Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indra Utoyo, Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (foto: ist)

Indra Utoyo, Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (foto: ist)

Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk, Indra Utoyo

Hidup Terasa Indah dengan Manajemen Alhamdulillah

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:29 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

Hidup ini penuh rintangan dan cobaan. Namun, di balik setiap kesulitan hidup selalu ada kemudahan dan keindahan. Memandang hidup dengan filosofi mudah dan indah akan membentuk pola pikir (mindset), sikap, dan tindakan yang bermuara pada nilai-nilai religius berlandaskan rasa syukur, introspeksi, dan totalitas.

“Hidup itu indah, maka segala puji bagi Allah SWT yang memberikan keindahan,” kata Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk, Indra Utoyo kepada wartawati Investor Daily, Nida Sahara di Jakarta, baru-baru ini.

Advertisement

Indra Utoyo membingkai nilai-nilai keindahan hidup itu dalam konsep yang disebut Manajemen Alhamdulillah. Nakhoda bank digital besutan pengusaha nasional, Chairul Tanjung, ini selalu berusaha memberi makna dan kontribusi kepada perusahaan, sehingga layanan yang diberikan Allo Bank bermanfaat bagi masyarakat.

Bertekad membawa Allo Bank menjadi bank digital terbesar di Indonesia, Indra Utoyo bak pelatih yang memberikan panggung kepada setiap karyawan untuk menunjukkan performa dan ide-ide terbaiknya. Tujuannya tiada lain agar bank bersandi saham BBHI itu menjadi bank digital terdepan yang dicintai masyarakat.

"Saya menggunakan Manajemen Alhamdulillah. Saya bahkan menulis buku berjudul Manajemen Alhamdulillah. Intinya bahwa kita harus selalu bersyukur dalam setiap keadaan, yang saya percaya tidak ada yang kebetulan. Jadi, memimpin diri untuk memiliki sikap terbaik dalam situasi yang dihadapi," tutur Indra Utoyo.

Pria kelahiran Bandung, 17 Februari 1962, ini membuat kerangka transformasi Manajemen Alhamdulillah berdasarkan tiga unsur, yakni self consciousness (kesadaran diri), self development (pengembangan diri), dan self contribution (kontribusi diri). Indra juga berharap buku Manajemen Alhamdulillah yang ditulisnya membawa pembaca menuju cahaya kearifan dan menerapkannya dalam sistem manajemen diri maupun perusahaan.

Terinspirasi Steve Jobs (pendiri Apple) dan Satya Nadella (CEO Microsoft), Indra Utoyo juga terus-menerus mengembangkan diri, memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan utamanya di bidang teknologi, dan berinovasi digital untuk menjadikan Allo Bank sebagai bank yang kaya fitur, memenuhi kebutuhan manusia, dari lahir hingga meninggal.

"Allo Bank ini all for one, one for all, satu aplikasi yang akan jadi utilitas kehidupan, bagaimana bisa memberikan manfaat kepada masyarakat untuk seluruh aspek kehidupan. Kami berkolaborasi dengan ekosistem, memberikan kemudahan di kehidupan masyarakat," ujar Indra.

Menaruh perhatian besar pada dunia inovasi dan transformasi digital, Indra Utoyo juga mengedepankan keamanan teknologi di tengah maraknya kejahatan siber yang semakin canggih. Itu dilakukan sebagai aspek perlindungan konsumen, di samping terus melakukan edukasi kepada masyarakat perihal pentingnya kerahasiaan data pribadi. Berikut penuturan lengkapnya:

Bisa cerita perjalanan karier Anda?

Kalau melihatnya mundur, sebelumnya saya di telco industry selama 30,5 tahun. Bidang saya adalah information technology (IT) dan inovasi digital, saya bikin ekosistem startup, digital, Indigo, venture capital, transform IT Telkom Indonesia.

Kemudian dari Telkom saya ditugaskan ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Sudah 10 tahun jadi direktur di Telkom, saya ditugaskan ke BRI untuk membenahi IT BRI, jadi seperti sekolah. Sambil benahi juga sambil belajar bank. Bidang IT itu pun saya memulainya dari Telkom, kemudian belajar banknya di BRI, dan sekarang menjadi direktur utama bank digital, karena ada teknologi dan ada banknya.

Waktu itu saya diminta Pak Chairul Tanjung (CT) memimpin bank digitalnya, Allo Bank. Kebetulan, ini kebetulan yang sudah diatur Allah SWT. Pas saya berhenti 1 Maret 2022, selesai di BRI, Pak CT juga sudah lama cari CEO (chief executive officer) bank digitalnya.

Syaratnya mengerti digital dan bank. Saya juga sudah kenal beliau ketika Telkomvision dibeli Transvision saat saya di Telkom. Tidak lama berhenti (dari BRI), saya diminta pimpin Allo Bank, saya minta break time out dulu, karena sudah 15 tahun di BUMN. Apalagi di BUMN besar-besar, terutama BRI, besar banget. Jadi, saya break dulu, baru mulai (di Allo Bank) per Mei 2022.

Indra Utoyo, Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (foto: ist)
Indra Utoyo, Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (foto: ist)

Apa kunci sukses Anda?

Saya menggunakan Manajemen Alhamdulillah, saya bahkan menulis buku berjudul Manajemen Alhamdulillah. Hidup itu indah, maka segala puji bagi Allah SWT yang memberikan keindahan. Intinya bahwa kita harus selalu bersyukur, dalam setiap keadaan, yang saya percaya, tidak ada yang kebetulan. Jadi, memimpin diri untuk memiliki sikap terbaik dalam situasi yang dihadapi.

Pertama, self consciousness. Punya kesadaran diri, kita ada di mana, bagaimana kita menyikapi, di mana kita berada. Selalu merasa berlimpah, selalu mensyukuri, dan setiap kejadian selalu cari hikmahnya.

Kedua, self development, saya harus selalu mengembangkan diri, proaktif. Sebetulnya dalam setiap peran dan tugas kita ada makna di dalamnya. Lalu belajar tidak pernah berhenti dan selalu cari cara terbaik. Ketiga, self contribution ujungnya adalah kontribusi di mana pun kita berada, harus berkontribusi, menjadi rahmat.

Bagaimana Anda meyakinkan para karyawan agar mereka menjalankan visi perusahaan secara total?

Tugas utama saya menjabarkan visi itu, sebagai CEO harus create value, menjabarkan visi pemegang saham untuk menjadi bank digital terbesar, terpercaya, berbasis ekosistem bisnis, dan juga memberi nilai dan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Tentu bagaimana bisa mewujudkan value creation itu agar bisa mencapai apa yang divisikan.

Konkretnya seperti apa?

Strategi saya mengadopsi 3C. Pertama, concept, apa identitas yang dibawa Allo Bank sebagai bank digital, bank yang menyentuh segmen ritel, konsumer, mass market. Dengan bertumbuh melalui kolaborasi ekosistem platform bisnis jadi center dari ekosistem, tumbuhnya dari kolaborasi. Bank yang menjalankan bisnis secara digital tapi ekosistemnya fisik.

Allo Bank ini all for one, one for all. Aplikasi all in one, satu aplikasi yang jadi utilitas kehidupan, bagaimana bisa memberikan manfaat kepada masyarakat untuk seluruh aspek kehidupan. Kami berkolaborasi dengan ekosistem agar memberikan kemudahan di kehidupan masyarakat.

Kedua, capability, membangun kapabilitas di aspek platform teknologi, harus selalu siap ke arah masa depan. Kemudian terus dikembangkan, menggunakan data analytic, personalisasi, customize, tidak lupa manajemen risiko, efisiensi, talent dibangun dengan praktik dan mindset yang tepat. Ketiga, culture harus adaptif, agile, dan kolaboratif. Kita tidak bisa sendiri, jadi harus kolaborasi dengan ekosistem.

Gaya kepemimpinan Anda?

Kalau saya tipenya seperti pelatih, leader yang bagaimana memberikan panggung bagi setiap talent untuk bisa memberikan kontribusi terbaiknya bagi tim, bagi perusahaan. Jadi, menumbuhkan semua potensi yang ada untuk memberikan performa terbaiknya. Saya harus melihat setiap orang potensinya bagaimana, saya sediakan environment sebagai pemimpin, tempat bagi mereka untuk berinovasi.

Arti karyawan bagi Anda?

Karyawan itu aset utama dan pertama bagi perusahaan, aset utamanya itu manusia, bukan server. Maka harus dikembangkan. Karena ada mereka (karyawan), muncul inovasi. Mereka bisa menjalankan perusahaan ini untuk bertumbuh dengan menjalankan perannya. Dari pemikiran, gagasan, kompetensinya, apakah di depan, belakang, atau tengah, semua bekerja dan berkolaborasi yang selaras, mengarah pada obsesi untuk memberi value bagi customer.

Cara Anda mencari talenta digital?

Mungkin pendekatannya mirip-mirip, tapi kami ingin memberikan tempat bagi talent terbaik untuk bergabung dengan Allo Bank, memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk bisa mendapatkan kehidupan lebih mudah, lebih simpel.

Kami memadukan talent yang ada di grup, ada yang direkrut untuk posisi yang dibutuhkan, ada juga yang fresh graduate.Tapi itu tidak cukup karena rebutan. Maka kami cari insourcing, orang bekerja di sini kami kontrak dulu, nanti kalau cocok cara kerja, passion, dan kompetensinya kami jadikan organik.

Kami pun menyiasati talent scarcity ini dengan kolaborasi. Kami bekerja sama sehingga orang di Allo Bank tidak terlalu banyak, bisa berkolaborasi dengan partner teknologi dan bisnis.

Siapa sumber inspirasi Anda?

Kalau di dunia teknologi, yang menginspirasi saya adalah Steve Jobs dan Satya Nadella. Steve Jobs itu bagaimana mengajari kita membangun identity, kemudian melakukan hal-hal yang sifatnya esensial, fokus menjawab "why".

Apa pun yang dia lakukan itu menjawab "why", sangat tajam dan terpadu. Apple itu produknya tidak banyak, tapi desainnya menyatu, dengan fitur yang sangat kaya, sangat fokus mengembangkan inovasi.

Kalau Satya Nadella itu membuka pemikiran, kita harus punya mindset culture-nya growth, obses terhadap customer, menempatkan empati di setiap inovasi, sehingga bukan fanatik ke teknologinya, tapi solusi bagi customer. Makanya Microsoft beda dari yang dulu dengan sekarang, lebih ke services. Sekarang pun Microsoft berteman dengan musuh, karena kalau teknologinya bagus pasti akan dipilih customer.

Anda mau membawa Allo Bank ke mana?

Allo Bank saya harapkan bisa benar-benar hadir memberikan value, manfaat, dan diapresiasi karena kemudahannya, manfaatnya, oleh masyarakat. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, dari lahir sampai meninggal, itu semua yang akan kami bangun, menjadikan bank digital terbesar.

Kami create value sebanyak-banyaknya bagi stakeholder, tentunya tumbuhnya dengan spirit kolaborasi dengan ekosistem bisnis. Tidak hanya dengan CT Corp, tapi juga pemegang saham strategis lain, seperti Indomaret, Bukalapak, Grab, dan akan bertambah yang lain, supaya bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Fitur apa lagi yang dikembangkan Allo Bank?

Sekarang ada fitur simpanan Allo Prime, Paylater, dan Instant Cash dengan tenor sampai satu tahun. Kemudian fitur QRIS, Top-Up, Transfer, Bill Payment, dan akan ditambah lebih banyak lagi. Ada pula fitur hadiah Gift untuk mengirim ke teman jika ada yang berulang tahun.

Jadi, akan terus ditambah. Untuk milenial dan generasi Z akan disediakan fitur investasi, insurance. Di grup kami ada portal investasi untuk mengajak kalangan muda belajar investasi, di samping membesarkan ekosistem CT Corp. Baru nanti meluas ke Indomaret, Bukalapak, Grab, Traveloka, dan lainnya.

Bagaimana Anda melihat tren bank digital?

Masing-masing punya keunikan sendiri-sendiri, bank digital akan tumbuh di ekosistem yang dia support. Seperti Allo Bank di CT Corp dan mitra-mitra strategis lain, itu yang jadi target market utama. Di luar itu juga jadi target kami ke depan. Perjalanan masih panjang, ini bukan hanya setahun dua tahun, tapi bisa lima tahun, delapan tahun.

Dari sisi regulasi, regulator sangat mendukung transformasi digital. Tapi di sisi lain harus address isu risiko digital yang semakin berat. Karena itu, aspek manajemen risiko, cyber risk, governance, compliance, semua harus adaptif, stabil, dan kokoh menghadapi risiko baru.

Social engineering itu juga harus dimulai dari kesadaran nasabah, itu yang terpenting karena nasabah kan yang tertipu. Maka jangan gampang kasih informasi yang sifatnya rahasia, seperti nomor telepon, PIN, password, nomor rekening, dan data pribadi lainnya. Jangan pernah kasih, bahkan jangan kasih ke petugas bank.

Edukasi harus terus dilakukan. Bank juga harus meningkatkan aspek pengamanan teknologinya, orang-orangnya pun harus ditingkatkan kompetensinya. Karena fraudster semakin canggih, teknologi tidak bisa menghadapi sendirian.

Maka kami dengan bank-bank lain, dengan fintech, regulator, dan penegak hukum harus bareng-bareng menghadapi ancaman siber. Kami harus berkolaborasi, tidak bisa sendiri-sendiri. Kata kuncinya kolaborasi. ***

 

Indra Utoyo, Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (foto: ist)
Indra Utoyo, Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk (foto: ist)

Menghabiskan Waktu dengan Belajar dan Olahraga

Sesibuk-sibuknya Indra Utoyo, ia masih senang mempelajari berbagai hal baru. Pria yang dipercaya Chairul Tanjung sebagai direktur utama Allo Bank ini telah malang-melintang selama 30,5 tahun di bidang teknologi informasi (TI) dan melakukan inovasi digital.

"Hobi saya itu belajar. Saya senang belajar hal-hal baru," tutur eksekutif yang menaruh perhatian besar pada dunia inovasi dan transformasi digital tersebut.

Tak heran, dari hobinya yang gemar belajar, sejumlah buku telah ia tulis, seperti Hybrid Company Model - Cara Menang di Era Digital yang Disruptif, Silicon Valley Mindset: Membangun Ekosistem Startup Digital Indonesia, dan Paradox Marketing in Practice. Itu belum termasuk Manajemen Alhamdulillah: Melejitkan Kepemimpinan Diri dengan Teori Quranik, serta Infokom: Meraih Peluang di Era Post-Technology Driven.

Hobi belajar hal-hal baru juga telah mendatangkan segudang penghargaan di bidang IT. Di luar itu semua, Indra Utoyo kerap menghabiskan waktu luangnya untuk berolahraga. "Selain belajar, saya rutin berolahraga. Kalau tidak bersepeda, saya jalan atau lari," tutur Indra. (nid)

 

Biodata

Nama: Indra Utoyo.

Tempat/tanggal lahir: Bandung, 17 Februari 1962.

Pendidikan:

- Institut Teknologi Bandung (ITB): Sarjana Teknik Telekomunikasi (1980-1985).

- Imperial College London: Master Communication and Signal Processing (1993-1994).

- Universitas Indonesia (UI) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Doctor of Philosophy (PhD), Strategic Management (2015-2019).

Karier:

- Direktur Utama Allo Bank (Mei 2022-sekarang).

- Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI (Maret 2017-Maret 2022).

- Ketua Dewan Komisaris MDI Ventures (2015-2017).

- Chief Innovation and Strategy Officer Telkom Indonesia (2012-2017).

- Ketua Dewan Komisaris PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra) (2008-2017).

- CIO Telkom Indonesia (2007-2012).

- Chief of IS Center Telkom Indonesia (2005-2007).

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN