Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ishak Chandra (foto ist)

Ishak Chandra (foto ist)

Ishak Chandra, CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land)

Teruslah Belajar Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Selasa, 23 November 2021 | 09:00 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

Fokus pada tujuan, konsisten, dan terus belajar! Tiga kalimat itulah yang selalu dipegang teguh Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), Ishak Chandra.

Dalam kamus sukses Ishak Chandra, setiap orang harus fokus pada apa yang dikerjakannya. Bukan hanya fokus dalam bekerja, tetapi juga dalam memilih industri atau bidang yang digeluti.

Namun, fokus saja tak cukup untuk mengantarkan seseorang pada puncak kesuksesan. Ia harus memiliki konsistensi. Soalnya, banyak jalan mendaki dan berliku untuk mencapai suatu tujuan.

“Tantangan hanya bisa ditaklukkan oleh pribadi yang konsisten dalam arti pantang menyerah, ulet, dan penuh semangat,” tutur Ishak Chandra kepada wartawan Investor Daily, Nabil Al Faruq di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pengusaha kelahiran Surabaya, 14 Agustus 1969, ini juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang lebih baik. Seseorang hanya bisa merengkuh kesuksesan yang sesungguhnya jika punya kepribadian yang baik. Caranya? Teruslah belajar untuk memperbaiki diri setiap hari.

“Bukan cuma belajar dari segi keterampilan, tetapi juga belajar tentang kebijaksanaan, belajar bagaimana kegigihan orang, belajar bagaimana strategi orang, atau bahkan belajar dari kegagalan orang,” tegas dia.

Sebagai orang nomor satu di Perintis Triniti Properti (Triniti Land), Ishak Chandra selalu mengingatkan para karyawannya agar bersama-sama memajukan perusahaan ke level yang lebih tinggi.

Bagi Ishak, jika ingin mencapai kesuksesan di perusahaan, seseorang tidak bisa hanya memikirkan kesuksesan diri sendiri. Ia pun harus membantu kesuksesan tim.

“Perusahaan itu kan punya key performance indicator (KPI) atau target. Kebanyakan orang hanya fokus pada KPI sendiri. Itu mindset yang salah. Kalau tim mencapai KPI, otomatis kita juga sukses mencapai KPI,” papar dia.

Ishak Chandra bukan orang baru di industri properti. Ia sudah malang melintang di industri ini selama hampir tiga dekade. Ishak merintis karier di sektor properti saat bergabung dengan Lippo Land (Lippo Group) pada 1992.

Gairah (passion) Ishak Chandra memang ada di industri properti. “Saya sangat senang bekerja di sektor properti karena banyak hal yang bisa dipelajari, seperti bisnis, proyek, marketing sales, dan keuangan,” ujar dia.

Sekitar tiga tahun 'mengenyam ilmu' di Lippo Land, Ishak Chandra memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2 di luar negeri. Setelah mengantongi gelar MBA, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan perusahaan patungan (joint venture/JV) Salim Group dan Sojits Jepang (PT Sanggraha Daksamitra) untuk membangun Soewarna Business Park.

Setelah sukses membagun Soewarna Business Park, Ishak melanjutkan perjalanan kariernya dengan bergabung bersama Grup Sinarmas Land dan menjabat sebagai salah satu direktur. Dua tahun kemudian, Ishak ditunjuk menjadi Managing Director sebelum dipercaya sebagai CEO.

Ishak menghabiskan waktu delapan tahun bersama Grup Sinarmas Land. Ia akhirnya memutuskan untuk mengubah tujuan hidup menjadi seorang pengusaha. “Saat itu, saya mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan empat founder utama Triniti Land,” kata Ishak. Berikut penuturan lengkapnya:

Kenapa Anda memilih karier di sektor properti?

Saya memulai karier sebagai management trainee (MT) di Astra International, memilih bidang sales marketing dan bekerja di sales otomotif. Saat itu, klien saya kebanyakan dari industri properti.

Saya melihat bisnis properti itu menjanjikan dan lumayan bergengsi. Saya langsung tertarik. Saya melihat sektor ini adalah one of the highest level in the industry. Saat saya bekerja di Astra International, kebetulan saya ditawarin bekerja di Lippo Land, di sinilah saya memulai karier properti saya.

Kiat Anda mencapai kesuksesan?

Ketika kamu mencintai suatu pekerjaan dan memiliki passion di sana, kamu dapat berbuat lebih baik, sehingga pekerjaan yang dikerjakan menjadi maksimal.

Saya memiliki pandangan bahwa sukses itu relatif. Namun, saya selalu merasa bahwa apa pun yang kita capai bukan peran kita sepenuhnya. Ada berkat dari Tuhan dan peran dari lingkungan kita, keluarga kita, teman-teman kita, orang tua kita, dari tim kita. Saya nggak mungkin bisa kerja sendiri.

Peran orang-orang di sekeliling kita itu penting. Saya selalu bilang, kalau ingin hidup benar maka kita harus bergaul dengan orang-orang benar.

Filosofi hidup Anda?

Harus fokus. Apa pun yang dikerjakan, kita harus fokus pada tujuan kita. Dari dulu saya memilih properti maka sampai sekarang pun saya fokus di bidang properti. Kemudian, saya harus menjadi orang yang konsisten dalam arti tidak mudah menyerah untuk mencapai tujuan.

Selanjutnya, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya dengan cara terus belajar, dari siapa pun. Kita harus terus memperbaiki diri. Bukan hanya skill saja, tapi juga belajar tentang kebijaksanaan, belajar bagaimana kegigihan orang, belajar bagaimana strategi orang, bahkan kita bisa belajar dari kegagalan orang.

Apa yang Anda kejar dalam hidup?

Saya ingin meninggalkan legacy di Triniti Land agar perusahaan ini menjadi perusahaan properti terbaik dan terpercaya di Indonesia serta diakui di Asia.

Kemudian, saya juga ingin mencetak pemimimpin-pemimpin baru yang akan memimpin perusahaan ke depan. Jadi, bukan founder lagi yang memimpin, tapi profesional.

Di luar Triniti Land, saya ingin bisa membantu atau mendukung ide-ide kreatif anak-anak muda. Menjadi mentor bagi mereka atau menjadi support system agar mereka menjadi pengusaha yang baik.

Untuk pribadi, saya ingin menjadi role model bagi anak-anak saya. Lalu bagaimana saya bisa menyiapkan anak-anak saya menjadi pengusaha dan pemimpin yang kompeten, mempunyai karakter, dan bisa memberikan impact yang positif bagi semua orang.

Cara Anda menyeimbangkan hidup?

Saya menjalani hidup secara seimbang. Jadi, saya tidak menganggap bekerja sebagai sebuah kewajiban. Kerja itu, bagi saya, adalah bagian dari life style atau gaya hidup saya. Saya dari dahulu selalu punya waktu kapan bekerja dan kapan menikmati kehidupan pribadi saya.

Contoh, dari dahulu, dalam setahun dua kali, saya pasti akan menghabiskan waktu saya dengan keluarga untuk jalan-jalan, apalagi anak-anak saya sekarang tidak di Indonesia. Saya akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk ketemu mereka di luar negeri.

Dari dulu hidup saya sudah seimbang, saya siapin waktu saja. Yang penting ada waktunya kerja dan ada waktunya dengan keluarga. Dari dulu saya sudah terbiasa untuk hidup balance.

Bagaimana Anda memimpin perusahaan?

Saya selalu berpikir untuk tidak memikirkan diri saya sendiri. Saya memimpin mereka dengan 'hati', bukan dengan 'otak' saja. Jadi, kalau ingin sukses, tentu kita harus memikirkan tim yang kita miliki agar bisa mencapai target.

Kalau tim kita sukses, otomatis level kita juga ikut terbawa naik. Jadi, buatlah orang lain sukses terlebih dahulu, itu akan berdampak positif kepada kita.

Selain itu, saya mencintai pekerjaan yang saya lakukan. Apa pun yang saya kerjakan, pasti saya suka. Mau saya dibayar atau tidak dibayar pun, saya tetap akan suka terhadap pekerjaan yang saya lakukan.

Kiat Anda memajukan perusahaan?

Dalam suatu perusahaan, kita harus tahu perusahaan itu punya kelebihan dan kekurangannya. Kita punya value preposition yang bisa kita tawarkan di pasar. Kita harus memahami hal tersebut terlebih dahulu.

Setelah dipahami, baru kita menyiapkan tujuan perusahaan, kita mau targetnya seperti apa, misalnya Triniti Land itu mau dibawa ke mana. Seorang CEO, pengusaha atau presiden direktur harus tahu kira-kira visi perusahaan dalam tiga, lima, atau 10 tahun ke depan seperti apa. Juga mempunyai target atau tujuan yang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan perusahaan.

Setiap perusahaan punya kelebihan dan kekurangan. Kita harus fokus pada kelebihan yang dimiliki. Ini yang nantinya disusun untuk menjadi visi dan target.

Untuk mencapai target tentu perlu strategi. Kalau ingin mencapai sesuatu, kita harus punya target. Kalau tidak punya strategi, kita tidak bisa mempercepat proses pencapaian target tersebut.

Untuk memajukan perusahaan, kita juga harus punya quick win initiatives. Berarti kita harus memilih inisiatif atau program yang paling memberikan dampak signifikan dengan cost paling rendah.

Saya selalu percaya pada quick win, saya tidak mau orang melakukan banyak hal atau banyak program, cukup fokus pada 3-5 goals dan menjalankan quick win initiatives yang kira-kira bisa menghasilkan dampak besar tapi cost-nya paling kecil. Ini yang selalu saya fokuskan.

Apa saja keberhasilan yang telah dicapai Triniti Land?

Go to next level. Pertama, membawa perusahaan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Januari 2020. Kemudian membawa Triniti Land masuk ke proyek yang selama ini di luar proyek utama. Dulu fokusnya hanya apartemen mix used, kini manajemen akan membawa Triniti Land masuk ke sektor di luar sektor utama, seperti landed house, logistic, dan masuk ke growth area di luar kawasan Serpong.

Dampak pandemi Covid-19 terhadap Triniti Land?

Triniti Land merupakan salah satu perusahaan yang berhasil melewati pandemi dengan baik. Bagi banyak orang dan perusahaan, pandemi itu nightmare yang tidak pernah diduga. Kami beruntung bisa melaluinya dengan cukup baik bersama-sama.

Saya meyakini pandemi ini adalah suatu big reset atau big filtering. Jadi, saya melihat bahwa semua orang sedang di filter mana yang memang sanggup tetap berdiri atau survive dan me-reset orang untuk mulai dari nol bersama-sama.

Big filtering ini me-reset atau mengatur ulang perusahaan-perusahaan yang bisa lolos dari pandemi. Saya rasa dia akan menjadi perusahaan yang kuat di kemudian hari. Bukan hanya Triniti Land, banyak perusahaan yang akan begitu. Yang sukses melewati pandemi pasti akan lebih kuat untuk melewati proses selanjutnya.

Target Triniti Land?

Ke depan, Triniti Land punya tiga goals. Pertama, visinya adalah membawa perseroan to the next level, seperti kita bisa di-recognize menjadi top 10-5 developer di Indonesia. Perseroan mau memperbesar sustain the growth dengan cara masuk ke sektor di luar apartemen, seperti rumah tapak, logistik, transit oriented development (TOD), business park atau data center.

Kami juga akan fokus ke daerah-daerah, bukan hanya Jabotabek, karena growth area itu kan bukan hanya Jabotabek dan Serpong. Maka sejak dua tahun lalu kami masuk ke Batam, tahun ini masuk ke Lampung, Sentul, dan rencananya masuk ke beberapa kota lain di luar yang ada sekarang.

Triniti Land juga akan menambah landbank (persediaan tanah) dengan tetap memakai lite asset strategy atau aset yang ringan. Bagaimana caranya? Kami bekerja sama dengan pemilik tanah. Istilahnya mengurangi cash outflow. Mengurangi pengeluaran untuk pembelian tanah, istilahnya bagi-bagi untung. Kami juga berencana rights issue atau emisi bond. ***

 

 

Ishak Chandra (foto ist)
Ishak Chandra (foto ist)

Dari Fotografi, Golf,  Kuliner, hingga Travelling

Dalam menikmati hidupnya, Ishak Chandra memiliki banyak kegemaran, dari mulai fotografi, golf, kuliner, hingga travelling. Hobi yang masih dijalani Ishak pada era pandemi Covid-19 adalah travelling.

“Saya senang travelling karena banyak pengalaman yang saya dapat,” kata dia.

Biasanya, Ishak melancong ke satu kota, daerah, atau negara untuk waktu yang lama. Maklum, travelling yang dilakukannya benar-benar untuk menikmati suasana.

“Saya lebih banyak menikmati satu kota saja, misalnya di Los Angeles (LA) bisa dua sampai tiga minggu. Kemudian bisa menetap di Sydney sampai 10 hari,” tutur dia.

Hobi travelling juga dimanfaatkan Ishak sebagai penambah wawasan. Saat melakukan perjalanan ke luar negeri, ia kerap memperhatikan keindahan arsitektur bangunan di kawasan-kawasan yang ia kunjungi.

“Saya mengagumi desain dan konsepnya, sehingga saya bisa mendapatkan inspirasi baru untuk diterapkan pada bagungan di Indonesia,” papar dia. (bil)

 

Biodata

Nama: Ishak Chandra.

Tempat/tanggal lahir: Surabaya, 14 Agustus 1969.

Pendidikan:

- Sarjana Hukum - Universitas Indonesia (1995).

- Master of Business Administration (MBA) - Universitas Central Arkansas, Amerika Serikat (1997).

Karier:

- Management Trainee, Sales & Marketing - PT Astra International Tbk (1991-1993).

- Marketing Executive, Assistant Marketing & Sales Manager Lippo Land Development (1995).

- Marketing Manager PT Sanggraha Daksamitra (1997-2010).

- Direktur, Managing Director, CEO - Sinar Mas Land (2018).

- Co-Founder, President & CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk (2018 - sekarang).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN