Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Corina Leyla Karnalies, Direktur Bisnis Konsumer BNI (ist).

Corina Leyla Karnalies, Direktur Bisnis Konsumer BNI (ist).

CORINA LEYLA KARNALIES, DIREKTUR BISNIS KONSUMER PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK (BNI)

Hidup Harus Punya 'Goals' dan 'Values'

Senin, 22 Maret 2021 | 08:45 WIB
Aris Cahyadi dan Primus Dorimulu

Setiap orang harus punya goals atau tujuan hidup. Jika tidak, kehidupannya akan terasa hampa, kehilangan orientasi, tidak punya pijakan, dan berputar-putar tanpa arah yang jelas.

Ia seperti daun kering yang terempas ke pusaran air, laksana layang-layang putus, atau ibarat biduk yang terombang-ambing di tengah samudra.

Namun, goals saja belum cukup. Seseorang juga harus bernilai atau memiliki values sehingga bermanfaat bagi banyak orang dan lingkungan.

Filosofi inilah yang dipegang teguh Corina Leyla Karnalies dalam menjalani karier dan kehidupannya. Sebagai bankir yang kenyang pengalaman di bisnis konsumer, values dan goal juga sangat penting bagi kariernya.

"Dalam bekerja, kita harus memiliki values dan goals sehingga tidak terperangkap dalam comfort zone. Kita akan selalu menemukan passion jika bekerja dengan values dan goals," kata Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) itu kepada wartawan Investor Daily, Aris Cahyadi dan Primus Dorimulu di Jakarta, baru-baru ini.

Corina adalah bankir yang tak pernah berhenti belajar. Bagi perempuan yang sudah berkarier di industri perbankan selama hampir tiga dekade ini, setinggi apa pun jabatan yang telah didudukinya, seseorang tetap dituntut untuk terus belajar. Sebab, jabatan merupakan sebuah perjalanan karier yang mengalami proses evolusi.

Selain mau belajar, Corina merupakan eksekutif yang persisten dan selalu berorientasi pada prestasi demi hasil terbaik. "Tentu atas izin Allah SWT saya bisa sampai ke posisi saat ini," ujar Corina yang pernah bekerja di sejumlah bank swasta asing dan nasional, mulai dari Citibank, Standard Chartered Bank, Bank Universal, Bank Permata, Bank Niaga, ABN Amro, hingga Royal Bank of Scotland (RBS).

Corina Leyla percaya, dengan terus belajar, seseorang dapat mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya, termasuk masalah yang ditimbulkan pandemi Covid-19 saat ini. Berikut petikan lengkap wawancara dengan bankir kelahiran Padang Panjang, 11 Oktober 1968, tersebut:

Bagaimana BNI merespons penurunan konsumsi masyarakat selama pandemi Covid-19?

Selama pandemi, sekalipun terjadi penurunan konsumsi masyarakat secara keseluruhan, namun juga terjadi perubahan behavior masyarakat yang beralih ke preferensi kegiatan ekonomi digital, sehingga kegiatan ekonomi digital mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Dalam upaya menangkap peluang perubahan behavior ini, transaksi diarahkan menjadi cashless. Maka kebutuhan produk perbankan yang up to date, praktis, cepat, dan responsif sangat diutamakan.

Strategi dan inovasi BNI?

BNI selalu berinovasi melakukan pengembangan digital dan meningkatkan fitur layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman untuk menjawab kebutuhan dan tantangan menghadapi kondisi pandemi, melalui berbagai strategi.

Strategi kami di antaranya melakukan pengembangan secara terus-menerus pada produk tabungan dan transaksi berbasis digital maupun pada proses kredit secara digital.

Membuka tabungan dan deposito dapat dilakukan melalui BNI mobile banking dengan mengedepankan layanan DOA (digital opening account). Nasabah juga bisa membuka rekening melalui e-commerce, seperti JD.ID, Doku Walet, dan lain-lain. Selain itu, pembukaan rekening dapat dilakukan melalui fasilitas BNI Sonic (Self Service Opening Account) yang bisa juga diakses melalui perangkat EDC android.

Kecuali itu, kami terus meningkatkan fitur mobile banking yang andal.   Perubahan behaviour nasabah menjadi serba digital membuat BNI terus berinovasi dalam perbaruan dan penambahan fitur mobile banking dalam mengakomodasi perubahan kebiasaan menjadi bersifat cashless dan cenderung memilih bertransaksi online.

Karena itu, BNI Mobile Banking hadir dengan fitur pembelian pulsa, tagihan listrik, setoran pajak, top up saldo e-wallet, seperti Go Pay, LinkAja, dan OVO. Juga pembayaran transaksi e-commerce, pembayaran uang kuliah bekerja sama dengan uiversitas, pembelian tiket pesawat, kereta, fitur My Credit Card, fitur investasi, serta fitur DiKado untuk membagikan hadiah digital wallet dalam bentuk transfer antar-BNI atau antarbank, top up e-wallet untuk LinkAja dan GoPay, top up pulsa, serta mobile tunai.

Kami pun terus mengembangkan digital wealth advisor untuk segmen Emerald dan program Loyalty BNI Poin+. Program point reward merupakan persembahan BNI bagi seluruh nasabah tabungan setia BNI sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas nasabah.

Semua aktivitas finansial di BNI akan mendapatkan reward berupa BNI Poin+ yang akan terakumulasi dan dapat ditukarkan dengan berbagai macam hadiah menarik pilihan nasabah, seperti e-voucher di berbagai merchant, tiket pesawat, hotel, dan sewa kendaraan.

Nah, untuk proses kredit secara digital, kami mengembangkan aplikasi kredit digital Griya & Fleksi e-Form. Kami juga mengembangkan keragaman channel akuisisi Fleksi, partnership Fleksi dengan pihak ketiga, pengembangan digital signature, serta pengembangan BNI My Card untuk kartu kredit.

Kecuali itu, BNI menjadi pelopor event pameran perumahan online bekerja sama dengan mitra e-commerce, agen properti, media online, dan sebagainya, dengan proses pengajuan aplikasi digital e-form. Itu semua akan terus kami kembangkan.

Bisa dijelaskan cakupan bisnis konsumer BNI saat ini?

Bisnis konsumer BNI meliputi pengelolaan penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK berupa tabungan dan deposito, pembiayaan konsumsi, transaksi, jasa-jasa, dan layanan prioritas Emerald, di mana bisnis ini difokuskan untuk menyasar nasabah perorangan dan ritel.

Pada penghimpunan DPK, terutama tabungan, BNI memiliki produk simpanan yang beragam guna memenuhi kebutuhan nasabah di setiap jenjang usia dan segmen. Produk unggulannya yaitu Taplus, Taplus Bisnis, Tappa, Taplus Muda, dan Taplus Anak.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah, layanan pembiayaan konsumer BNI meliputi kredit pemilikan rumah, yaitu BNI Griya, payroll loan atau Fleksi atau kredit tanpa agunan, kredit pensiun, kredit dengan jaminan simpanan atau ORI yang bersifat instan, serta kartu tunai dan kartu kredit, baik yang dilakukan secara konvensional maupun digital.

Bisnis konsumer BNI juga menangani pengelolaan pembukaan rekening, baik konvensional maupun digital, pengelolaan dan peningkatan transaksi pada kartu debit, dan jasa-jasa lainnya, seperti safe deposit box (SDB), pengelolaan e-channel, seperti mobile banking, ATM, dan electronic data capture (EDC), serta layanan prioritas Emerald untuk mendukung dan memberikan kemudahan layanan kepada nasabah.

Bagaimana pertumbuhannya?

Penghimpunan DPK konsumer secara total pada 2020 mencapai Rp 291,4 triliun, tumbuh 13,5% secara tahunan (year on year/yoy) dan berkontribusi 46% terhadap DPK BNI, dengan didominasi tabungan sebesar Rp 211,3 triliun yang tumbuh 15,9% (yoy) dan berkontribusi 72,5% terhadap total DPK konsumer.

Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi, pada 2020 kredit konsumer BNI mencapai Rp 89,9 triliun, tumbuh 4,7% atau meningkat Rp 3,95 triliun dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini secara dominan didorong pertumbuhan pada payroll loan yang tumbuh 14,3% atau Rp 3,75 triliun (yoy) dan produk Griya dengan pertumbuhan 4,3% (yoy) atau Rp 1,9 triliun.

Berapa persen kontribusi kredit konsumer terhadap total kredit BNI dan bagaimana target tahun ini?

Dari total kredit konsumer pada 2020 sebesar Rp 89,9 triliun yang tumbuh 4,7% dari tahun 2019, porsi kredit konsumer terhadap total kredit BNI mencapai 16,3%. Untuk target tahun 2021, kredit konsumer BNI diproyeksikan tetap tumbuh di kisaran 3-5% sesuai proyeksi pertumbuhan ekonomi dan proyeksi pertumbuhan kredit industri sektor konsumer. Pertumbuhan ini akan dicapai dengan tetap mengedepankan pertumbuhan ekspansi kredit yang berkualitas, lebih selektif, dan prudent.

Apa backbone BNI di bisnis konsumer dan berapa pertumbuhannya?

Pada 2020, kredit konsumer tumbuh Rp 3,95 triliun atau 4,7% (yoy), ditopang pertumbuhan payroll loan atau Fleksi sebesar Rp 3,75 triliun, tumbuh 14,3%, kemudian produk Griya dengan pertumbuhan 4,3% atau Rp 1,9 triliun.

Ke depan, peluang kredit konsumer untuk tumbuh masih di payroll loan dengan mengoptimalkan segmen fixed income, terutama pegawai dari selected partner, yaitu BUMN dan institusi terpilih. Sedangkan Griya difokuskan ke primary market, kerja sama developer dan program rumah subsidi.

Keunggulan kredit konsumer BNI dibanding bank lain?

Keunggulan BNI sebagai bank BUMN yang senantiasa melayani negeri dan menjadi kebanggan bangsa membuat BNI selalu berinovasi dalam memberikan layanan dan produk terbaik bagi nasabah. BNI juga berperan aktif mendorong ekonomi masyarakat dan turut menyukseskan program pemerintah.

Keunggulan produk kredit konsumer BNI di antaranya, pertama yaitu optimalisasi jaringan, cabang, outlet, dan sumber daya manusia (SDM). Kedua, kami punya keunggulan relationship yang kuat sebagai bank BUMN dengan perguruan tinggi, kementerian, dan BUMN selaku selected partner.

Ketiga, BNI memiliki keragaman produk dan layanan perbankan kredit konsumer berbasis digital. Keempat, kami punya fitur dan pricing yang kompetitif. Kelima, BNI memiliki kemitraan strategis dengan pihak ketiga, seperti developer, e-commerce, fintech, dan lain-lain.

Bagaimana hasil program restrukturisasi kredit konsumer BNI sebagaimana digariskan OJK?

BNI menjadi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah untuk membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19, di antaranya melalui restrukturisasi kredit. Pada 2020, BNI telah membukukan pinjaman yang direstrukturisasi dalam program stimulus Covid-19 sebesar Rp 102,4 triliun atau 18,6% dari total pinjaman.

Berdasarkan segmen bisnis, restrukturisasi kredit diberikan kepada segmen konsumer sebesar Rp 9,2 triliun atau sekitar 10,4% dari total loan semua segmen yang direstrukturisasi di BNI. Mayoritas debitur yang mendapat fasilitas restrukturisasi pinjaman pada segmen konsumer adalah debitur sektor perdagangan, restoran, hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur.

Kiat sukses Anda dalam berkarier?

Posisi saat ini adalah journey karier yang sudah dimulai sejak 1993. Tentu mengalami proses evolusi berbagai macam produk konsumer dan kondisi ekonomi yang beragam.

Dalam berkarier di perbankan yang sudah memasuki tahun ke-27, saya berupaya untuk senantiasa persisten, mau belajar, dan berorientasi prestasi demi hasil terbaik. Tentu atas izin Allah SWT saya bisa sampai ke posisi saat ini.

Dukungan keluarga?

Keluarga adalah faktor utama saya untuk bisa bekerja secara optimal dan berprestasi. Bagi saya, keluarga adalah motivator terbesar. Dengan demikian, setiap prestasi kerja yang saya capai menjadi prestasi kami sekeluarga. Saya selalu memberikan waktu yang berkualitas dan menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga.

Filosofi hidup Anda?

Kehidupan ini adalah tempat singgah sementara untuk memberikan manfaat bagi banyak orang dan lingkungan kita. Demikian juga dalam bekerja, kita harus memiliki values dan goals sehingga tidak terperangkap dalam comfort zone. Temukan passion dalam bekerja dan asah terus leadership untuk menjadi pemimpin yang baik.

Cara Anda menyeimbangkan hidup?

Saya menjalani segalanya dengan sederhana, dengan hati yang bahagia. Saya juga melakukan kegiatan atau hobi seperti dilakukan orang lain. Yang terpenting adalah berusaha untuk selalu dekat dengan Allah SWT, Sang Maha Hidup. ***

 

 

Corina Leyla Karnalies, Direktur Bisnis Konsumer BNI (ist).
Corina Leyla Karnalies, Direktur Bisnis Konsumer BNI (ist).

 

Ingin Menjadi Guru

Saat remaja, Corina Leyla Karnalies gemar berolahraga. Hingga kini, hobi berolahraga masih dijalaninya. Di sela kesibukannya, Corina selalu menyempatkan diri untuk berolahraga demi menjaga kebugaran tubuhnya.

"Saya selalu meluangkan waktu untuk jalan pagi. Kalau weekend, saya rutin yoga - pilates. Kadang-kadang, saya juga bersepeda atau olahraga outdoor lainnya," tutur Corina.

Corina Leyla selalu bersyukur atas dukungan penuh keluarganya dalam menjalani karier. Dukungan mereka menjadi motivasi terbesarnya untuk berkarya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), bank pelat merah yang melantai di bursa saham dengan sandi BBNI.

"Saya bersyukur mendapatkan support yang luar biasa, doa dan pengorbanan mereka. Semua ini menjadi motivasi terbesar saya untuk mencapai keberhasilan dan bekerja memberikan yang terbaik," tegas dia.

Corina, diam-diam, ternyata memendam obsesi menjadi guru atau pengajar. Ia ingin mengikuti jejak almarhumah ibunya. "Dari awal karier, saya aktif menjadi trainer dan saya sangat menyukai moment di depan kelas saat berbagi dan sekaligus belajar," papar Corina. (ris)

 

Biodata

Nama lengkap: Corina Leyla Karnalies.

Tempat/tanggal lahir: Padang Panjang, 11 Oktober 1968.

Pendidikan: Sarjana Fisika Universitas Indonesia (UI).

Karier:

* Senior Collector/Leader Citibank (1995).

* Collection Head Standard Chartered Bank (1997).

* Collection & Recovery Head Bank Universal (1999).

* Credit Department Manager Bank Universal (2000).

* Deputy Card Management Bank Universal (2003).

* Operation Credit Card Division Head Bank Permata (2003).

* Credit Support & Risk Management Division Head Bank Niaga (2005).

* Retail Collection & Recovery Group Head Bank Niaga (2006).

* Collection & Recovery Head Consumer Banking ABN Amro Bank (2007).

* Collection & Recovery Head RBS/Amro Bank (2007).

* VP Deputy Division Head Operations Kartu Kredit & Acquiring Bisnis BNI (2010).

* VP Deputy Division Head Collection Management BNI (2013).

* SVP - Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI (2015).

* SVP - Pemimpin Divisi Product Development Management BNI (2018).

* SVP - Pemimpin Divisi Data Management dan Analytic BNI (2019).

* Direktur Bisnis Konsumer BNI (2020 - sekarang).

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN