juga ada kekeluargaan dan keramahtamahan. Saya mengutamakan komunikasi yang baik dengan anak buah, menaruh kepercayaan kepada mereka, dan memberikan reward ketika mereka melakukan extra ordinary.

Adapun di organisasi, saya memimpin ALFI sudah empat periode, lima tahun pertama sebagai multi moda transportasi, periode kedua sebagai wakil ketua, periode ketiga sebagai ketua.Yang terakhir ini sebagai ketua juga, masa baktinya akan berakhir pada 2022. Yang paling penting dalam memimpin adalah mencintai pekerjaan, menyukai apa yang kita kerjakan, dan berkomitmen.

Kiprah Anda yang paling berkesan?

Yang sangat fenomenal adalah persiapan menghadapi proyek dari luar negeri, sebagai konsultan logistik perusahaan asing. Biasanya kan konsultan yang dipakai dari Singapura, Hong Kong, atau Jerman. Tetapi mereka memilih perusahaan saya sebagai konsultan lokal. Ini tentu membanggakan karena hal itu membutuhkan trust yang luar biasa.

Filosofi hidup Anda?

Sejauh ini, yang sangat saya pegang teguh tidak lebih adalah keimanan yang saya dapat dari orang tua. Mencari rezeki itu harus menggunakan cara-cara yang baik dan salurkanlah sebagian harta kita untuk orang yang membutuhkan.

Hidup harus dihadapi. Walaupun susah, menyakitkan, atau terimpit, kita harus menghadapinya dengan tenang dan bijaksana. Kita juga harus tangguh. Live is complicated, live isn’t always right, always there is problem with that.

Dalam setiap reli perjalanan hidup, pastilah ada masalah. Tetapi kalau menghadapinya dengan tenang dan bijak, kita sudah memiliki satu poin untuk memenanginya. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berbisnis.

Obsesi Anda?

Saya sudah mencapai apa yang saya inginkan, yakni membangun perusahaan sendiri, mengembangkannya, dan saya masih tetap bisa berkarya. Ini adalah anugerah dari Tuhan yang harus saya syukuri.

Terus terang, obsesi saya saat ini adalah bisa mengajak keluarga ke beberapa negara. Kalau kota-kota di dalam negeri sudah kami kunjungi semua. Keinginan itu sempat terhenti karena Covid-19. Beberapa negara sudah saya kunjungi. Tetapi janji kepada istri dan anak untuk mengajak mereka ke tempat lainnya belum tersampaikan karena pandemi.

Cara Anda membagi waktu dengan keluarga?

Dulu saya termasuk orang yang gila kerja. Saat akhir pekan, saya sering keluar kota, bisa dua minggu sekali, bahkan seminggu sekali karena urusan kerjaan. Nah, saat pandemi, kita kan kebanyakan di rumah, working form home.

Kalau saya refleksikan ke belakang, itu saya sampai minta maaf kepada keluarga, kepada istri dan anak-anak saya. Saya sadar, dulu saya begitu luar biasanya menghabiskan waktu untuk bekerja. Sekarang saya berupaya membatasi aktivitas pada Sabtu dan Minggu. Sabtu dan Minggu adalah waktu untuk keluarga.

Apa yang Anda kejar dalam hidup ini?

Kalau bicara tentang apa yang kita kejar, sebetulnya kita akan dihadapkan pada keberadaan Tuhan. Ketika berpulang, kita tidak membawa apa-apa. Maka yang terbaik adalah kita harus menanamkan hal yang baik kepada anak-anak, kepada staf kita, atau kepada seluruh anggota organisasi.

Jadi, saya merasa, pada usia saya ini, kita mengejar apa, itu tidak ada. Kalau bisa, kita mendapatkan berkat, bahkan jangan hanya berhenti di situ. Kita harus menjadi saluran berkat bagi orang banyak. Itu yang sebenarnya selalu saya gaungkan kepada kelompok reuni, grup WA bahwa di manapun cobalah berbagi, cobalah peduli.

Kendala utama yang dihadapi pengusaha logistik sekarang?

Kami terkendala kekosongan kontainer. Penyebabnya ada lima, yaitu kapal, space kapal, ketersediaan kontainer, harga, dan kebijakan perdagangan antarnegara.

Kami berupaya memberikan masukan kepada pemerintah, termasuk mendesak Kadin Indonesia sebagai lembaga yang menaungi pengusaha untuk terus bersuara, membawa aspirasi kami untuk disampaikan kepada presiden. Sebab, kelangkaan kontainer ini telah mendunia dan harganya sudah tidak tertolong.

Jika sebelum pandemi harganya sangat bersahabat, maka saat ini sangat jahat, naik 5-10 kali lipat. Kalau Indonesia percaya diri, yang harus dilakukan adalah maju ke WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), melakukan negosiasi dan mengadukan permasalahan ini. Tetapi jika belum percaya diri, Indonesia harusnya berkolaborasi dengan negara-negara lain di Asean untuk mengadukan persoalan ini ke WTO.

Selain kekosongan kontainer, masalah yang saat ini tengah dihadapi pengusaha logistik dan kepelabuhanan adalah rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara bertahap hingga 2025. Berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), tarif PPN dinaikkan menjadi 11% dari saat ini 10%.

Padahal, PPN merupakan salah satu komponen krusial dalam ongkos produksi selain logistik, tenaga kerja, dan bahan baku. Jika PPN naik, saya khawatir pelaku usaha melakukan efisiensi karyawan untuk menekan upah, terutama di industri kecil.

Sebagai Ketua Forum Masyarakat Kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang antara lain beranggotakan ALFI, Ginsi (Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia), Organda (Organisasi Angkutan Darat), GPEI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia), dan APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia), kami tengah membahas tentang isu kenaikan pajak tersebut.

Harapan kami, sekarang kita sedang recovery, belum sepenuhnya pulih. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, pabrik-pabrik belum mempekerjakan mereka kembali, kita masih dalam suasana memprihatinkan.

Kita minta agar pajak direm, jangan dinaikkan dulu. Tahun ini maupun tahun depan, saya rasa itu tidak tepat waktunya. Berilah kita relaksasi, beri kita waktu untuk bernapas lebih baik lagi. Baru setelah ekonomi membaik, pemerintah bisa menaikkan pajak. ***

Hengky Pratoko (foto: Investor Daily/Amrozi).
Hengky Pratoko (foto: Investor Daily/Amrozi).

Bernyanyi, Pelampiasan yang Sempurna

Saat merayakan ulang tahun beberapa waktu silam, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur menggelar pesta besar-besaran dan mendatangkan penyani Andy /rif.

Hengky Pratoko pun ikut bernyanyi bersama vokalis /rif tersebut. Para undangan memberi sambutan meriah dan memuji suara Hengky.

“Sepanggung dengannya di acara yang special seperti itu rasanya sangat senang dan bangga sekali, seperti ada penyaluran hobi,” tutur Hengky.

Hengky Pratoko memang punya bakat tarik suara. Bakat dan hobi menyanyi sudah dimilikinya sejak ia kecil. Menginjak remaja, ia juga gemar memetik gitar.

“Dulu, saya pernah bilang kepada orang tua saya bahwa saya ingin sekolah musik. Mereka tidak melarang, tetapi mereka mengarahkan pelan-pelan, memberikan alternatif agar saya kuliah bahasa Inggris karena saya memiliki keunggulan dalam hal bahasa,” papar anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Supranoto dan Fortuna Arlita ini.

Saat kuliah, Hengky sempat bergabung dengan grup band. Ia berposisi sebagai gitaris. “Tetapi saat tua ini justru saya bergeser sebagai vokalis,” ujar dia.

Sampai sekarang, Hengky masih suka menyanyi. Bahkan, ia selalu menghabiskan waktu senggangnya dengan bernyanyi di kafe atau tempat lain. (ros)

 

Biodata

Nama: Hengky Pratoko.

Tempat/tanggal lahir: Mojokerto 5 Juni 1965.

Pendidikan:

- Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Malang (1989).

- Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang (1990).

Karier:

- Sales Representative PT Samudera Indonesia.

- Div American President Lines (1990-1993).

- Sales and Marketing Manager United Arab Shipping Company (1993-1994).

- Branch Manager PT Unggul Cipta (1995-2003).

- General Manager PT Safeway (2004-2008).

- Founder and Owner PT Zenith Zone Logistic (2009 - sekarang).

Organisasi:

- Multi moda transpot AlFI Jatim (2002- 2007).

- Wakil Ketua AlFI Jatim (2007-2012).

- Ketua ALFI Jatim (2012-2017).

- Ketua AlFI Jatim periode ke-2 (2017-2022).

- Komite Tetap Bagian Logistik Kadin Jatim (2015-2020).

- Wakil Ketua Umum Bidang Logistik Kadin Jatim (2020-2025).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN