Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Feriwan Sinatra, Direktur Utama PT Cipta Kridatama (CK). Foto: IST

Feriwan Sinatra, Direktur Utama PT Cipta Kridatama (CK). Foto: IST

FERIWAN SINATRA, Direktur Utama PT Cipta Kridatama (CK)

Kerja adalah Amanah dan Ibadah

Euis Rita Hartati, Senin, 8 Juli 2019 | 20:11 WIB

Mungkin terdengar normatif dan terlalu dogmatis. Tapi percayalah, seseorang yang menjadikan kerja sebagai amanah dan ibadah umumnya akan terdorong untuk selalu bertindak profesional dan berupaya menjaga integritas.

Setidaknya hal itu dirasakan Feriwan Sinatra, direktur utama PT Cipta Kridatama (CK). Pria kelahiran Air Molek Riau, 17 Juli 1966, ini selalu menganggap pekerjaan adalah amanah dan lahan ibadah.

“Jadi, saya berupaya bagaimana menjaga amanah. Itu yang mengontrol saya,” kata Feriwan kepada wartawati Investor Daily Euis Rita Hartati di Jakarta, belum lama ini.

Meniti karier dari level pemula di sebuah perusahaan tambang batu bara berskala internasional memberikan keuntungan tersendiri bagi Frank, panggilan akrab Feriwan Sinatra.

Itu membuatnya punya pemahaman yang utuh tentang sektor pertambangan, khususnya batu bara. Itu pula yang turut mengantarkannya ke posisi puncak di PT CK, perusahaan kontraktor jasa tambang anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM).

Jika banyak pihak mengatakan bahwa industri tambang telah memasuki masa suram, bahkan mulai tenggelam akibat ketidakpastian harga, Frank justru tetap optimistis industri ini masih prospektif, setidaknya hingga 50 tahun ke depan.

Frank adalah tipe pemimpin yang terbuka dan gemar turun ke bawah. “Saya menerapkan gaya kepemimpinan terbuka. Saya bahkan masih sering terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui apa saja keluhan karyawan,” tutur dia. Berikut petikan lengkapnya:

 

Bagaimana awal mula perjalanan karier Anda?

Saya meraih gelar Insinyur Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1991. Selesai kuliah, saya bergabung dengan perusahaan tambang, PT Kaltim Prima Coal (KPC), di Kalimantan.

Di KPC, saya bekerja selama 20 tahun lebih, mulai dari level pemula sekali. Saya diberi berbagai tanggung jawab, mulai dari pekerja lapangan, bidang perencanaan, operasi, dan terakhir sebagai general manager Mining Operation.

Atas imbauan keluarga, selanjutnya saya memutuskan untuk pindah. Sebenarnya saya betah saja bekerja di Kalimantan. Namun karena pertimbangan pendidikan anak saya, daripada saya harus terus bolak-balik Jakarta-Kalimantan, akhirnya saya putuskan keluar dari KPC.

Alhamdulilah saya dapat gantinya yang value-nya juga baik seperti perusahaan sebelumnya. Saya bergabung di grup ini pada 2012 sebagai direktur PT Tunas Inti Abadi hingga tahun 2015. Kemudian saja menjadi direktur utama PT Reswara Minergi Hartama hingga 2017. Lalu sejak Mei 2017, saya diminta memimpin PT CK ini. Jadi, secara umum, tempat kerja saya cuma dua, yakni KPC dan grup ABM ini.

 

Cita-cita awal Anda memang bekerja di perusahaan tambang?

Sejujurnya, dulu saya tidak tahu cita-citanya apa dan harus kuliah di mana. Yang pasti, saya suka pekerjaan yang tidak diam di kantor, berdasi. Saya suka kerja di luar, di lapangan, pakai helm, sepatu boot, walaupun akhirnya bekerja di kantor juga.

 

Apa suka duka selama bekerja di perusahaan tambang?

Sebagai sarjana tambang, saya kerja jauh dari kota. Selama 20 tahun, saya bekerja di Kalimantan, cuti setiap tiga bulan. Tapi saya menikmati. Sejak awal memilih kuliah jurusan tambang juga karena saya suka bekerja di lapangan.

Karena bekerja dari nol di KPC, saya mengamati bahwa keberadaan perusahaan tambang itu membentuk komunitas dan kota baru. Sangatta (daerah operasi tambang KPC), itu awalnya desa. Tapi dengan adanya KPC, daerah itu berubah menjadi kabupaten. Dari populasinya tidak sampai 1.000 orang menjadi sekitar 100 ribu orang.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana perkembangan satu daerah dengan adanya keberadaan perusahaan tambang, mengubah status desa kampung menjadi ibu kota kabupaten, dari jalan setapak menjadi aspal.

Jadi, multiplier effect-nya luar biasa. Karyawan KPC jumlahnya sekitar 8.000 orang, tapi ikutannnya, seperti kontraktor dan lainnya ada sekitar 25 ribu orang. Bayangkan, kalau satu karyawan memiliki satu istri dan dua anak, berarti bertambah 75 ribu orang.

 

Tapi, mengapa masih ada kesan negatif yang melekat pada perusahaan-perusahaan tambang?

Menurut saya, perusahaan tambang kalau dijalankan dengan benar justru memberikan kehidupan yang baik. Memang tak bisa dimungkiri banyak juga perusahaan tambang yang nggak benar, misalnya izinnya tidak ada, buka di satu tempat, lalu ditinggal begitu saja.

Tapi seiring berjalannya waktu, saya lihat yang seperti itu tidak ada lagi. Kalau dulu memang banyak, tapi sekarang ini penegakan hukum semakin baik.

Alhamdulillah saya bekerja di perusahaan tambang yang benar. Manajemennya berstandar internasional. Begitu pun saat KPC diambil PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mereka juga memahami dengan baik bahwa KPC itu jantungnya BUMI. Sampai sekarang pun bagus.

Pengalaman saya dibesarkan perusahaan tambang yang standarnya bagus, kerja mulai level paling bawah hingga paling tinggi menjadi bekal bagi saya untuk bergabung dengan perusahaan ini.

 

Anda akan membawa perusahaan ini ke mana?

CK merupakan perusahaan jasa pertambangan terpadu dengan mengerjakan berbagai lahan tambang batu bara milik sejumlah pelaku bisnis pertambangan di Sumatera dan Kalimantan.

CK menjadi salah satu penyedia jasa pertambangan nasional terkemuka dengan lebih dari 3.000 pekerja profesional, 650 unit alat berat standar internasional, dan sistem teknologi modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ke depan, CK akan saya jadikan salah satu kontraktor perusahaan tambang terkemuka di Indonesia, paling efisien, dan beroperasi secara aman. Itu yang coba kami bangun.

Kalau kita bicara tujuan maka operational excellence-nya adalah bagaimana menggunakan aset seproduktif, seefiesien, dan seaman mungkin. Untuk menuju ke sana masih terbuka ruang untuk perbaikan.

Pada 2017, kondisi finansial CK belum bagus. Lalu, perbaikan menyeluruh kami lakukan. Hasilnya, pada 2018 mulai bagus, bahkan tertinggi sejak lima tahun terakhir.

 

Apa saja yang Anda lakukan?

Sebelumnya kondisi kami memang sangat sulit, kurang personel, dan daya saing belum terpenuhi. Semangat kerja sangat kurang. Saya coba benahi, dimulai dari komunikasi.

Kami berkomunikasi lebih cair lagi, dari atas ke bawah, antardivisi. Lalu dilakukan perbaikan dalam proses kerja. Kami kasih target realistis, motivasi, dan memberikan reward sebagai penyemangat. Langkha-langkah itu terbukti membuahkan hasil.

 

Pencapaian terkini yang diraih perusahaan?

Pada akhir semester I-2019, CK mendapatkan kontrak kerja sama terbarunya dengan PT Multi Harapan Utama (MHU), perusahaan pertambangan batu bara di Kutai Kertanegara dan Samarinda, Kalimantan Timur, dengan nilai kontrak US$ 337 juta.

Kepercayaan dari MHU semakin menunjukkan konsistensi positioning CK sebagai mitra kontraktor jasa pertambangan yang memiliki komitmen kuat dalam membantu pelaku bisnis pertambangan untuk menghasilkan angka produksi positif dengan dukungan tata kelola penambangan yang tepat.

Komitmen kerja CK dilakukan secara profesional dan baik, sesuai standar nilai kepatuhan pertambangan, termasuk tentunya dengan selalu memperhatikan kesehatan, keamanan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup di setiap lingkungan kerja CK.

Sebelumnya, pada pengujung Februari 2019, CK juga berhasil mendapatkan kepercayaan melalui kontrak karya barunya dengan perusahaan tambang, PT Muara Alam Sejahtera (MAS).

Kepercayaan dalam bekerja sama dengan para pelaku usaha tambang menjadi faktor penting bagi CK untuk semakin berkembang memenuhi target kinerja tambang yang positif secara berkelanjutan pada masa mendatang. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian khusus. Karena itu, CK memiliki program pengembangan training centre.

 

Bagaimana kondisi industri tambang batu bara saat ini, terutama menyangkut penurunan harga?

Penurunan harga batu bara memang berdampak cukup besar. Kita tidak pernah tahu kapan harga naik dan kapan turun. Harga tidak bisa kami kontrol. Yang bisa kami kontrol adalah seberapa efisein kami menjalankan operasi, sehingga saat harga turun kami siap.

Makanya sangat penting operational excellence kami jalankan. Kalau tidak, kami tidak bisa bersaing, karena pasar berkembang sangat cepat.

 

Kebijakan pemerintah sudah mendukung industri?

Saya rasa pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang sesuai, terutama bagaimana mengendalikan suplai di dalam negeri, yakni melalui kewajiban domestic market obligation (DMO).

Bagusnya, tingkat produksi terkontrol sehingga ada keseimbangan supply dan demand. Kalau tidak ada DMO, semua orang mengejar produksi dan ekspor yang menyebabkan supply tidak terkendali.

 

Gaya kepemimpinan yang Anda terapkan?

Saya menerapkan gaya kepemimpinan terbuka. Saya bahkan masih sering terjun langsung ke lapangan, untuk mengetahui apa saja keluhan karyawan.

 

Harapan Anda ke depan?

Saya berharap ke depan harus lebih baik dari saat ini. Saya melihat hingga 50 tahun ke depan tambang masih diperlukan. Memang ada energi terbarukan, tapi untuk mencapai skala komersial butuh waktu yang lama. Di negara maju ini sudah jalan tapi, di negara berkembang belum.

 

Filosofi hidup Anda?

Saya selalu menganggap kerja adalah amanah dan ibadah. Jadi, saya selalu berupaya bagaimana menjaga amanah. Itu yang mengontrol saya.

Dengan menjadikan bekerja sebagai amanah dan ibadah, saya terdorong dan dituntut untuk selalu profesional senantiasa berupaya menjaga integritas.

 

Obsesi Anda yang belum tercapai?

Saya ingin bisa menulis pengalaman saya selama bergelut di dunia pertambangan. Sifatnya berbagi pengalaman saja. Tapi sampai sekarang belum kejadian karena belum sempat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN