Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
presiden direktur Real Estate Power (Repower).

presiden direktur Real Estate Power (Repower).

Ayah yang Dirindukan

Rio F Winto/Harso Kurniawan, Selasa, 29 Oktober 2019 | 13:10 WIB

Sebagai kepala keluarga, Aulia Firdaus selalu menyempatkan waktu untuk keluarga. Bahkan, di sela pekerjaan, Aulia selalu menghubungi anak-anaknya. Tak hanya itu, dia berusaha mendengarkan cerita dan kisah anak-anaknya.

“Anak-anak saya masih kecil dan perlu perhatian. Saat, break, saya menghubungi mereka. Jadi, saya berusaha menjadi ayah yang dirindukan kehadirannya,” kata dia.

Aulia selalu berupaya meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak-anaknya sebelum tidur. Ia ingin mendengarkan keluhan mereka.

“Hal terpenting adalah selalu ada komunikasi dengan keluarga dan jangan lupa untuk selalu menghubungi orang tua. Bagaimanapun juga, doa orang tua sangat penting dan tiada taranya. Doa orang tua adalah restu,” tegas Aulia yang memiliki hobi joging pagi hari.

Aulia mengaku sangat senang joging pagi hari di kawasan UI, Depok, Jawa Barat. “Saya bisa mendapat banyak hal dari yang tidak didapatkan orang lain, yaitu sinar mahatari dan udara segar pagi hari. Itu sungguh tidak ternilai,” kata Aulia yang juga senang berkomunikasi dengan warga sekitar.

Aulia mencontohkan, penjual nasi uduk juga mempunyai visi. “Masyarakat memiliki visi dan misi. Hal itu tidak kita bisa dapat saat acara formal. Kita dapat menggali visi dari masyarakat dari acara santai seperti joging pagi,” jelas dia.

Aulia Firdaus mengaku mendapat pelajaran bahwa mereka menggunakan segala cara untuk mencari uang. Mereka bangun subuh untuk mencari uang. Mereka bekerja untuk keluarga, istri, dan anak-anaknya.

“Tujuan mereka kerja agar keluarga lebih sejahtera. Mereka tidak malas. Bahkan, mereka bekerja menyapu jalanan untuk mencari nafkah demi keluarga. Jadi setiap orang memiliki caranya sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Aulia.*

Baca juga:

Membangun Peradaban Berawal dari Keluarga

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA