Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lawrence Lim, Regional GM  Asia Pasifik dan Timur Tengah  EnGenius Networks (S) Pte Ltd

Lawrence Lim, Regional GM Asia Pasifik dan Timur Tengah EnGenius Networks (S) Pte Ltd

LAWRENCE LIM, REGIONAL GM ASIA PASIFIK DAN TIMUR TENGAH ENGENIUS NETWORKS (S) PTE LTD

Jadikan Pekerjaan Bagian dari Hidup

Senin, 16 Maret 2020 | 12:30 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

Tak semua orang bisa menikmati pekerjaannya. Padahal, menikmati pekerjaan adalah salah satu kunci kesuksesan dan kebahagiaan seseorang.

Orang yang menikmati pekerjaan akan bekerja secara total dan mengeluarkan seluruh kemampuannya. Sebaliknya, orang yang tidak menikmati pekerjaan cenderung setengah-setengah dalam berkarya.

Bagaimana caranya agar seseorang dapat menikmati pekerjaan dengan segenap hati, sehingga ia bisa total dalam berkarya?

“Jadikan pekerjaan sebagai bagian dari hidup Anda. Jika itu dilakukan maka Anda akan menikmatinya,” kata Regional GM Asia Pasifik dan Timur Tengah EnGenius Networks (S) Pte Ltd, Lawrence Lim kepada wartawan Investor Daily Imam Suhartadi di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi Lawrence, orang yang menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari hidup tidak akan mendikotomikan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Maka saat ia menikmati pekerjaan, saat itu pula ia menikmati kehidupannya. Begitu pun sebaliknya.

“Jika Anda melakukan pekerjaan yang tidak disukai, itu disebut stress. Tetapi jika melakukan pekerjaan yang Anda sukai, itu disebut passion,” ujar dia.

Rupanya, Lawrence Lim pernah mengalami masa-masa sulit dalam berkarier. Dulu, ia tergolong gila kerja (workaholic). Pandangan hidup Lawrance berubah setelah istrinya sakit.

“Istri saya sakit tahun lalu. Setelah itu, saya berubah. Saya memiliki banyak panggilan dan saya mengubah filosofi hidup saya. Dulu, saya orang yang gila kerja,” tutur dia.

Mengubah pola pikir (mindset) bahwa pekerjaan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari memang tidak mudah. Banyak yang menganggap pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah dua hal yang berbeda. Bagaimana cara mengubahnya?

“Libatkan semua dalam kehidupan sehari-hari. Membuat keputusan, mengajari anak-anak, berkomunikasi dengan istri dan orang tua, itu semua sama, seperti Anda melakukan pekerjaan. Jadi, tidak ada bedanya antara kehidupan pribadi sehari-hari dan pekerjaan,” papar dia.

Sudah 13 tahun Lawrence bergabung dengan EnGenius Networks, perusahaan penyedia produk dan aksesoris local area network (LAN) nirkabel dan telepon nirkabel jarak jauh, dengan spesialisasi di bidang antena, sakelar, WiFi, serta aksesoris jaringan peralatan Power over Ethernet (PoE) dan Internet of Things (IoT).

Lawrence Lim, yang kini bertanggung jawab terhadap seluruh strategi dan pertumbuhan bisnis EnGenius Networks (S) Pte Ltd di Asia Pasifik dan Timur Tengah, benar-benar meniti karier dari bawah. Ia memulainya sebagai junior sales.

Bagaimana penetrasi pasar EnGenius di Indonesia saat ini? Apa strategi bisnis yang diterapkan Lawrence Lim? Bagaimana ia menerapkan gaya kepemimpinan? Berikut petikan lengkapnya:

Bisa cerita perjalanan karier Anda di EnGenius?

Saya bergabung dengan perusahaan ini sekitar 13 tahun lalu, sebagai junior sales. Perusahaan ini merupakan platform bagi orang-orang yang mencari kesuksesan. 

Setelah bergabung selama setahun, peran saya di EnGenius lebih dari ke regional manager. Kemudian saya mendapatkan kesempatan bekerja di Dubai untuk menangani penjualan di kantor cabang Dubai.

Selama empat tahun di Dubai, saya mendapat banyak pengalaman dalam menangani pelanggan yang paling sulit di dunia. Saya juga belajar cara mengatur operasional perusahaan. Setelah itu, saya kembali ke kantor cabang di Singapura. Itu sekitar tujuh tahun lalu. Saya ditunjuk menjadi direktur penjualan perusahaan.

Presiden direktur dan chief executive officer (CEO) kemudian memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi regional general manager (GM) di Asia Pasifik selama lima tahun, hingga sekarang. Dua tahun lalu, presiden direktur memanggil saya dan meminta saya untuk kembali menjadi GM kantor cabang di Dubai, sehingga saya menjabat sebagai GM untuk dua kantor usaha.

Apa portofolio EnGenius yang ditawarkan kepada pasar Indonesia?

Kami punya produk Wi-Fi. Kami pun menawarkan switches (sakelar). Kami juga punya spesialisasi di bidang antena. Selain itu, kami punya berbagai macam aksesoris jaringan, seperti peralatan Power over Ethernet (PoE) dan Internet of Things (IoT). Selanjutnya kami ingin bergerak di perangkat IoT.

Seberapa penting arti pasar Indonesia bagi Anda?

Indonesia adalah negara di Asia Pasifik, selain Tiongkok, yang memiliki jumlah perangkat seluler terbanyak. Biasanya satu orang memiliki dua ponsel.

Koneksi jaringan internet pada seluler di Indonesia meningkat sangat pesat. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi terus memompa lebih banyak sumber daya untuk meningkatkan infrastruktur.

Pemerintah juga sedang berupaya menjadikan Indonesia sebagai negara digital atau negara berteknologi baru, khususnya di bidang ekonomi. Karena itu, Indonesia adalah salah satu pasar yang tepat bagi peningkatan sumber daya.

Sekitar dua bulan lalu, kami membawa 16 orang dari perusahaan telekomunikasi dan pemerintah untuk mengunjungi pabrik kami. Mereka bertanya kepada bos saya, “Apakah Anda ingin membuka pabrik di sini?” Bos saya menjawab, “Jika ada kesempatan, kami akan melakukan itu.”

Satu hal yang saya tahu dari masyarakat Indonesia saat ini, terkait apa pun yang Anda jual, masyarakatnya masih sensitif terhadap harga. Mereka melihat harga terlebih dahulu sebelum melihat produk yang ditawarkan.

Ada pesan yang ingin kami sampaikan kepada pelanggan di Indonesia bahwa kami datang ke sini tidak hanya ingin menjual produk, tetapi kami ingin tumbuh bersama. Saya memperlakukan setiap pelanggan dengan cara yang sama.

Tentu saja penetapan harga termasuk hal yang penting. Karena itu, penetapan harga kami di Indonesia bisa dikatakan berbeda dibandingkan negara Asean lainnya. Saya punya beberapa strategi khusus di Indonesia. Sebaik apa pun solusi yang Anda miliki, tapi jika mereka tidak mampu membeli apa pun yang Anda jual, hal itu tidak berguna.

Target Anda untuk pasar Indonesia?

Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk terbesar di Asean. Di Asia Pasifik, populasi Indonesia juga paling besar setelah Tiongkok dan India.

Dalam jangka pendek, kami ingin menawarkan teknologi terbaru dengan biaya sangat murah kepada pelanggan. Dalam jangka panjang, kami akan bergerak di industri Internet of Things (IoT). Ini adalah pangsa pasar yang besar. Saya beri contoh, kini sebagian besar mobil di negara maju tak lagi menggunakan kunci manual.

Percayalah, dalam tiga atau lima tahun ke depan, pakaian yang Anda kenakan, celana yang Anda kenakan, setelan yang Anda kenakan, mereka dapat memonitornya karena penggunaan IoT. Untuk bergerak ke industri ini, Anda harus memiliki cloud computing (komputasi awan).

Kebijakan penting Anda untuk membantu pertumbuhan perusahaan?

Pertama, tentang cara saya mengelola tim. Dedikasi kepada tim adalah hal penting. Kami perlu dedikasi, kami harus memberdayakan mereka, harus menjaga mereka, dan percaya kepada mereka.

Memberikan mereka kepercayaan tidak berarti memimpin tanpa batasan. Kami harus menetapkan arahan. Jangan takut untuk membiarkan anggota tim melakukan kesalahan, karena ini satu-satunya cara yang membuat tim bisa bertumbuh. Namun, tentu saja saya sebagai GM atau top management harus mengelola kesalahan tersebut agar tidak berdampak kepada operasional perusahaan.

Pada saat yang sama, saya ingin para staf tidak hanya melakukan pekerjaan sebagai tanggung jawab mereka. Saya pun ingin akuntabilitas atau pertanggungjawaban mereka.

Ada perbedaan antara tanggung jawab dan akuntabilitas. Tanggung jawab adalah saat Anda menerima pekerjaan dan mengerjakannya hingga selesai. Tapi akuntabilitas adalah ketika Anda membuat keputusan dalam waktu singkat, lalu Anda bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut, baik saat salah maupun benar.

Hanya dengan melakukan itulah tim dapat tumbuh sendiri, bahkan tanpa saya. Sebab, suatu hari, jika saya tidak berada di perusahaan, tim saya bisa sukses sendiri.

Gaya kepemimpinan yang Anda terapkan?

Saya selalu katakan kepada tim bahwa mereka harus siap membuat sebuah keputusan. Sebab, setiap bos di perusahaan ingin mendengar masalah, dan tim mereka membawa solusinya.

Mendorong gaya akuntabilitas kepada mereka untuk membuat keputusan itu penting. Tak banyak karyawan yang berani membuat keputusan. Mengapa? Karena takut dihukum jika keputusannya salah. Jika memiliki mental seperti ini, Anda tidak akan pernah berkembang karena Anda akan selalu berada di zona nyaman.

Maka saya katakan kepada tim saya bahwa jika mereka ingin membuat keputusan sendiri, saya bisa menerima kesalahan, asalkan bukan kesalahan besar atau fundamental. Tetapi saya akan memantau dan mengelola apa yang mereka lakukan.

Filosofi Anda dalam karier, bisnis, dan kehidupan pribadi?

Istri saya sakit tahun lalu. Setelah itu saya berubah. Saya memiliki banyak panggilan dan saya mengubah filosofi hidup saya. Dulu, saya orang yang gila kerja.

Banyak orang bertanya kepada saya tentang cara saya menyeimbangkan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Jawaban saya, jadikan pekerjaan Anda sebagai bagian dari hidup Anda. Maka Anda akan menikmatinya.

Jika Anda melakukan pekerjaan yang Anda tidak suka, itu disebut stress. Jika Anda melakukan pekerjaan yang Anda suka, itu disebut passion. Maka saya menikmati hidup saya. Jangan pernah berpikir mengapa saya selalu sibuk di kantor.

Libatkan hal itu ke dalam kehidupan sehari-hari. Membuat keputusan, mengajarkan anak-anak, berkomunikasi dengan istri, dan berkomunikasi dengan orang tua, itu semua sama seperti Anda melakukan pekerjaan Anda.

Jadi, tidak ada bedanya antara kehidupan pribadi sehar-hari dan pekerjaan. Terkadang Anda perlu melakukan aktivitas tertentu untuk bersantai, bukan supaya Anda merasa tidak tertekan, tapi untuk santai.

Impian yang Anda kejar?

Sebelum istri saya sakit, saya selalu berpikir tahun ini saya mesti memiliki sejumlah uang di rekening bank saya, atau tinggal di Makau, dan semua hal lainnya.

Tetapi setelah istri saya sakit, saya takut bahwa hidup sangat singkat dan rapuh. Untuk memikirkan semua impian itu, saya merasa bahwa saya harus mencintai apa yang saya punya saat ini, menghargai apa yang saya punya. Jadilah dirimu sendiri, terlepas siapa dirimu.

Kita memilih hidup untuk diri kita sendiri, tidak ada yang akan memilihkan pilihan hidup untuk Anda. Jadi, Anda harus menikmati hidup Anda.

Jika Anda berpikir hidup Anda tidak seperti yang Anda inginkan, ubah sekarang. Terus-menerus memikirkan mimpi Anda hanya akan membuat kehidupan Anda lebih buruk, merasa stres, merasa tidak bahagia, karena terus memikirkan mimpi yang indah, tentang apa yang belum saya miliki sekarang.

Ingatlah selalu pada apa yang Anda miliki sekarang. Saya merasa bahagia terhadap apa yang saya miliki sekarang. Saya masih menikmati apa yang saya lakukan sekarang.

Pada usia 80 atau 90 tahun mendatang saya tidak tahu akan menjadi apa atau di mana. Tapi saya merasa akan bahagia terhadap apa yang bakal terjadi. Itulah cara saya memilih untuk bahagia.

Apa arti karyawan bagi EnGenius?

Nilai karyawan disamakan dengan satu hal, yakni bisnis. Setiap bos pasti mengatakan bahwa jika Anda memiliki karyawan yang tidak bahagia maka Anda akan memiliki pelanggan yang tidak bahagia. Jika Anda memiliki karyawan yang bahagia, Anda akan memiliki pelanggan yang bahagia.

Jadi, peran seorang pemimpin bukan hanya menginstruksikan tim untuk melakukan pekerjaan, tetapi lebih memotivasi mereka. Terkadang tidak hanya untuk pekerjaan, namun juga berbagi pengalaman hidup.

Saya memperlakukan semua karyawan dan kolega sama, yaitu sebagai teman. Saya memberi tahu mereka filosofi dalam manajeman bahwa di sini tidak ada hierarki pangkat. Anda menghormati saya bukan karena saya pimpinan Anda.

Saya ingin mendapatkan rasa hormat karena saya adalah Lawrence yang dapat mengajarkan Anda hal-hal tertentu. Saya ingin mendapatkan rasa hormat bukan karena jabatan. Anda mendapatkan rasa hormat dari apa yang Anda tahu. Sesederhana itu.

Kesan Anda terhadap budaya dan masyarakat Indonesia?

Jujur saya katakan, saya orang Malaysia. Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan, tetapi Malaysian Chinese dan Indonesian Chinese sangat berbeda. Malaysian Chinese tidak bersatu-padu seperti Indonesian Chinese, karena Indonesian Chinese menggunakan bahasa yang sama dalam berbicara, yaitu Bahasa Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih mudah bergaul dibandingkan masyarakat di negara-negara lain. ***


 

Biodata

 

Nama lengkap: Lawrence Lim.

Pendidikan:

- Sarjana dari Chartered Institute of Marketing, Inggris.

- Diploma Ilmu Komputer, Singapura.

Karier di EnGenius:

* 2014 – sekarang: Regional GM untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah.

* 2012: Direktur Penjualan di Singapura.

* 2006: Junior Sales.


Baca juga: Penggemar Kuliner Unik Nusantara

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN