Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur  KSK Insurance Indonesia,  Dato' Dr Sharifuddin Bin Abdul Wahab. (Foto: Investor Daily/Emral)

Presiden Direktur KSK Insurance Indonesia, Dato' Dr Sharifuddin Bin Abdul Wahab. (Foto: Investor Daily/Emral)

Jujur Pangkal Sukses

Selasa, 4 Mei 2021 | 15:40 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

Kejujuran adalah pangkal kesuksesan. Adagium ini mungkin terdengar klise. Namun, percayalah, kejujuran merupakan prinsip dan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki seseorang untuk meraih keberhasilan.

Mengapa? Karena kejujuran akan melahirkan nilai-nilai positif lainnya, seperti keuletan, kegigihan, kesabaran, keikhlasan, keadilan, dan loyalitas. Itu sebabnya, kejujuran mutlak harus dimiliki seseorang yang ingin mencapai kesuksesan.

“Yang pertama harus kita miliki dalam berkarier adalah sifat jujur. Nilai-nilai kejujuran bukan hanya harus dimiliki seseorang dalam bekerja, tapi dalam menjalani kehidupan secara keseluruhan,” kata Presiden Direktur KSK Insurance Indonesia, Dato' Dr Sharifuddin Bin Abdul Wahab kepada wartawan Investor Daily, Emanuel Kure di Jakarta, baru-baru ini.

Karena itu pula, Dato' Sharifuddin senantiasa berupaya menerapkan nilai-nilai kejujuran dalam setiap aspek kehidupannya, termasuk dalam bekerja. Ia yakin betul bahwa nilai-nilai tersebut turut memengaruhi setiap pencapaiannya dalam berkarier.

Selain berupaya memegang teguh nilai-nilai kejujuran, Dato' Sharifuddin adalah tipe chief executive officer (CEO) yang punya hasrat tinggi untuk terus belajar. Bahkan, ia tak sungkan-sungkan untuk bertanya tentang suatu hal yang tidak diketahuinya.

“Jangan takut jika kita tidak mengetahui sesuatu. Kalau tidak tahu, kita harus tanya. Nanti kita akan mendapat ilmu,” tegas dia. Berikut penuturan lengkap pria asal Malaysia tersebut:

Bisa cerita perjalanan karier Anda?

Sejak SMA, saya memiliki aktivitas di luar yang sejalan dengan pelajaran. Setelah SMA, saya melanjutkan ke universitas. Di sana, saya juga masih menjalankan aktivitas saya, di social activity.

Sejak di universitas, saya sudah menjadi union president. Saya menjadi union leadaer pada usia yang masih muda. Setelah menyelesaikan pendidikan di universitas, saya berminat untuk menjadi pengajar, sehingga bergabung ke universitas sebagai pengajar. Di sana hampir 10 tahun.

Tetapi, keluarga ingin supaya saya menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Saya bilang akan berusaha. Namun, saya justru bergabung dengan perusahaan Jerman yang bergerak di bidang medical, Schmidt BioMedTech Ltd. Cukup lama saya di sana, dari tahun 1989 hingga 2007.

Awalnya perusahaan tersebut berbasis di Kuala Lumpur, lalu pada 1995 saya pindah ke Vietnam. Perusahaan ini bergerak di bidang supply medical hardware, termasuk alat-alat medical yang canggih, seperti endoscopy dan lainnya.

Selama tiga tahun di Vietnam, yaitu dari 1995 sampai 1998, saya membangun bisnis. Di Vietnam, saya belajar banyak untuk membangun bisnis karena saya mulai dari nol. Itu betul-betul saya belajar, yang kemudian menjadi fondasi bagi karier saya ke depan.

Jadi, sebenarnya background pendidikan saya adalah bidang medical science, tetapi kemudian saya harus belajar me-manage bisnis. Ini tantangan besar bagi saya.

Setelah krisis ekonomi 1998, saya dipindahkan lagi ke Malaysia. Saya menjadi president director pertama bagi perusahaan Jerman di Malyasia. Padahal, dalam tradisi orang Jerman, selain orang Jerman tidak boleh menjadi president director. Tetapi mereka menunjuk saya, dan saya menjadi orang Asia pertama yang menjadi president director di perusahaan Jerman itu.

Selepas dari perusahaan tersebut, saya mau istirahat. Saya minta istirahat karena saya mau memberi peluang kepada yang lebih muda untuk menjadi pemimpin. Umur saya waktu itu sekitar 51 tahun. Tetapi perusahaan tidak memberi izin. Karena, menurut mereka, di perusahaan Jerman yang boleh pensiun itu yang umurnya sudah 65 tahun.

Namun, saya tetap memutuskan untuk berhenti. Kemudian saya diangkat menjadi advisor di perusahaan itu. Bahkan, sampai sekarang, saya masih menjadi advisor.

Kapan Anda bergabung dengan KSK Insurance?

Saat itu ada salah satu perusahaan di Serawak yang sedang mencari orang untuk restrukturisasi di perusahan properti, township development. Akhirnya saya coba masuk ke perusahaan property development. Saya minta tiga tahun kontrak. Setelah selesai restrukturisasi, saya pun minta istirahat.

Tetapi ada suatu kesempatan, saya berjumpa dengan owner KSK Insurance. Dia mengajak saya untuk bergabung dengan KSK Insurance. Saya bilang, saya nggak begitu familiar dengan insurance karena sangat teknikal. Tetapi saya dipercaya menjadi independent director. Selepas itu, saya dipercaya menjadi chairman KSK Insurance di Malaysia.

Setelah itu, dengan adanya aturan di Malaysia yang ingin menjadikan perusahaan asuransi bergabung dengan asuransi dari luar negeri, kami melepas sebagian saham ke perusahaan asuransi dari Australia. Lalu perusahaan di Malaysia diputuskan untuk dijual ke perusahaan asal Australia.

Selanjutnya, kami bikin perusahaan asuransi yang berbasis di Indonesia dan Thailand, dengan nama KSK Insurance. Lalu, saya bekerja untuk memberikan bantuan di Indonesia dan Thailand.

Pada 2016, kami lihat prospek asuransi di Jakarta, di Indonesia, itu positif. Jadi, mereka melantik saya menjadi president commissioner untuk KSK Insurance di Indonesia. Dalam proses itu, saya melihat harus ada perubahan lebih dinamis. Lalu, saya minta diturunkan dari president commissioner menjadi presiden director di Indonesia. Saya dilantik menjadi president director KSK Insurance di Indonesia pada 2020.

Apa yang membuat Anda tertarik bekerja di dunia asuransi?

Saya ingin mencoba sesuatu yang dipercayakan orang kepada saya. Jadi, di asuransi ini, saya merasa agak aneh karena konsepnya kita memberikan selembar kertas untuk menghasilkan uang.

Tetapi, itu merupakan tanggung jawab yang penuh amanah. Kita mendapatkan kepercayaan. Oleh karena itu, ini harus dijalankan dengan penuh kejujuran dan penuh amanah, sehingga saya tertarik untuk masuk di dunia asuransi.

Kiat sukses Anda?

Pertama, apa pun yang saya lakukan, saya mesti jujur. Kejujuran merupakan prinsip dan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki seseorang untuk meraih keberhasilan. Kejujuran adalah sumber dari nilai-nilai positif yang dibutuhkan dalam berkarier, seperti keuletan, kegigihan, kesabaran, keikhlasan, keadilan, loyalitas, dan nilai-nilai lainnya.

Kedua, jangan takut jika tidak mengetahui sesuatu. Kalau tidak tahu, kita harus tanya. Nanti kita akan mendapat ilmu. Selain itu, kita be fair, harus bersikap adil. Lalu, harus friendly, kemudian be form. Ini 3F yang saya lakukan dan saya ingatkan kepada para bawahan saya. Amalkan 3 F itu.

Strategi Anda untuk memajukan KSK Insurance di Indonesia?

Kita tidak boleh melupakan generasi muda di Indonesia. Kebutuhan mereka, apa yang mereka perlukan, harus kita lihat itu. Jadi, kita adapt to chance. Kita harus menghasilkan produk yang menarik bagi generasi ini.

Bagi saya, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi seperti Tiongkok. Polulasi generasi muda terbanyak di Asean. Selain itu, adaptasi teknologi di Indonesia juga bagus.

Orang-orang bisa menggunakan aplikasi, seperti Gojek dan lainnya. Mereka mahir mengggunakan aplikasi. Ability to adapt very high in Indonesia, sehingga kita perlu adaptasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda.

Pencapaian paling berkesan selama Anda berkarier?

Setiap area yang saya masuk, selalu saya tinggalkan legacy. Semasa di universitas dulu, saya adalah salah satu yang pertama berhasil melakukan operasi janin kembar tiga.

Saya mendapatkan surat congratulations dari Perdana Menteri (PM) Malayasia waktu itu. Lalu, waktu di perusahaan Jerman, saya mendapatkan prestasi pencapaian bisnis dari setiap perusahaan yang saya pimpin di berbagai negara.

Selama di Indonesia, saya merasa bangga dengan tim-tim saya di sini karena kami bisa meraih tiga award dalam waktu yang singkat. Jadi, di setiap pekerjaan yang saya lakukan, saya fokuskan perhatian pada keberhasilan perusahaan.

Bagaimana Anda membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan hobi?

Saya pikir time management sangat penting. Tetapi time management tidak bisa di-segmentelize, seperti jam 07.00-12.00 harus di kantor dan seterusnya. Saya mesti bisa ikut situasi. Jadi, ini tanggung jawab yang harus saya lakukan bila kita perlukan.

Terus untuk keluarga, saya perlu beri perhatian penuh. Ketika sedang bersama keluarga, yang harus saya perhatikan adalah quality time. Bersama keluarga, saya harus betul-betul menggunakan waktu untuk memberi perhatian kepada mereka. Harus ada maknanya.

Untuk hobi, sejak dulu, hobi saya adalah fotografi. Saya membagi waktu untuk melakukan aktivitas itu, misalnya waktu weekend atau saat cuti. Jadi, tidak saya lakukan setiap hari. Saya juga jalan, tetapi 10 tahun ke belakang ini sudah berkurang.

Keluarga saya tinggal di Malaysia. Dulu, sebelum pandemi Covid-19, setiap bulan saya ke Kuala Lumpur. Tetapi pada masa Covid-19 sekarang tidak bisa lagi.

Seberapa penting peran keluarga dalam mendukung karier Anda?

Yang menentukan sebuah karier itu sukses atau tidak adalah keluarga. Jika tidak ada support dari keluarga untuk memberikan confidence, saya kira susah untuk menjadi sukses. Jadi, keluarga itu sangat penting dalam mendukung karier. ***

 

Dato
Dato

 

Hobi Masak dan Fotografi

Saat ini, Dato' Dr Sharifuddin Bin Abdul Wahab lebih banyak tinggal dan bekerja di Indonesia karena pandemi Covid-19 belum berlalu. Pada akhir pekan, waktunya pun seringkali dihabiskan untuk menyalurkan hobi utamanya, yakni memasak.

“Setiap hari Sabtu, saya pergi ke pasar di BSD Serpong, Tangerang, untuk berbelanja, lalu masak sendiri. Itu hobi utama saya sekarang. Tetapi secara umum, saya juga suka fotografi,” tutur Dato' Sharifuddin.

Selain suka memasak, sebelum pandemi, Dato' Sharifuddin bersama teman-teman komunitasnya kerap pergi ke beberapa negara untuk berwisata dan menjalankan hobinya, fotografi. Misalnya pergi ke Amerika Serikat (AS) dan Kanada saat musim gugur.

Dato' Sharifuddin bersama komunitas fotografinya sangat suka memotret situasi musim gugur di dua negara tersebut, atau memfoto pemandangan alam. Semua kenangan fotografi tersebut tidak pernah dilupakan dan merupakan pengalaman hidup yang sangat berkesan.

“Kami juga pernah ke Afrika untuk mengambil foto binatang liar. Pernah waktu kami di Nepal terjadi gempa bumi dahsyat di sana,” imbuhnya.

Ketika berkunjung ke Nepal, dia bersama komunitas fotografinya termasuk yang menjadi korban. “Untung, kami selamat waktu di sana. Semua fasilitas hancur. Butuh waktu 3-4 hari setelah gempa bumi itu, kami baru bisa pulang,” ujar dia.

Dato' Sharifuddin mengaku sangat bersemangat saat pergi ke berbagai negara untuk menyalurkan hobi fotografinya. “Foto-foto itu juga saya koleksi. Kalau ada yang minta, pasti saya beri, tidak perlu dibayar,” kata dia. (man)

 

BIODATA

Nama: Dato’ Dr Sharifuddin Bin Abdul Wahab

Status: Menikah, 3 anak

Pendidikan:

- Masters of Science (Animal Reproduction) Universiti Pertanian Malaysia (1983).

- FAO/IAEA, Interregional Training Course on RIA and Its Application in Animal

Record Cornell University Ithaca, AS (1982).

- Degree in Veterinary Medicine University of Agriculture, Faisalabad, Pakistan

(1981).

- Malaysian Certificate of Education St John’s Institution, Kuala Lumpur (1973).

Karier:

- 2020 - sekarang: President Director KSK Insurance Indonesia.

- 2016 - 2019: President Commissioner KSK Insurance Indonesia.

- 2010 - sekarang: Independent Director Kurnia Asia Berhad (Renamed KSK

Group Bhd).

- 2010 - 2012: Chairman Kurnia Insurans (Malaysia) Berhad.

- 2000 - sekarang: Director Schmidt BioMedTech Asia Ltd.

- 2013 - sekarang: Adjunct Professor and Member of Edge Council Universiti

Malaysia Kelantan.

- 2008 - 2009: Chairman Commission of Inquiry-COI for Public Transportation

Ministry of Human Resources Malaysia.

- 1981 - 1989: Senior Lecturer University Pertanian Malaysia.

Aktivitas Bisnis Lain:

- Bandar Kenyalang Sdn Bhd - shareholder (1993-sekarang).

- Jitra Tuah Sdn Bhd - shareholder/Director (1995-sekarang).

- Top Symphony Sdn Bhd - shareholder/Managing Director (2010-sekarang).

- Top Symphony Fiji Ltd - shareholder/Director (2011-sekarang).

- Sany Industries Malaysia Sdn Bhd - Director (2015-sekarang).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN