Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Insight Investments Management, Ekiawan Primaryanto.

Direktur Utama PT Insight Investments Management, Ekiawan Primaryanto.

EKIAWAN PRIMARYANTO, DIREKTUR UTAMA PT INSIGHT INVESTMENTS MANAGEMENT

Investasi Harus Memiliki Kontribusi Sosial

Kamis, 18 Juni 2020 | 09:40 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Minimnya penetrasi industri reksa dana di Indonesia membuat manajer investasi harus bekerja keras untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Inovasi dan kreativitas menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati manfaat dari produk reksa dana.

“Kami terus giat bersosialisasi tentang manfaat reksa dana. Apalagi, dengan kemudahan online, membuat kami lebih mudah dalam mempromosikan, memasarkan, serta mengedukasi publik tentang reksa dana,” kata Direktur Utama PT Insight Investments Management, Ekiawan Primaryanto, kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Menurut dia, industri reksa dana memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan ke depannya. Lantas, bagaimana strategi Insight Investments Management? Berikut petikan lengkap wawancara wartawan Investor Daily, Thereis Kalla, dengan Direktur Utama Insight Investments Management, Ekiawan Primaryanto.

Bagaimana Anda melihat ekonomi Indonesia?

Hampir seluruh dunia terkena dampak pandemi Covid-19, hampir tidak ada negara yang tidak terdampak. Penurunan produk domestik bruto (PDB) terjadi secara global, termasuk Indonesia. Tapi, kita melihat langkah-langkah yang diambil pemerintah kita cukup prudent, meskipun ada pro dan kontra. Kami optimistis Indonesia bisa bangkit dan recover lebih cepat.

Bagaimana dengan pasar modal, terutama saham?

Kalau kita bicara fundamental, dampak dari Covid-19 akan tercermin dalam laporan keuangan emiten. Tapi, ada harapan dari pelaku pasar bahwa pandemi segera berakhir dan optimisme itu mendorong penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG), seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebab, bicara saham, ini tentang ekspektasi 6-9 bulan ke depan. PSBB juga akan berakhir, jadi euforia yang menyebabkan IHSG melaju kencang belakangan ini.

Apa dampaknya terhadap industri reksa dana?

Secara industri, nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana sempat turun cukup dalam secara year to date (YTD) kurang lebih 12% (per mei 2020). Tapi memasuki bulan Juni, kami lihat beberapa investor mulai masuk ke reksa dana. Kami pun meluncurkan produk baru reksa dana dan antusiasme investor masih tinggi, bahkan kami bisa mengumpulkan dan sekitar Rp 300 miliar. Dari situ, kami lihat ke depan masih ada optimisme. Setidaknya industri tidak turun lagi, akhir tahun ini bisa kembali secara konservatif ke titik awal AUM tahun ini.

Apa kontribusi manajer investasi?

Dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean, penetrasi industri reksa dana di Indonesia masih sangat minim. Kalau kita bicara Single Investor Identification (SID) di saham dan reksa dana masih terlalu kecil. Kami bersama yang lain terus menggalakkan sosialisasi tentang manfaat reksa dana kepada seluruh masyarakat. Terlebih, adanya kemudahan secara online saat ini.

Lalu, apa visi dan misi Insight Investments Management?

Sejak berdiri 2003, seperti tagline kami, Transforming Investment Into Social Impact. Jadi, visi kami menjadi manajer investasi yang unik, yang memberi nilai tambah bagi stakeholder. Misi kami mengajak masyarakat untuk berinvestasi dan peduli guna menunjang kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk reksa dana. Yang membedakan kami dengan manajer investasi yang lain, yakni hampir seluruh produk kami memiliki kontribusi sosial kepada masyarakat. Setiap produk kami, ada bagian yang kami sisihkan untuk kontribusi kepada masyarakat. Semisal untuk lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan dan pendidikan.

Apa saja programnya?

Tidak lepas dari misi dan tagline kami. Jadi, dalam program kami, orang tidak hanya bicara investasi, tapi bagaimana investasi memiliki pengaruh dampak ke masyarakat. Dengan berinvestasi di produk kami, mereka juga akan merasakan bahwa mereka memberikan dampak ke masyarakat. Antara investasi dan dampak sosial menyatu di produk kami.

Bagaimana dengan program Sustainable Development Goals (SDG)?

Tujuan dari SDG adalah pembangunan yang berkelanjutan. Kita mau dunia pada masa depan masih bisa kuat, artinya dunia harus terus lebih baik. Sumber daya yang ada harus cukup untuk masa depan. Sebab itu, program SDG juga menjadi tujuan kami, seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, perbaikan lingkungan, dan lain-lain. Setiap program reksa dana kami berkontribusi pada program SDG tersebut. Kami juga bekerja sama dengan yayasan yang memiliki concern di bidang tersebut. Untuk lingkungan hidup, bekerja sama dengan Sri Kehati, lalu kami bekerja sama dengan Cahaya Guru, sehingga kontribusi dari kami dapat dimanfaatkan dan disalurkan secara tepat.

Target-target ke depannya?

Kami menargetkan AUM hingga akhir tahun ini berkisar Rp 17 triliun hingga Rp 18 triliun. Kami juga sebetulnya mengalami penurunan di kisaran yang sama seperti industri reksa dana, tapi kami optimistis sampai dengan akhir tahun ini, total AUM kami akan kembali ke posisi sebelum ini. Dari sisi jumlah nasabah, saat itu nasabah ritel kami sekitar 10 ribu, tapi paling tidak bisa tumbuh 50% pada akhir 2020 untuk sebaran target nasabah individu.

Produk apa yang diandalkan?

Reksa Dana Indeks Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Indeks. Itu menjadi salah satu produk andalan kami tahun ini, karena momennya tepat. Kebetulan saham juga pada posisi mulai rebound. Yang kedua, produk reksa dana pendapatan tetap dana haji. Tahun ini, kami juga berusaha meningkatkan reksa dana saham.

Berapa produk yang akan diluncurkan tahun ini?

Masih ada lima produk reksa dana terproteksi hingga Desember nanti yang akan kami luncurkan. Di luar itu, target kami itu ada tiga, satu reksa dana saham, pasar uang, dan pendapatan tetap. Jadi, tahun ini total delapan produk.

Bagaimana dampak new normal terhadap strategi manajer investasi?

Strategi kami di era new normal adalah memaksimalkan penjualan secara online, karena tentunya tetap ada keterbatasan di era new normal. Kami tidak boleh menyerah, cara-cara marketing online jadi hal yang lumrah. Kami optimistis penjualan secara online bisa mendorong bisnis kami.

Bagaimana dengan generasi milenial?

Generasi milenial sudah sadar dan melek digital, sehingga informasi menjadi sangat cepat bagi mereka. Karena itu, kami terus menerus mengembangkan platform online agar bisa penetrasi ke kalangan mereka. Selain itu, kami terus belajar bagaimana generasi milenial bersikap dan bertindak. Dalam lima sampai enam tahun ke depan, generasi milenial akan masuk ke kelas menengah. Tentunya, ini menjadi potensi dengan melakukan penetrasi pasar di kalangan milenial.

Bisa berikan tips-tips investasi di reksa dana?

Bicara reksa dana, tips investasi yang paling pertama adalah menentukan tujuan investasi. Kalau memang tujuannya untuk masa depan, kita perlu melihat produk-produk apa yang cocok untuk pertumbuhan jangka panjang. Tapi, jangan lupa digabungkan dengan profil risiko kita, karena setiap orang punya profil risiko yang berbeda-beda. Kombinasi keduanya, tujuan investasi dan profil risiko. Apabila kita memahami kombinasi tersebut, maka kita bisa mencapai investasi yang maksimal.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN