Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tandean Rustandy (foto: Investor Daily/Emral)

Tandean Rustandy (foto: Investor Daily/Emral)

Tandean Rustandy, Pendiri dan CEO PT Arwana Citramulia Tbk

Yang Dibutuhkan Bukan Superman, tapi Superteam

Selasa, 4 Januari 2022 | 12:50 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Untuk menjadi kuat, maju, dan superior, sebuah perusahaan tidak memerlukan superman (manusia super). Yang dibutuhkannya adalah superteam (tim super).

Itu sebabnya, perusahaan yang bagus dan mapan akan senantiasa berupaya membangun nilai-nilai perusahaan secara kelembagaan (institutional value), bukan nilai individu (individual value). Dengan demikian, dalam kondisi apa pun, manajemen dan karyawan akan selalu berpedoman pada visi dan misi perusahaan.

Dalam konteks inilah, seorang pemimpin perusahaan harus menjadi contoh bagi seluruh karyawannya. Jika ia memberikan upaya terbaik, karyawan juga akan memberikan upaya terbaik mereka.

Dalam urusan membangun superteam, PT Arwana Citramulia Tbk bisa dijadikan contoh. “Arwana tidak ada artinya tanpa adanya compliance dan disiplin seluruh karyawan. Pabrik saya adalah dapur saya,” ujar pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) PT Arwana Citramulia Tbk, Tandean Rustandy kepada wartawan Investor Daily, Jauhari Mahardhika di Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Tandean Rustandy percaya betul bahwa pencapaian Arwana sejak berdiri tiga dekade silam hingga saat ini semata-mata karena emiten bersandi saham ARNA itu memiliki tim yang tangguh.

“Kami mencapai semua ini karena setiap hari kami melakukan Gemba Walk. Dari Gemba Walk, kami bisa tahu kesulitan, kelemahan, serta tantangan dan kesempatan yang ada,” tutur dia.

Bagi Tandean Rustandy, Gemba Walk –model kepemimpinan yang secara aktif hadir dan terlibat langsung di tempat produksi-- adalah solusi. Sebab dengan begitu, ia bisa bertemu karyawan, berkomunikasi, berinteraksi, dan menjalin hubungan kerja secara lebih harmonis.

“Ada trust, bisa saling mengisi. Saya mesti banyak mendengar. Sebagai pemimpin, saya ingin bentuk suatu tim yang positif. Yang dibutuhkan bukan superman, tapi superteam,” tegas dia. Berikut penuturan lengkapnya:

Bagaimana awal perjalanan karier Anda?

Sebenarnya saya terlahir dari keluarga sederhana di pinggiran Sungai Kapuas, Pontianak. Kami tidak punya air bersih dan listrik waktu itu. Saya bisa sekolah karena dukungan ibu, sebab pendidikan sangat penting baginya. Dalam perjalanannya, saya bekerja mati-matian untuk membiayai kuliah di CU Boulder, AS, sampai saya menjadi sarjana pertama di seluruh keluarga besar.

Dari situ, saya pulang dan bekerja di integrated wood industry (plywood, woodworking, sawmill, dari hulu sampai hilir). Saya pernah bekerja di seluruh Kalimantan, dari Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, sampai Pontianak, baru ke Jakarta. Saya berhenti bekerja dari perusahaan itu karena perusahaannya tidak memiliki institutional value, hanya individual value pemiliknya.

Budayanya tidak mementingkan perusahaan, hanya kepentingan pribadi pemiliknya. Nah, keluar dari perusahaan itu, saya mulai usaha dulu sebelum akhirnya mendirikan industri keramik. Kalau melihat ke belakang, itu menjadi keputusan terbaik yang saya ambil dalam hidup saya.

Kiat Anda mencapai kesuksesan?

Menurut saya, pendidikan sangat penting, dengan catatan apa yang kita pelajari diaplikasikan. Banyak orang belajar di sekolah tapi akhirnya lupa teori, tidak diaplikasikan, lulus sekolah lalu bekerja hanya ikut mengalir saja. Saya selalu mengatakan bahwa ikan yang hidup selalu berenang melawan arus, bukan terbawa arus. Hanya ikan mati yang terbawa arus.

Kemudian membangun hubungan baik itu sangat penting. Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang kita temui dalam perjalanan hidup kita. Jangan habis manis sepah dibuang. Kita harus selalu menghargai orang lain dalam perjalanan karier kita. Siapa pun yang kita temui.

Dalam mengelola perusahaan, kita harus membangun hubungan baik dan mengembangkan SDM dengan invest pada kesejahteraan mereka dalam masa-masa baik maupun buruk (krisis).

Jangan melihat atau mencontoh bisnis lain untuk membangun sense of belonging dan sense of ownership karyawan. Tapi coba pahami sebaik-baiknya bisnis dan karyawan kita sendiri dan bangun hubungan berdasarkan pemahaman itu.

Lalu, berupayalah untuk melestarikan alam dan membantu sesama yang tidak mampu. Kita perlu memberi kembali ke masyarakat (give back). Waktu baru memulai, sebaiknya kita tidak membanding-bandingkan diri dengan mereka yang sudah sukses atau sudah ada di atas. Hal yang terpenting adalah mindset, kita harus berpikiran positif.

Kenapa Anda menekuni bisnis keramik?

Alasan idealisme dan integritas bagi saya sangat penting. Di awal karier, saya tidak merasa nyaman dengan praktik perusahaan tempat saya bekerja. Indonesia kaya dengan hutan tropis, tapi perusahaan-perusahaan kayu hanya tahu menebang pohon tanpa menanam kembali. Saya merasa itu tidak benar dan tidak sustainable.

Saya lalu beralih ke industri keramik. Bukan memilih, tapi terpaksa (tidak sengaja). Mungkin ini memang rencana Tuhan. Awalnya terjun ke industri keramik justru karena diajak teman, tapi tidak tahunya saya jadi fokus. Dengan fokus, pikiran tidak lagi ke bisnis yang lain-lain, cuma di keramik. Awalnya saya sama sekali tidak punya pengalaman di industri ini. Jadi, waktu itu hanya bagaimana membuat perusahaan berjalan dengan baik dulu.

Lalu, belajar dan terus belajar. Setelah satu pabrik berjalan cukup baik, kami membangun pabrik kedua. Membangun pabrik kedua juga banyak tantangannya, belajar lagi supaya menjadi baik. Belajar dan belajar terus, baru membangun pabrik ketiga.

Jadi, prosesnya berkelanjutan. Karena cuma fokus di industri ini, bisa step by step. Tiap kali belajar, lagi dan lagi, kita jadi tahu kelemahan kita, memperbaikinya, lalu ketemu lagi kelemahan lain. Karena fokus, kita jadi selalu mencoba memperbaiki kelemahan kita.

Tandean Rustandy (foto: Investor Daily/Emral)
Tandean Rustandy (foto: Investor Daily/Emral)

Kiat kepemimpinan Anda?

Seorang pemimpin harus menjadi contoh bagi seluruh karyawannya. Kalau pemimpin memberikan upaya terbaik, karyawan juga akan memberikan upaya terbaik mereka. Tanpa kiat kepemimpinan seperti ini, perusahaan kami tidak akan mungkin seperti sekarang. Kami harus membangun institutional value, bukan individual value. Organisasi harus bergantung pada visi dalam kondisi apa pun.

Arwana tidak ada artinya tanpa adanya compliance dan disiplin oleh seluruh karyawan. Pabrik saya adalah dapur saya, tempat saya membangun industri. Arwana bisa seperti hari ini karena setiap hari kami melakukan Gemba Walk. Dari Gemba Walk, kami bisa tahu kesulitan, kelemahan, serta tantangan dan kesempatan yang ada. Karenanya, kami bisa fokus pada lean manufacturing.

Dengan melakukan Gemba Walk, saya bisa bertemu karyawan. Timbul interaksi dan relationship. Ada trust, bisa saling mengisi. Ini kepemimpinan two-way communication, pemimpin mesti banyak mendengar. Sebagai pemimpin, saya ingin membentuk suatu tim yang positif. Yang dibutuhkan bukan superman, tapi superteam.

Strategi Anda memajukan perusahaan?

Sejak awal strategi selalu sama, menjadi yang terbaik melalui inovasi, kreativitas, dan efisiensi. Strategi pertumbuhan Arwana melalui krisis dan persaingan ada lima, yakni menjaga lingkungan, efisiensi pemakaian energi, menghasilkan produk berkualitas tinggi, investasi pada teknologi terbaik, dan mencari atau mengembangkan SDM terbaik.

Setiap usaha pasti ada pasang surutnya. Arwana bisa terus bertumbuh, kecuali pada 2015 karena kami membangun fundamental manufacturing. Kami tidak tiba-tiba langsung menjadi besar, mulainya step by step. Mulai dari membangun pabrik satu per satu. Awal-awalnya kami sangat kesulitan mencukupi modal untuk membangun. Kami step by step, walaupun sudah tidak kesulitan modal.

Selain membangun fundamental manufacturing, kami mengembangkan marketing. Fundamental finansial kami sangat kuat. Banyak bisnis lain yang goyah saat krisis karena utangnya banyak. Kami bisa melalui setiap krisis, salah satunya karena kami utang kami tidak banyak dan terkelola dengan baik. Kami juga tidak mau membandingkan diri dengan siapa-siapa, hanya membandingkan dengan diri sendiri.

Jadi, kiat suksesnya membangun step by step. Lalu, belajar bagaimana melihat kelemahan diri, misalnya soal efisiensi. Dari situ, ada perbaikan terus-menerus, misalnya reject rate bisa diperbaiki, dulu pernah 10% sekarang tinggal 1%. Pemakaian gas juga lebih efisien. Semua soal bagaimana membuat institusi menjadi yang terbaik.

Apa saja keberhasilan yang sudah dicapai perusahaan?

Penghargaan industri hijau. Bagi saya, yang paling monumental adalah kepedulian terhadap lingkungan. Saya membangun perusahaan, dengan strategi pertumbuhan paling utama adalah environment dan energy. Dua hal itu monumental karena Tuhan yang kasih dua hal itu.

Kami berasaskan bahwa semua yang dikerjakan industri ini adalah anugerah Tuhan. Tanah, gas, sampai air adalah pemberian Tuhan. Dengan menjadi industri hijau, standar parameternya adalah bagaimana menjalankan organisasi yang memiliki institutional value sesuai prinsip circular economy. Lalu, menjadi perusahaan terbuka yang strict menjalankan good corporate governance (GCG).

Filosofi hidup Anda?

Ketulusan, kesederhanaan, serta komitmen untuk melayani dan berkontribusi.

Obsesi Anda yang belum tercapai?

Saya tidak punya lagi obsesi yang belum dicapai. Yang ada adalah komitmen untuk melayani dan berkontribusi. Saya percaya bahwa setiap orang harus ingin melayani, bukan dilayani. Karena Arwana terus berkinerja baik, saya jadi punya cara untuk memberi kembali dan berinvestasi pada masa depan Indonesia.

Saya senang bisa menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi karyawan kami. Saya senang bisa meningkatkan kualitas hidup banyak orang. Saya ingin membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia punya industri manufaktur yang berdaya saing.

Saya berkomitmen menggunakan keberhasilan saya untuk dapat berkontribusi kepada pembangunan Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja, kontribusi pajak, dan corporate social responsibility (CSR).

Waktu memulai industri ini pun kami tidak berbicara obsesi, kami berupaya surviving dulu. Tetapi secara bertahap, dengan adanya visi, Arwana menjadi yang terbaik. Menjadi terbaik bukan menurut ukuran kami sendiri, tapi dibuktikan oleh berbagai penghargaan yang kami terima.

Secara pribadi, dari awal yang saya pikirkan adalah bagaimana supaya perusahaan menjadi baik, terbaik, dan menjadi lebih maju. Tidak pernah terpikirkan soal obsesi pribadi, karenanya saya selalu berbicara soal institutional value, bukan individual value.

Cara Anda menyeimbangkan hidup antara bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat?

Semua bisa balanced dengan mindset yang baik. Kalau tidak, semua akan gagal karena semua saling memengaruhi. Jadi, keberhasilan datang dari keseimbangan, bukan sebaliknya bahwa berhasil dulu baru berusaha menyeimbangkan antara karier, keluarga, dan bermasyarakat.

Kita harus bisa membagi waktu dengan keluarga. Dengan orang lain, kita berhubungan dengan orang lain bukan karena ada kepentingan saja. Dalam bermasyarakat, kita build relations, get to know them good, dan maintain the relations.

Dalam bekerja, saya ingin perusahaan memiliki institutional value yang sangat kuat. Bagi pribadi, saya membangun hubungan baik dengan semua almamater, sehingga saat ini ada Rustandy Center for social sector innovation at University of Chicago Booth School of Business, Rustandy Building at Universty of Colorado yang menghubungkan school of engineering dengan school of business, trustee, dan lain-lain. Saya menjadi orang Asia Tenggara pertama yang dipercaya menjadi trustee University of Chicago. Semua karena apa yang saya dapat, saya upayakan give back.

Bagaimana dengan kinerja perusahaan?

Meski masih pandemi Covid-19, kami bisa mencapai pertumbuhan laba bersih hampir 50% pada 2020, sedangkan revenue kami bertumbuh hampir 3%.

Kami pastikan pada 2021 Arwana lebih baik lagi karena penjualan dan margin laba bersih kami meningkat dan kami lebih efisien. Kami juga terus berekspansi. Pabrik baru Plant 5B sudah mulai beroperasi sejak April 2021 dan rencananya Plant 4C dan Plant 5C menyusul. ***

 

Tandean Rustandy (foto: Investor Daily/Emral)
Tandean Rustandy (foto: Investor Daily/Emral)

Penggemar Makanan Kampung

Tak banyak yang tahu jika Tandean Rustandy, pendiri dan CEO PT Arwana Citramulia Tbk, gemar makan singkong. Alasannya sederhana. Singkong mudah ditanam dan diolah, serta nikmat disantap tanpa harus disertai lauk atau tambahan makanan lain.

“Singkong direbus dulu, dikasih rempah-rempah, lalu digoreng kecil-kecil, makan pakai cabai. Rasanya mantap,” ujar dia.

Selain singkong, Tandean Rustandy hobi makan bakwan goreng dan dadar jagung. “Saya suka makanan kampung,” tutur pria yang lahir dari keluarga sederhana itu.

Tandean memang sangat disiplin dalam urusan makan. Ia juga rutin mengonsumsi buah-buahan dan rajin berolahraga. “Saya aktif berenang,” ucap dia.

Tandean kerap mengisi waktu luang dengan membaca dan bersama keluarga. “Untuk keluarga, waktunya harus balanced dengan pekerjaan. Saya beraktivitas bersama keluarga bukan saat weekend saja. Apalagi dahulu dan sekarang berbeda, anak-anak saya sudah punya karier masing-masing, sehingga harus mengatur waktu,” papar dia.

Ibu dan istri berperan sangat besar dalam kehidupan Tandean Rustandy. Ibunya mendorong dan berkorban luar biasa untuk menyekolahkan Tandean hingga University of Colorado, AS. Kemudian istrinya mendorongnya untuk mengambil MBA di Chicago Booth.

“Dari modal pendidikan itu, saya bertemu pemikir-pemikir hebat, memperoleh wawasan, dan cara pandang bagaimana mengembangkan usaha yang diterapkan sampai saat ini,” ujar dia. (jm)

 

BIODATA

Nama : Tandean Rustandy

Usia : 56

Pendidikan:

* Bachelor of Science, University of Colorado Leeds School of Business

* Master of Business Administration, University of Chicago Booth School of Business.

Karier:

* Pendiri dan CEO PT Arwana Citramulia Tbk (1993 – sekarang).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN