Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reza Paten

Reza Paten

Jadi Miliuner di Usia Muda Berkat Robot Trading

Kamis, 18 November 2021 | 23:52 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

Reza tak pernah menyangka bahwa kehidupannya akan berubah demikian drastis dalam waktu yang terbilang singkat, yakni sekitar 2,5 tahun, sejak dia mengenal aplikasi/software yang belakangan adalah robot trading, dari seorang ibu rumah tangga yang lebih dulu meraih sukses. Dari seorang 'sales' biasa, kini Reza Syahrani atau biasa dipanggil Reza Paten kini telah menjadi seorang trader dan pengusaha dengan penghasilan miliaran rupiah di usia 36 tahun.

“Sebelumnya hidup saya serba kekuranganm, sampai-sampai saya pernah mengeluh pada ibu saya kapan kira-kira nasib akan berubah. Saat itu ibu saya mengatakan, jangan risau. Kalau Tuhan sudah berkehendak, maka rezeki akan datangn bahkan sampai kamu sendiri tak sanggup menampungnya,” kata lajang kelahiran Surabaya 26 Juli 1985 ini.

Meski berlatar pendidikan informatika, Reza menyadari bahwa minat dan bakatnya adalah berdagang. Suatu hari pada 2019 kenalan lamanya sorang ibu rumah tangga 'japri' dirinya dimemperkenalkannya sebuah software robot trading yang membuatnya berhasil. “Saya awalnya gak percaya, ditambah saya juga sangat awam di dunia finance, trading, saham, forex dan sejenisnya. Tapi saya dengarkan saja,” katanya.

Lalu dia pun membeli software tersebut seharga Rp 1,5 juta, dan mengalokasikan dana untuk modal trading sebesar Rp 7,5 juta. Aplikasi tersebut difokuskan pada trading dolar Amerika Serikat dan Euro, lantaran dua mata uang itu volumenya besar dengan likuditas tinggi. Reza menegaskan, robot trading merupakan sebuah tools yang membantu trader meraih profit. Dengan pola algoritma dan artificial intelegence (AI), aplikasi ini bisa menganalisis tren harga forex atau komoditas, termasuk aset kripto.

Dia mengingatkan, robot trading membantu analisis, bukan berarti semuanya akurat. Software robot trading hanya alat bantu. Reza saat itu sudah berhasil mendapatkan keuntungan meski tak besar. Hal itu membuatnya lebih bersemangat mempelajari trading lebih serius. “Karena untuk belajar fundamental dan mekanikal [teknikal] perlu waktu, tetapi yang perlu dipahami trading enggak selalu untung, harus siap dengan lost," katanya.

Yang ada di benaknya jika bisa invest dana lebih besar, maka hasil yang bisa diraih lebih besar, karena persentase keuntungan forex relatif stabil yakni 10%. “Tapi karena saya tidak punya modal, maka saya jualan software juga,” paparnya.

Berkat kepiawaiannya, aplikasinya sudah sampai ke Eropa, Kamboja, hingga Malaysia. Kini aplikasi robot trading yang dijual sudah tersebar ke 60.000 pengguna di seluruh dunia.

Keberhasilan dia menjual software ini salah satunya karena adanya pandemi. “Saat pandemi, orang tidak bisa kemana-mana, lebih banyak diam di rumah. Tidak bisa bisnis secara tatap mata. Akhirnya kegiatan yang sifatnya online menjadi pilihan, salah satunya adalah trading secara online,” paparnya.

Jangan Serakah

Reza membeberkan kiat sukses menjadi seorang trader. Pertama, adalah bermental dewasa dan mampu mengontrol emosi.

"Jangan greedy [serakah], kalau cuan jangan terpancing emosi untuk beli lagi. Begitu halnya ketika lost, jangan penasaran masuk lagi. Semua keputusan jangan didasarkan pada emosi," kata Reza.

Kiat sukses kedua adalah mempelajari ilmunya baik secara fundamental maupun teknikal. "Jangan tebak-tebakan, kuasai ilmu trading!"

Faktor ketiga adalah sering berbagi. Pasalnya, dalam setiap rezeki, ada hak orang lain. "Intinya kita bersedekah," katanya.

Disinggung soal maraknya investasi bodong, Reza mendukung langkah regulator yang menutup investasi ilegal dengan beragam janji manis. "Investasi bodong rata-rata kasih janji manis, saya setuju pemerintah razia investasi bodong. Padahal, trading adalah sesuatu hal yang tidak pasti," kata dia.

Reza yang memiliki komunitas trading forex dan aset kripto bernama Podosugi ini kerap melakukan edukasi pada masyarakat khususnya milenial yang baru belajar trading. "Kita buat kelas zoom atau mini workshop, bagaimana memahami ilmunya.Saya ingin lebih banyak lagi masyarakat khususnya kaum muda milienial bisa meraih sukses dan sugi (sugih/kaya) di usia muda," katanya.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN