Menu
Sign in
@ Contact
Search
Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia (ist)

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia (ist)

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia

Memenuhi 100% Panggilan Hidup

Senin, 3 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

Para chief executive officer (CEO) memiliki definisi yang berbeda-beda tentang kesuksesan. Lalu, apa definisi sukses menurut CEO Citi Indonesia,  Batara Sianturi?

Dalam pandangan Batara Sianturi, sukses adalah mencapai 100% dari panggilan hidup setiap orang. Jika seseorang mendapat panggilan hidup sebagai bankir, maka ia harus bertekad menjadi bankir terbaik sesuai potensi yang dimilikinya. Begitu pula jika ia mendapat panggilan hidup sebagai dokter, insinyur, pegawai negeri, karyawan swasta, atau pengusaha. 

“Kita harus menjalankan tujuan hidup kita, a purpose driven life,” kata eksekutif kelahiran Jakarta, 26 Juni 1960 tersebut.

Batara percaya bahwa dalam kehidupan ini setiap orang diberi potensi oleh Yang Maha Kuasa sesuai kemampuannya masing-masing. Itu sebabnya, ia harus memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimilikinya. 

Maximize your potential by delivering your best  performance. Jadikanlah potensi dan kinerja sebagai ‘what’ dan tata cara dalam menjalankannya menjadi aspek ‘how’, yang  terdiri atas kompetensi, emotional quotient (EQ), teamwork, energi, dan kepemimpinan,” papar dia. 

Batara Sianturi juga yakin seseorang yang berkarier atas panggilan hati nurani atau panggilan hidup akan menjalani pekerjaan dengan senang hati. Ia adalah contohnya. “Meskipun sudah bekerja selama lebih dari 30 tahun, saya tidak pernah merasa lelah atau bosan,” tutur dia.

Batara Sianturi adalah bankir tulen. Ia telah berkarier di Citi sebagai bankir selama 34 tahun, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di luar negeri, Batari menjalani karier di Australia, Hungaria (membawahkan 12 negara lainnya di Eropa Timur), serta Filipina dan Guam.  

Secara keseluruhan, Batara sudah berpindah-pindah tugas di perwakilan Citi luar negeri selama 12 tahun dan secara total memiliki wewenang sebagai CEO yang membawahkan 15 negara.

Panggilan hidup sebagai bankir ternyata tidak begitu saja datang kepada Batara Sinturi. Ia menghabiskan waktu tujuh tahun untuk mendalami   teknik kimia di Case Western Reserve University, Amerika Serikat (AS).

Batara akhirnya menyadari bahwa panggilan hidupnya adalah menjadi bankir. Karena itu, ia langsung banting setir dan melanjutkan kuliah untuk meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari St John University, AS.

Berikut penuturan lengkap Batara Sianturi kepada wartawan Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini:

Bisa cerita masa kecil Anda?

Saya dilahirkan di Jakarta pada 26 Juni 1960.  Saya adalah anak pertama dari lima bersaudara. Saya memiliki masa kecil dan remaja yang cukup aktif.  Saya belajar bahasa Inggris, bahasa Perancis, Pramuka, bela diri Judo dan Kungfu, piano, dan olahraga, di mana saya masuk klub sepakbola, berenang, dan catur. Saya juga aktif di gereja.  

Setelah lulus SMA, saya kuliah di AS. Saya meraih dua gelar, yaitu Bachelor of Science (BSc) dalam Chemical Engineering dan Macromolecular Science dari Case Western Reserve University, kemudian Master of Chemical Engineering dari Stevens Institute of Technology dan Master of Business Administration - Finance dari St John’s University.

Nilai-nilai yang ditanamkan orang tua Anda? 

Orang tua saya menanamkan nilai-nilai agar saya menjadi individu yang tangguh dan bisa beradaptasi di mana saja. Orang tua saya juga selalu mendorong saya agar menjadi yang terbaik di bidang apa pun yang saya pilih, memiliki pemikiran  global, dan agar saya menjadi warga negara dunia yang aktif serta taat kepada Tuhan.  

Bagaimana liku-liku perjalanan karier Anda hingga mencapai posisi puncak?

Saya sudah berkarier di industri perbankan selama lebih dari 34 tahun di Citi, baik di dalam maupun di luar negeri. Secara keseluruhan, saya sudah berpindah-pindah tugas di perwakilan Citi di luar negeri selama 12 tahun dan secara total memiliki wewenang sebagai CEO yang membawahkan 15 negara.

Saya pertama kali bergabung di Citi Indonesia pada 1988 sebagai management associate untuk consumer banking. Saya juga menempati sejumlah bidang dan posisi berbeda, termasuk sebagai general manager untuk overseas mortgage di Citi Australia, consumer bank head, dan CEO di Citi Hungaria.

Selain itu, saya pernah menjabat sebagai regional head  Citi Hungaria serta Balkan and Baltic Regions, membawahkan 12 negara lainnya, kemudian CEO Citi Filipina serta cluster head Citi Filipina dan Citi Guam, sampai akhirnya ditunjuk menjadi CEO Citi Indonesia pada 2015 sampai sekarang. 

Pekerjaan ini sesuai passion Anda?

Saya menghabiskan sembilan tahun untuk menyelesaikan masa akademis saya di AS, yaitu dari 1979 sampai 1988. Setelah menggeluti kuliah ilmu teknik kimia selama tujuh tahun, saya baru menyadari kalau panggilan saya adalah menjadi seorang bankir. Oleh sebab itu, saya langsung banting setir dan melanjutkan kuliah selama dua tahun untuk mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) dari St John University.

Apabila saya tidak mengambil keputusan tersebut, seharusnya saya menjadi insinyur. Karena menyadari panggilan sebagai bankir, saya tidak bosan  menggeluti pekerjaan ini. Meski sudah bekerja lebih dari 30 tahun, saya tidak pernah merasa lelah atau bosan.

Kiat sukses Anda?

Saya yakin jika fondasi dalam meniti karier adalah kompetensi, maka kita akan benar-benar menjadi kompeten. Kalau mau menjadi bankir, jadilah bankir yang kompeten. Di Citi, kami memiliki core competence standards yang bisa menganalisa apakah seseorang cocok menjadi Citibanker, yaitu bankir dengan global mindset.   

Jadi, kompetensi adalah dasar. Tetapi kompetensi saja tidak cukup. Diperlukan soft skills, atau secara holistik disebut emotional quotient (EQ). Esensinya adalah bagaimana mengerti diri sendiri (knowing self) dan bagaimana bisa berinteraksi (social skills) dengan seluruh pemangku kepentingan, dari mulai anak buah, atasan, klien, hingga regulator.

Agar  sukses, kita harus punya keterampilan (skill) yang disebut EQ. Kita harus tahu siapa diri kita dan orang lain, tahu persis bagaimana harus berinteraksi satu dengan yang lain dan bekerja dalam sebuah tim.

Saya punya moto di Citi Indonesia, yaitu “We like superstars but we prefer a winning team”. Kami suka pemain bintang, tetapi kami lebih suka punya tim pemenang. Jika di sebuah tim banyak individu yang menonjol, tapi timnya tidak atau jarang menang karena masing-masing mengedepankan egonya, maka itu menjadi percuma.  Terakhir, kita harus punya energi dan semangat juang.  

Dalam menjalani kehidupan pribadi, kita harus banyak bersyukur dan rendah hati. Jangan menjadi kacang yang lupa kulitnya. Kita bisa mencapai banyak hal juga karena berkat Tuhan dan bantuan banyak orang.  

Definisi sukses menurut Anda?

Sukses adalah mencapai 100% dari panggilan hidup kita masing-masing. Kalau panggilan saya menjadi bankir, maka saya bertekad menjadi bankir yang sebaik-baiknya, sesuai potensi yang saya miliki. Demikian juga apabila panggilannya menjadi dokter, insinyur, pegawai negeri,  karyawan swasta, atau pengusaha.

Kita harus menjalankan tujuan hidup kita, a purpose driven life. Dalam kehidupan ini, kita diberi potensi. Kinerja kita diharapkan sesuai potensi tersebut.  Maximize your potential by delivering your best performance. Jadikanlah potensi dan kinerja sebagai “what” dan tata cara dalam menjalankannya menjadi aspek “how”.

Semua hal besar membutuhkan waktu. All great things take time. There is no short cut. Untuk menjadi jenderal harus melewati posisi kopral. Demikian juga untuk menjadi managing director di bank harus melewati posisi manajer dulu. Tak ada jalan pintas, harus melalui proses.

Filosofi hidup Anda?

Saya harus selalu menjunjung tinggi etika.   There is no business ethics, there is only ethics.  Kehidupan pribadi dan kehidupan profesional kita sudah blended. Nilai-nilai hidup kita pasti akan transparan di kehidupan profesional dan kehidupan pribadi.

Gaya kepemimpinan Anda?

Saya senantiasa berupaya menjadi  pemimpin yang baik, yang mampu mencetak anak buah dan pemimpin yang baik pula. Saya percaya leader produces leaders, successors and followers. Mudah-mudahan saya bisa mencetak leader lebih banyak, followers, serta anak buah yang bagus dan andal. Saya berharap calon pengganti saya nanti bisa membawa Citi Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dalam hal manajemen, saya memiliki gaya partisipasi atau participative management. Saya ingin semua orang berpartisipasi dalam diskusi untuk menemukan solusi dalam setiap permasalahan.  

Arti karyawan dan perusahaan bagi Anda? 

Karyawan dan perusahaan itu keluarga saya. Saya menghabiskan waktu untuk bekerja hingga 10 jam sehari.  Berarti perusahaan dan karyawan merupakan bagian kehidupan saya sehari-hari. Maka penting bagi saya untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi para karyawan sehingga mereka bisa bekerja secara efektif, tumbuh, dan sukses bersama.

Apa yang Anda lakukan agar karyawan tergugah untuk melaksanakan visi-misi perusahaan?

Sebagai pemimpin, saya harus walk the talk. Pernyataan visi dan misi adalah bagian dari komunikasi agar mendapatkan kepercayaan dan pemahaman yang sama dari para pemangku kepentingan. Agar penerapannya efektif, perlu dipikirkan apa manfaat yang diperoleh mereka   bila menjalankannya atau UBSA (ujung-ujungnya buat saya apa) alias WIIFM (what’s in it for me). Semua harus win-win bagi perusahaan, karyawan dan nasabah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Strategi Anda memajukan perusahaan?

Kami memiliki program pelatihan yang terstruktur untuk mengembangkan hard skills maupun soft skills para karyawan. Kami juga punya program mentoring lintas generasi dan lintas negara. Citibank  sangat produktif  mencetak bankir-bankir andal. Di Indonesia, alumni kami banyak yang menjadi pemimpin di berbagai bank, baik lokal, regional, maupun global. Banyak pula yang menempati posisi strategis pemerintahan, BUMN, bahkan kabinet kepresidenan.

Cara Anda merespons krisis, termasuk pandemi Covid-19?

Dalam merespons pandemi Covid-19, kami mengadakan program vaksinasi untuk karyawan dan keluarganya, termasuk vaksin booster.  Kami  juga memberikan tunjangan kesehatan tambahan dan kompensasi kepada karyawan. Selain itu, kami melakukan beberapa inisiatif internal untuk meningkatkan produktivitas dan kekompakan karyawan.

CEO kami, Jane Fraser menguraikan model kerja How We Work  atau Bagaimana Kita Bekerja. Kami menerapkan tiga hal, yaitu hybrid (bekerja di kantor setidaknya tiga hari per minggu dan dari rumah hingga dua hari per minggu), remote (jarak jauh), atau resident (di kantor).  

Kegiatan corporate social responsibility (CSR) sangat kami prioritaskan.  Bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM), kami berkontribusi sekitar Rp 4,4 miliar untuk menyediakan perlengkapan dan peralatan medis serta perlengkapan sekolah anak-anak di daerah terpencil.  

Kinerja bisnis Citi Indonesia saat ini?  

Pada semester I-2022, kami mencatatkan laba bersih  Rp 750 miliar, meningkat 63% secara year on year (yoy), terutama disebabkan lebih rendahnya biaya cadangan penurunan nilai kredit di lini institutional banking. Portofolio kredit Citi tumbuh 9,8% menjadi Rp 43,7 triliun, terutama berasal dari lini bisnis institutional banking, khususnya sektor industri manufaktur dan perantara keuangan.

Pertumbuhan portofolio kredit Citi ditunjang  tingkat kualitas dana pihak ketiga (DPK) berkelanjutan yang tumbuh 11,1%. Itu memungkinkan kami  mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) yang sehat sebesar 64%. Selain sangat likuid, Citi Indonesia memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26%. Di sisi lain,  gross non-performing loan (NPL) turun dari 3,61% menjadi 2,86%. Kami juga berhasil menjaga rasio net NPL tetap rendah sebesar 0,26%.

Target Anda ke depan?

Kami berupaya menjadi bank yang kuat di lini institutional banking. Kami adalah bank berskala global yang terus memiliki relevansi dan memberikan solusi kepada klien kami.  

Pendapat Anda tentang perkembangan industri perbankan nasional?

Industri perbankan Indonesia pada 2022 menunjukkan perkembangan yang positif. Per akhir Mei 2022 dibandingkan 2017, penyaluran kredit meningkat sekitar 27%, DPK tumbuh sekitar 42%, diiringi NPL yang stabil dan CAR yang meningkat. Ini luar biasa, mengingat pandemi Covid-19 masih membayangi perekonomian Indonesia.

Tentunya masih ada tantangan berupa tekanan inflasi. Tetapi ini  sementara saja. Saya optimistis terhadap sinergi kebijakan Bank Indonesia (BI) dengan kebijakan fiskal pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).  

Apa sesungguhnya yang Anda kejar dalam hidup? 

Memenuhi panggilan sesuai dengan talenta, potensi, dan bakat yang dianugerahkan Tuhan. Saya harus merespons panggilan itu sebaik-baiknya, karena itulah yang akan menjadi legacy saya. ***

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia (ist)

Antara Keluarga, Fotografi, Yoga, dan Musik Jaz

Batara Sianturi biasanya banyak menghabiskan waktu di akhir pekan dengan bersantai bersama keluarga. “Saat weekend, saya biasanya santai saja dengan keluarga, ikut acara kekeluargaan atau acara gereja,” tutur Batara.

Batara  memang sangat dekat  dengan keluarganya. Selama 34 tahun meniti karier dan 12 tahun bertugas di luar negeri, Batara  bersama istri dan tiga anaknya adalah keluarga yang tak terpisahkan.

“Jadi, bagi saya, peran keluarga sangat luar biasa dalam mendukung karier. Saya selalu membuat quality time untuk keluarga,” tandas dia.

Batara sebetulnya punya banyak hobi, dari mulai  olahraga, fotografi, membaca buku, hingga menikmati musik jaz. Untuk urusan musik jaz,  Batara memilih piano atau clavinova. Sedangkan untuk olahraga, ia memilih lari, weight training, yoga, atau berenang. **

Biodata

Nama: Batara Sianturi.

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 26 Juni 1960.

Pendidikan:

  • Bachelor of Science (BSc) bidang  Chemical Engineering dan bidang Macromolecular Science - Case Western Reserve University (AS).
  • Master of Chemical Engineering  - Stevens Institute of Technology (AS).
  • Master of Business Administration bidang  Finance  -  St John’s University (AS).

Karier:

Juni 2015 – sekarang: CEO Citi Indonesia.

*1988-2015:

- Citi Filipina: CEO & Regional Head Citi Filipina & Guam.

- Citi Hungaria: CEO & Regional Head untuk 12 negara Eropa Timur lainnya.

- Citi Indonesia: Direktur Country Marketing - Direktur Country Distribution & Sales.

- Citi Australia: General Manager Overseas Mortgage.

- Citi Indonesia: Management Associate Consumer Banking.

Organisasi:

  • Ketua Perhimpunan Bank-bank Internasional Indonesia (Perbina).
  • Wakil Ketua US-Asean Business Council.
  • Pengurus Kadin Amerika-Indonesia.
  • Anggota Dewan Direksi Kadin Amerika (Amcham)-Filipina.
  • Anggota Dewan Penasihat Internasional IPMI International Business School.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com