Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia (ist)

Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia (ist)

Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia

Nikmati Pekerjaan dan Jangan Berhenti Belajar

Rabu, 27 Juli 2022 | 11:00 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

Menekuni beragam pekerjaan dalam kurun waktu yang berbeda merupakan pengalaman menarik. Tak semua orang bisa mengenyam pengalaman tersebut.

Triari Senawirawan, country managing director Warner Music Indonesia (WMI), adalah contoh eksekutif yang pernah menggeluti pekerjaan di berbagai sektor, dari perbankan, telko, komputer, hingga musik dan hiburan (entertainment).

Advertisement

Pernah bekerja di bidang-bidang berbeda memberi Tiari pemahaman yang luas tentang bisnis dan kehidupan. Bahkan, pekerjaan yang ditekuninya saat ini adalah puncak dari kesuksesan demi kesuksesan yang diraih saat ia menggeluti pekerjaan-pekerjaannya terdahulu.

Apa kunci Triari Senawirawan hingga ia sukses di setiap pekerjaan yang digelutinya? Ternyata jawabannya sangat sederhana. “Setiap pekerjaan, apa pun jenis pekerjaannya, harus dinikmati,” kata orang nomor satu di WMI itu kepada wartawan Investor Daily, Ridho Syukra di Jakarta, baru-baru ini.

Kecuali selalu menikmati pekerjaan, pria yang akrab disapa Ari ini memiliki kemauan yang kuat untuk belajar, terutama mengenai sesuatu yang baru. Ia percaya bahwa keberhasilan seseorang dalam setiap pekerjaan ditentukan oleh kemauannya untuk belajar.

“Jangan pernah berhenti belajar. Kita harus selalu merasa haus akan ilmu baru. Jika berhenti belajar dan merasa paling pintar maka kita akan berhenti berkembang sebagai individu,” tegas pentolan Aliansi Industri Rekaman Musik Indonesia Bersatu (Asiri) tersebut. Berikut petikan lengkapnya:

Bisa cerita perjalanan karier Anda hingga memimpin WMI?

Saya lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti. Kemudian saya melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di Amerika Serikat (AS).

Awal karier saya dimulai dari dunia periklanan (advertising). Saya masuk dan bekerja di industri periklanan karena ajakan teman. Saya tertarik pada bidang marketing advertising.

Perusahaan yang membuat saya memahami betul marketing advertising adalah Ogilvy & Mather Advertising. Di sana, saya menangani beberapa brand besar, seperti Motorola, Castrol, Fanta, dan Sprite.

Dari Ogilvy, saya bekerja di Microsoft Indonesia, bidang teknologi. Tidak menjadi masalah bagi saya. Sebab, setiap kali pindah kantor atau pekerjaan, saya pasti tertantang untuk mempelajari ilmu baru.

Khusus di Microsoft, saya belajar banyak tentang consumer technology dan marketing ke arah business to business (B2B). Setelah empat tahun di Microsoft, saya pindah ke dunia telekomunikasi, bergabung dengan Nokia.

Selanjutnya saya bekerja di Telkomsel, pegang bagian solusi teknologi. Saya kemudian mendapatkan tawaran untuk bekerja di sektor perbankan, yaitu di DBS Bank dan perusahaan raksasa payment, Visa Worldwide.

Pada 2021, ada kesempatan emas datang dari label Warner Music Group. Mereka menawarkan posisi yang cukup penting, yaitu sebagai country managing director.

Alasan Anda menerima tawaran tersebut?

Merasa dihadapkan dengan tantangan baru dan kesempatan belajar pula, saya terima tawaran tersebut. Apalagi saya juga memiliki passion di bidang musik. Saya adalah penikmat musik sejati.

Apa menariknya industri musik?

Industri musik merupakan industri yang telah bertranformasi ke dunia digital, namun tetap memiliki daya tarik di ranah offline. Dulu, untuk menikmati musik, kita harus membeli bentuk fisik berupa kaset dan compact disc (CD), tetapi sekarang sudah bergerak ke digital.

Platform baru terus bermunculan, seperti digital streaming services atau digital streaming platforms, di antaranya Spotify, YouTube Music, JOOX, TikTok, dan banyak lagi. Warner Music Group juga membutuhkan orang yang sudah berpengalaman di banyak bidang, terutama digital, pemasaran, dan tentunya melek inovasi.

Bagi saya, ini sesuatu yang baru dan saya menyukainya. Bidang ini juga memberikan banyak kesempatan untuk terus belajar dan berkreasi.

Banting setir dari industri finansial, telko, teknologi, dan komputer ke industri musik, Anda tidak kesulitan?

Setiap pekerjaan harus ada tantangannya. Dari tantangan tersebut, kita akan belajar dan berkembang. Kuncinya bagi saya adalah cepat beradaptasi dan harus menjadi quick learner.

Apa yang pertama Anda lakukan saat memimpin WMI?

Saat masuk ke Warner Music Indonesia (WMI), hal pertama kali yang saya lakukan adalah mempelajari current company mapping, bagaimana kondisi tim saat ini, bagaimana kondisi artisnya, karya atau lagu artisnya, platform apa yang digunakan, dan bagaimana saya dapat mengoptimalkan semua agar bisa mencapai tujuan perusahaan.

Hal lain yang berkaitan dengan musik juga saya pelajari, seperti penerapan teknologi dan inovasi baru, misalnya web3, metaverse, dan non-fungible token (NFT). Tujuannya untuk meningkatkan fans engagement.

Perbedaan mendasar industri musik dulu dengan sekarang?

Dulu, partner dalam bermusik adalah toko fisik yang berjualan kaset dan compact disk (CD), tetapi sekarang sebagian besar operasional masuk ke ranah digital dengan banyaknya DSP (digital streaming platforms) dan platform digital, baik global maupun lokal.

Inilah yang harus dihadapi, bagaimana WMI sebagai label bisa menjual karya artisnya dan mencari talenta-talenta baru di dunia musik.

Dulu, posisi label sangat kuat, musisi sangat butuh label untuk bisa sukses memasarkan karyanya. Namun, saat ini, seiring kemajuan teknologi, artis bisa melakukan semuanya akibat banyaknya inovasi digital baru secara mandiri. Karena itu, Warner Music Group terus beradaptasi dan berinovasi untuk memberikan solusi terbaik bagi kesuksesan artis-artisnya.

Strategi Anda memajukan WMI?

Saat ditunjuk menjadi managing director di WMI, langkah awal yang saya lakukan adalah me-review tim di dalamnya. Alhamdulillah semua tim atau karyawan yang bekerja di sini sudah berpengalaman. Jadi, semuanya sudah punya visi dan misi yang sama.

Tugas saya hanya memberikan petunjuk atau arahan baru dan menyiapkan mereka untuk siap beradaptasi dengan segala perubahan inovasi dan berani melakukan atau mencoba hal-hal baru, tidak hanya terpaku pada pakem-pakem lama yang akan menjadi obsolete. Jika semuanya sudah sepaham maka ke depan akan lebih mudah.

Prinsip Anda dalam menjalani pekerjaan?

Team collaboration is key. Saya punya prinsip bahwa tidak ada pekerjaan yang sulit jika kita memiliki tim yang solid dan saling mendukung satu dengan lainnya.

Setiap individu memiliki talenta dan keterampilan yang berbeda-beda dan pada tingkatan yang berbeda pula. Bila kemampuan dan perbedaan ini dikolaborasikan untuk mencapai tujuan tertentu maka hasilnya pasti akan memuaskan.

Semua memiliki suara untuk berpendapat, sehingga kami mencapai goal yang sama untuk perusahaan. Transparansi juga sangat penting, sehingga bila ada masalah dari satu divisi, maka divisi lain dapat membantu untuk memecahkan masalah bersama. Tugas saya memastikan kami sebagai satu WMI bekerja bersama dan menjaga sinergi antartim.

Layanan apa saja yang diberikan WMI kepada para artisnya?

Sebagai label musik, tentunya tujuan utama kami adalah mengembangkan artis dan karya-karyannya, mulai dari artis yang cukup senior dan sudah memiliki nama, sampai artis berbakat baru yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan.

Pengembangan artis dan karyanya mencakup pengembangan karya musik baru dengan kolaborasi antarartis Warner Music Group, baik dari Indonesia maupun regional, bahkan global. Kemudian kami tentunya melakukan distribusi musik melalui semua digital streaming platforms di dunia agar musiknya didengar dan diminati penggemar.

Selain itu, kami mengembangkan potensi bisnisnya, seperti dalam bentuk kolaborasi antarindustri, misalnya film dan gaming. Begitu juga kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan untuk membangun kampanye pemasaran, seperti dalam iklan dan aktivitas pemasaran lainnya.

Kami pun mengajak para artis melakukan inovasi baru seperti dalam dunia gaming. Contohnya kami membuat avatar dari salah satu artis kami, Jinan Laetitia dalam game dan memasukkan lagu. Kami telah bekerja sama dengan developer game lokal Indonesia.

Kami juga sedang menyiapkan konser dalam game yang tentunya akan menarik perhatian pendengar musik baru dari dunia gaming.

Warner Music Group global sendiri telah melakukan banyak inovasi dalam dunia gaming, contoh berinvestasi di game terkemuka Roblox. Kami sudah melakukan banyak inovasi, seperti in-game concert untuk artis kami, Twenty One Pilots. Masih banyak lagi rencana inovasi ke depan. Intinya, kami ikut berevolusi mengikuti perkembangan teknologi.

Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia (ist)
Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia (ist)

Kelebihan Warner Music Group dibandingkan label lain?

Sebagai salah satu major label dunia, tentu saja salah satu kelebihan dari Warner Music Group adalah global network-nya, sehingga kami punya kesempatan lebih besar untuk menembus kancah dunia, baik dengan kolaborasi antar-artis ataupun bekerja sama dengan kantor Warner Music Group negara lain.

Kelebihan utama lainnya adalah future oriented untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi, seperti dilakukan di Roblox dengan menjadi stakeholder di perusahaan gaming. Begitu pula dengan investasi besar ke dunia web3, NFT, dan metaverse. Ini juga menjadi salah satu prioritas kami di WMI.

Bagaimana Anda melihat pertumbuhan label lokal di Indonesia?

Saya melihatnya sebagai sesuatu yang bagus untuk bisa berkompetisi secara sehat. Saat ini banyak artis yang namanya sudah besar memilih untuk membuat label sendiri. Dengan kompetisi, akan ada tantangan untuk dapat terus-menerus berkembang, ini berdampak baik untuk industri.

Di sisi lain, banyaknya label lokal akan membuat musisi atau artis mempunyai banyak pilihan untuk mengembangkan dan memasarkan karyanya.

Bagaimana Warner Music mencari talenta baru di dunia musik Indonesia?

Dengan pesatnya teknologi digital saat ini, kami mencari artis berdasarkan data. Kami mempunyai tools yang bisa menangkap karya. Ditambah kekuatan media sosial (medsos) dan DSP, kami bisa mencari bakat bakat baru yang lebih segar. Dulu, musisi masih sering kirim demo untuk dilihat label.

Berapa banyak musisi lokal yang bergabung dengan WMI?

Ada 19 artis yang tergabung dengan WMI sampai saat ini, di antaranya band Kotak, lalu Hanin Dhiya, yang sudah mempunyai nama besar. Selain itu, kami memilih artis dengan bermacam genre dan tidak hanya fokus ke satu genre. Contohnya Summerlane, artis baru dengan aliran pop punk. Sedangkan untuk artis internasional yang punya nama besar di antaranya Ed Sheeran, Bruno Mars, Dua Lipa, Coldplay, dan sang legenda Madonna.

Motivasi Anda dalam berkarier?

Motivasi utama saya tetap belajar dan jangan pernah berhenti belajar, terus haus akan ilmu baru. Jika berhenti belajar dan merasa paling pintar maka kita akan berhenti berkembang sebagai individu.

Saya bekerja untuk menjadi yang terbaik bagi diri saya dan tentunya ingin menjadi contoh dan panutan bagi keluarga, terutama anak-anak saya.

Tipe kepemimpinan Anda?

Saya tipe pemimpin yang menjalankan prinsip open dan respectful. Ini saya dapatkan dan pelajari dari pimpinan saya saat bekerja di Microsoft Indonesia, yaitu Pak Tony Chen. Pada dasarnya, kita harus bisa membuka wawasan dan menghargai siapa saja dalam lingkungan kita, baik partner bisnis maupun anak buah.

Apalagi sekarang bekerja di industri musik yang notabene adalah industri kreatif. Jadi, lebih terbuka dan tidak kaku. Saya juga selalu bilang ke tim supaya bekerja bersama. Ide bisa datang dari siapa saja, bukan hanya pimpinan. Bahkan, staf administrasi pun bebas berpendapat mengeluarkan ide, semua harus dihormati.

Posisi saya hanya mengambil keputusan tertentu, tetapi semua masukannya berasal dari diskusi dan kerja sama tim. Itu sebabnya, salah satu upaya agar semua tim menjadi lebih dekat, saya selalu adakan town hall gathering setiap bulan agar semua memiliki rasa kebersamaan dalam bekerja.

Industri musik selama pandemi Covid-19 seperti apa?

Dampak paling besar yang dirasakan dunia musik ketika pandemi adalah tidak adanya live performance, seperti konser. Tetapi dengan bantuan teknologi Zoom, konser musik beralih ke digital, meskipun euforianya tidak seheboh live music. Tahun ini, pandemi sudah membaik dan mulai ada pertunjukan secara live.

Jenis musik apa yang paling dinikmati masyarakat Indonesia?

Saat ini, kebanyakan musik pop masih memiliki daya tarik terbesar karena gampang dinikmati. Jenis musik lain, seperti hip hop, R&B, punya pasar sendiri yang sangat niche.

Siapa role model Anda dalam berkarier?

Kalau di dalam negeri, saya menyukai almarhum Pak BJ Habibie karena pemikiran beliau sangat luar biasa. Kalau role model dari luar negeri, sekarang saya menyukai Elon Musk karena dia sosok yang gila inovasi dan termasuk orang yang punya visi paling berani. Kemudian CEO Microsoft saat ini, Satya Nadella, yang memiliki pola pikir organisasi sangat humanis.

Musisi dalam dan luar negeri yang paling Anda kagumi?

Karena saya suka nge-DJ (disk jockey/disjoki), saya suka David Guetta, Madonna, dan Ed Sheeran. Musisi Indonesia yang saya kagumi tentu saja band Kotak dan Maliq & d’Essentials.***

Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia (ist)
Triari Senawirawan, Country Managing Director Warner Music Indonesia (ist)

Hobi Nge-DJ sejak SMA

Triari Senawirawan memiliki hobi yang tidak biasa, yaitu menjadi disjoki (DJ). Ia mulai nge-DJ ketika duduk di bangku SMA. Saat itu, pria yang akrab dipanggil Ari ini kerap mengisi acara pesta teman-temannya dengan peralatan yang masih manual, menggunakan piringan hitam.

Ketika Ari beranjak kuliah, alat DJ sudah ke arah digital, menggunakan cakram padat (compact disk/CD). Namun, Ari tidak pernah menjadi resident DJ atau bermain tetap di satu klub malam. Ia hanya mengisi acara teman atau acara kumpul-kumpul alias menjadi guest DJ.

Ari adalah penggemar genre open format dan electronic dance music (EDM). Panutannya saat ini adalah DJ asal Inggris, James Hype.

“Sekarang teknologi DJ sudah semakin canggih dan serba digital. Itu membuat music mixing semakin mudah,” ujar Ari yang setelah pensiun ingin menjadi dosen untuk membagikan pengalamannya ke generasi baru. (dho)

 

Biodata

Nama: Triari Senawirawan.

# Pendidikan:

- Cleveland State University, Ohio (AS) - Master of Business Administration.

- Universitas Trisakti, Jakarta - Sarjana Ekonomi.

# Karier:

* Warner Music Indonesia (2021 – sekarang) - Country Managing Director.

* Visa Worldwide Indonesia (2017-2021) - Senior Director, Country Head of Marketing.

* Bank DBS Indonesia (2016-2017) – Sr Vice President, Consumer Marketing.

* Telkomsel (2014-2016) - General Manager - Digital Advertising Solutions.

* Nokia Indonesia (2010-2014) - Head of Marketing.

* Microsoft Indonesia (2006-2010) – Central Marketing Group Head.

# Organisasi:

- Aliansi Industri Rekaman Musik Indonesia Bersatu (Asiri) - Board of Director.

- Ikatan Alumni Management Universitas Trisakti - Wakil Ketua Bidang Pengembangan Karier Alumni.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN