Menu
Sign in
@ Contact
Search
Soham Chokshi, CEO & Co-Founder Shipsy

Soham Chokshi, CEO & Co-Founder Shipsy

Soham Chokshi, CEO & Co-Founder Shipsy

Menggali dan Terus Menggali demi Solusi dan Inovasi

Rabu, 28 September 2022 | 10:00 WIB
Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Inefisiensi  yang terjadi pada  rantai pasok global (global supply chain) dan industri logistik  adalah sebuah fakta. Hal itu dipahami betul  oleh Chief  Executive Officer (CEO)  & Co-Founder Shipsy, Soham Chokshi.

Dengan berpikir first principles, Soham selalu mengulik setiap masalah  secara  lebih  dalam hingga ke akarnya  dan mencoba membangun solusi. Ia berusaha  menjawab hingga tuntas pertanyaan, semisal, “Bagaimana Anda dapat mengurangi biaya logistik?”

Benar, Soham Chokshi adalah penganut first principle thinking  sejati yang diajarkan filsuf Aristoteles. First principle thinking  merupakan sebuah kerangka berpikir dengan cara menggali suatu hal sampai ke prinsip dasarnya, sehingga tidak ada asumsi-asumsi lain yang bisa diurai lagi.  Dari prinsip dasar itu kemudian  dibangun sebuah pemikiran sendiri untuk memecahkan suatu persoalan.

Singkat cerita, Soham Chokshi menjawab dan menawarkan sebuah solusi platform manajemen perdagangan dan logistik global lewat  Shipsy, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis di India. Shipsy telah  merambah pasar  global, tak terkecuali  Asia Tenggara, termasuk  Indonesia.

First principle thinking   membantu organisasi kami melepaskan banyak sekali kemungkinan kerja kreatif.  Kami terus berpikir, menggali, dan terus menggali pemikiran untuk menghadirkan praktik, produk, hingga model baru dalam berbisnis,”  ujar Soham.

Di bawah kepemimpinan Soham, Shipsy berkembang menjadi  mitra teknologi pilihan di bidang  manajemen logistik untuk  memperkuat perdagangan domestik dan lintas batas.

Sebelum mendirikan Shipsy, Soham Chokshi pernah berkarier  di Deutsche Bank sebagai analis. Alumnus Indian Institute of Technology (IIT) Madras, India (IIT-M) ini bersemangat menjadikan Shipsy sebagai pemimpin  software as a service  (SaaS) global dan mitra tepercaya untuk pengiriman dan logistik di seluruh dunia dengan membantu mereka mengelola logistik secara lebih  efisien dan lebih lincah. 

Ia juga selalu mencari individu-individu berbakat untuk tumbuh bersama dalam perjalanan Shipsy. “Kami membantu orang-orang tumbuh sebagai individu yang profesional,” tutur pria yang hobi  bermain tenis dan taat menjaga kebugaran ini.

Bagaimana kisah perjalanan karier profesional Soham Chokshi? Apa filosofinya?  Bagaimana  gaya kepemimpinannya? Berikut paparan Soham  kepada wartawan Investor Daily, Totok H Subagyo di Jakarta, belum lama ini.

Bisa dijelaskan perjalanan karier Anda?

Saya memulai karier sebagai mentorship manager di Avanti Fellows, sebuah organisasi nirlaba dengan misi menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang terjangkau bagi siswa kurang mampu yang ingin belajar di universitas terkemuka di India.

Pekerjaan saya berikutnya adalah sebagai head of sponsorship & public relations di Saarang, —festival sosial dan budaya tahunan almamater saya, IIT-M, diikuti dengan menjadi duta kampus untuk Teach For India, mewakili organisasi di institusi yang sama.

Hal berbeda terjadi ketika saya bergabung dengan Deutsche Bank sebagai analis pada 2013. Saat bekerja di sana, saya bertemu Dhruv, Himanshu, dan Sahil —salah satu pendiri Shipsy. Sebelum kami mendirikan Shipsy, saya mendirikan Mappr, sebuah platform di bidang  perjalanan.

Alasan Anda membangun perusahaan teknologi?

Kami melihat masalah besar di segmen mil terakhir dari industri logistik. Faktanya, inefisiensi last-mile cukup besar, terdiri atas 53% dari keseluruhan biaya logistik. Proses manual, sistem warisan, dan komunikasi tertutup telah menantang industri selama beberapa dekade. Solusi berbasis teknologi yang secara mulus memungkinkan visibilitas di beberapa peserta, proses, dan titik kontak serta mengotomatisasi serta mengoptimalkan operasi untuk meningkatkan efisiensi logistik adalah kebutuhan saat ini.

Tujuan pembuatan Shipsy adalah untuk membangun sistem operasi (operating system/OS) untuk rantai pasokan global dan industri logistik. Sebuah sistem operasi di mana setiap pemangku kepentingan, baik perusahaan, penyedia layanan logistik, pengirim, pengirim barang, maupun  eksekutif pengiriman, dapat berkolaborasi, menganalisis, memutuskan, dan menjalankan operasi logistik sehari-hari secara efisien. Kami dengan cepat bergerak maju dalam mewujudkan visi ini menjadi kenyataan.

Strategi Anda mengelola perusahaan?

Kami sangat percaya bahwa memiliki hierarki yang sejajar dapat menciptakan lingkungan kerja yang berkontribusi terhadap penciptaan pemimpin masa depan dan mendorong rasa kepemilikan yang baik atas pekerjaan yang dilakukan seseorang.

Saya sangat yakin dalam memberikan kesempatan yang sama, dan tim people success kami terus berupaya menemukan cara inovatif untuk membuat sesama Shipsians (orang yang bekerja di Shipsy) tetap terlibat, bahagia, dan termotivasi. Bagian terakhir ini sama pentingnya karena kami sekarang adalah organisasi yang mengutamakan kerja jarak jauh.

Sebagai sebuah organisasi, kami mempromosikan kegiatan yang membantu orang-orang kami tumbuh sebagai individu yang profesional. Bisa melalui kursus yang ingin mereka ikuti, sesi pelatihan lintas departemen, aktivitas di luar lokasi, buku yang mereka inginkan, hackathon, dan banyak lagi.

Obsesi pelanggan adalah pendorong yang penting juga bagi operasi sehari-hari kami,  karena kami bukan hanya penyedia teknologi bagi pelanggan kami, tetapi juga mitra mereka dalam pertumbuhan.

Apa filosofi hidup Anda dan bagaimana menerapkannya di perusahaan?

Saya sangat percaya pada first principles thinking atau berpikir prinsip pertama yang diajarkan filsuf Yunani Aristoteles. Sebagai  Shipsians, kami terus berpikir, menggali, dan terus menggali pemikiran untuk menghadirkan praktik, produk, hingga model baru dalam berbisnis.

Prinsip ini membantu organisasi kami melepaskan banyak sekali kemungkinan kerja kreatif, yang pada gilirannya mempersenjatai kami untuk memecahkan tantangan pelanggan yang unik dan kompleks dengan cara yang paling inovatif.

Gaya kepemimpinan Anda, terutama ketika  memecahkan masalah perusahaan?

Gaya kepemimpinan dikembangkan selama bertahun-tahun dan merupakan perpaduan dari banyak sifat, beberapa di  antaranya datang secara alami atau secara bertahap diambil dalam perjalanan untuk memperbaiki diri sendiri.

Ketika dihadapkan dengan tantangan, mengikuti prinsip “berpikir pertama bekerja” dengan baik, dan mencoba melakukan hal yang benar daripada yang nyaman.

Poin kedua yang perlu dipertimbangkan adalah dampaknya pada tim. Seseorang tidak dapat membuat tim yang kuat dari orang-orang yang beroperasi dalam keterkungkungan atau mengabaikan mereka dari keputusan Anda. Jadi,  kolaborasi adalah salah satu aspek penting.

Selain itu, berpikir out of the box, berpikir besar tetapi efisien adalah kuncinya. Kita harus memperhatikan di mana mereka menginvestasikan sumber daya mereka. Selama bertahun-tahun, kami telah membangun sikap obsesi pelanggan karena mereka adalah sumber inspirasi dari inovasi kami yang konstan dan inovatif.

Di manakah brand positioning Shipsy dan  apa keunggulan kompetitifnya?

Kami adalah salah satu penyedia solusi manajemen logistik berbasis SaaS (software as a service) terkemuka secara global. Kami memiliki 170 lebih pelanggan di seluruh penyedia layanan kurir, ekspres, dan paket, produsen, pemain e-commerce, pengecer, penyedia pengiriman sesuai permintaan, dan penyedia layanan kesehatan.

Secara ringkas, sampai hari ini, produsen ban terbesar di dunia, rantai pengiriman pizza terkemuka di dunia, eksportir Fortune 100, dan perusahaan pengiriman bahan makanan terkemuka 10 menit, berjalan bersama Shipsy. Lebih dari 30 juta pengiriman diberdayakan setiap hari melalui platform kami.

Visi kami adalah menjadi sistem operasi logistik de-facto secara global, sehingga setiap pengiriman yang dikirimkan, baik ke konsumen maupun bisnis, baik domestik maupun internasional, menggunakan platform Shipsy.

Adopsi teknologi di industri logistik dan rantai pasok masih rendah. Oleh karena itu, kami memiliki sejumlah penyedia teknologi yang berfokus pada bidang ini. Tetapi sebagian besar memiliki kompetensi di bidang tertentu dari rantai pasok.

Shipsy, di sisi lain, memberikan kemampuan kuat yang benar-benar membantu mengelola operasi rantai pasokan, mulai dari mengoptimalkan logistik lintas batas, hingga mendorong pengiriman jarak jauh yang menyenangkan dan hemat biaya operasi.

Kami unggul dalam memberikan hasil dan manfaat bisnis yang nyata dalam bentuk efisiensi biaya, pengalaman pelanggan yang lebih baik, nilai waktu yang lebih cepat, pengambilan keputusan yang akurat, skalabilitas yang cepat, keberlanjutan logistik, dan banyak lagi.

Kinerja bisnis Shipsy sejauh ini?

Kami dalam tahap hyper-growth. Setelah Dubai, kami baru-baru ini mendirikan kantor pusat regional di Asia Tenggara. Pada  awal tahun ini, kami menggalang dana Seri B senilai US$ 25 miliar dari A91 Partner dan Z3 Partners. Investor kami, Info Edge dan Sequoia Capital India's Surge, juga berpartisipasi.

Target dan strategi  Anda selanjutnya?

Kami akan terus memperluas operasi kami di pasar baru serta mendirikan kantor pusat regional di Amerika Serikat (AS)  dan Inggris. Kami juga akan terus berinvestasi dalam merekrut talenta terbaik dari seluruh dunia.  Kami  telah  masuk  pasar global, termasuk Asia Tenggara,  tak terkecuali  Indonesia.

Kami baru-baru ini meluncurkan modul pelacakan pengiriman melalui produk kami, Gartner Supply Chain Symposium/Xpo™ 2022. Ini akan memungkinkan pelanggan menskalakan penggunaan aplikasi pelacakan kontainer tanpa pengaturan dan akses instan Shipsy yang canggih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ini juga akan memberdayakan bisnis untuk mendapatkan wawasan dan peringatan yang dapat ditindaklanjuti tentang biaya tak terduga, meningkatkan transparansi logistik, dan mencapai lebih banyak.

Shipsy sedang dalam proses menciptakan jaringan kemitraan strategis, saluran, dan teknologi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan bersama dan memperluas penawaran.

Hal lain yang masih ingin Anda capai?

Kami telah menempuh perjalanan panjang. Namun, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami berusaha untuk memastikan bahwa ekosistem logistik global lebih berkelanjutan, menguntungkan, efisien, dan tangguh.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami membayangkan menjadi sistem operasi de facto secara global.  Dengan demikian,  segala sesuatu yang dikirimkan, baik ke konsumen maupun  bisnis, di dalam negeri maupun  internasional, menggunakan solusi Shipsy. ***

Soham Chokshi, CEO & Co-Founder Shipsy

Ingin Seperti Baden Powell

 Kemampuan menangani  banyak pekerjaan sekaligus (multitasking) terkadang bisa kontraproduktif. Hal itu juga  dirasakan  Soham Chokshi. Maka, ia harus pintar-pintar membagi waktu.

Pada awal pekan, Soham  harus memilih tiga tugas yang harus diselesaikan dalam tujuh hari. Membuat prioritas tugas  membantunya  berkonsentrasi pada apa yang paling membutuhkan perhatiannya  setiap hari.

“Ini adalah cara yang bagus untuk tetap teratur dan melihat berbagai kegiatan dengan jelas,  juga dalam mencapai target pribadi,”  tandas  dia.

Soham Chokshi tak  ingin dirinya  cuma  sukses secara bisnis.  Mengikuti jejak Bapak Pramuka Dunia, Robert Baden Powell, Soham ingin mewariskan hal besar yang bermanfaat bagi dunia.

“Dalam kata-kata Sir Robert Baden Powell, saya ingin meninggalkan dunia sedikit lebih baik daripada yang saya temukan. Bagi saya,  ini tidak hanya mengacu pada rantai pasokan dan logistik,” ujar dia.

Soham bertekad memberikan kontribusi untuk menciptakan ekosistem pekerjaan yang lebih kaya dan lebih lengkap, yang didorong oleh  nilai dan  bakat individu  guna  mengembangkan pemimpin masa depan.

Karena itu, dalam sudut pandang penilaiannya, banyak pihak yang berkontribusi pada kareirnya, dari mulai  keluarganya, Shipsians, co-founder Shipsy, hingga pelanggan Shipsy.

Soham Chokshi sangat memperhatikan kebugaran tubuhnya. Itu sebabnya, ia rajin berolahraga di pagi, bermeditasi, berjalan-jalan di malam hari, serta bermain tenis meja dan tenis lapangan setiap kali  punya waktu senggang.

“Saya  berupaya  tetap bugar dan sehat. Jadi, berfokus pada kesehatan holistik memegang bagian yang baik dari hari saya di luar jam kantor,” tutur dia.

Dalam situasi pandemi Covid-19, Soham mengaku sulit  menghabiskan waktu bepergian bersama keluarga. “Tapi sekarang, karena keadaan terlihat sedikit lebih baik, kami memastikan bahwa keluarga saling mengunjungi setiap minggu. Biasanya kami bertemu untuk sarapan pagi atau  makan malam,” ujar dia.

Keluarga, bagi Soham, tak terbatas pada keluarga pribadinya. “Shipsians (orang yang bekerja di Shipsy)  adalah keluargaku juga. Sama pentingnya bagi saya untuk memastikan saya mengenal mereka dan memahami aspirasi mereka,” tegas dia. (ts)

Biodata

Nama            : Soham Chokshi.

Pendidikan    : Teknik Mesin Indian Institute of Technology (IIT) Madras, 2013.

Karier:

* Juni 2015: Shipsy, CEO dan Co-Founder.

* Juni 2013 – Juni 2015: Analis Deutsche Bank.

* Mei 2012 – April 2013: Teach For India Campus Ambassador.

* Maret 2012 – Maret 2013: Saarang, Head of Sponsorship and Public Relations.

* Agustus 2010 – April 2012: Avanti Fellows, Mentorship Manager & Core group member.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com