Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim. (ist)

Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim. (ist)

Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim

Mengalir Layaknya Air

Rabu, 28 April 2021 | 15:02 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

Sebagai sumber kehidupan, air tak hanya menyimpan kekuatan, tapi juga mengajarkan kejujuran dan keikhlasan. Maka biarkan hidup mengalir layaknya air, yang jernih tanpa rekayasa, menjadi sumber kehidupan bagi semua yang membutuhkan.

Itulah filosofi yang dipegang teguh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim), Adik Dwi Putranto. Dengan prinsip itu, ia ingin menjadi sumber kehidupan bagi sesama.

“Bisa memberikan manfaat kepada orang lain itu jauh lebih baik, sebab sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” tutur Adik Dwi Putranto kepada wartawan Investor Daily, Amrozi Amenan di Surabaya, baru-baru ini.

Layaknya air jernih yang mengalir lepas dari ketinggian, Adik ingin semua yang dikerjakannya berlandaskan keikhlasan dan kejujuran.

“Agar bisa memberi manfaat, kita harus bekerja dengan penuh keikhlasan dan kejujuran, selain kesungguhan tentu saja. Jika itu dilakukan secara konsisten, saya yakin kita bisa berhasil,” papar anak kedua dari empat bersaudara tersebut.

Pengusaha kelahiran Semarang, 26 Mei 1965 ini merintis karier sebagai pengacara seusai menyelesaikan pendidikan di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang pada 1992. Adik kemudian membuka usaha sendiri sebagai pemasok (supplier) barang-barang untuk instansi pemerintah, sampai akhirnya membesarkan bisnis keluarga di bidang minyak dan gas (migas).

Kegemaran berorganisasi sejak di bangku kuliah membawa Adik aktif di beberapa organisasi, di antaranya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim dan Kadin Jatim, sampai akhirnya dipercaya menjadi ketua umum Kadin Jatim periode 2019-2024. Berikut penuturan lengap Adik Dwi Putranto:

Bisa diceritakan awal karier Anda?

Saya memulai karier sebagai advokat atau lawyer usai menyelesaikan kuliah di Unibraw. Saat itu, saya bersama teman-teman memberikan pendampingan kepada petani terkait masalah pembebasan lahan. Kami juga memberikan konsultasi hukum perburuhan di lingkungan industri.

Saya sempat mendirikan lembaga non government organization (NGO), Cakrawala Timur, bersama teman-teman. Tujuannya untuk memberikan pendampingan kepada para petani dan buruh di Tuban, Bogor, Malang, dan Yogyakarta.

Saya ingin mereka sadar dan paham hak atas tanah yang mereka miliki agar tidak tertipu. Dulu, pembebasan lahan dilakukan dengan kompensasi ganti rugi, bukan ganti untung. Harga ditentukan seenaknya oleh pembeli, padahal banyak petani tidak paham hak atas tanah mereka.

Di perburuhan juga sama, saya melakukan sosialisasi dan pendampingan terkait hak atas buruh, tentang hukum perburuhan, tentang hak mereka yang harus diterima saat terjadi PHK dan lain sebagainya. Setelah berkecimpung di bidang advokasi, saya terjun ke dunia bisnis.

Apa yang mendorong Anda terjun ke dunia bisnis?

Seiring berjalannya waktu, saya banyak belajar dan menyadari bahwa apa pun upaya yang telah saya lakukan tidaklah cukup untuk membantu para petani dan buruh secara maksimal, begitu pula dengan diri saya sendiri.

Saya mulai berpikir realistis bahwa saya harus bisa membantu agar perut para petani dan buruh beserta keluarganya kenyang. Itu jauh lebih baik dibanding hanya melakukan pendampingan sesaat tanpa tahu kelanjutan hidup mereka.

Dengan menjadi pengusaha, saya bisa memiliki kesempatan lebih luas untuk membantu masyarakat, meningkatkan taraf hidup mereka. Saya juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang akan memberikan manfaat lebih banyak.

Saya akhirnya bergabung dengan Hipmi Jatim pada tahun 2000, sambil mulai merintis usaha sendiri sebagai supplier bagi instansi pemerintah. Saya juga membantu meneruskan usaha keluarga di bidang migas.

Di situlah saya mulai masuk menjadi anggota Kadin Jatim. Saat itu, saya pun mendapatkan kesempatan pekerjaan dari salah satu BUMN untuk menjadi agen instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hingga sekarang.

Kiprah saya dalam percaturan ekonomi Jatim semakin besar saat saya terpilih menjadi salah satu wakil ketua umum Kadin Jatim periode kepemimpinan Bapak AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang saat ini menjadi ketua DPD RI.

Selama mengemban jabatan tersebut, beberapa program berhasil saya jalankan, di antaranya program peningkatan kualitas SDM dan pendampingan kepada petani untuk proses on farm dan off farm. Pada 2019, saya terpilih menjadi ketua umum Kadin Jatim periode 2019-2024.

Siapa sosok yang paling berperan membentuk karakter Anda?

Saya anak ke-2 dari empat bersaudara. Ayah saya, Bapak Trijogo, cukup dominan membentuk karakter pribadi saya. Beliau adalah pengusaha yang sederhana, tidak pernah emosional, sangat tenang dan sabar, santun dalam berkarya dan berusaha.

Saya banyak belajar bagaimana menghadapi orang dengan kepala dingin. Bapak tidak pernah marah besar kepada anaknya dan selalu mengajarkan bagaimana me-manage emosi dan banyak hal.

Bapak juga memberi kebebasan. Bapak lebih banyak memberikan contoh yang baik, sehingga anak-anaknya mencontohnya. Beliau mengajarkan kami disiplin. Misalnya selalu bangun saat subuh. Salat, setelah itu olahraga, lalu makan dan bekerja, sore harinya sudah di rumah.

Kesederhanaannya tercermin pada gaya hidupnya, misalnya baju atau sepatu tidak pernah bermerek, layaknya petani, karena bapak juga memiliki sawah. Karakter petani melekat dalam jiwanya, beliau seorang pekerja keras dan orang yang sederhana.

Begitu juga dengan ibu saya, Ibu Dari Harti. Beliau adalah sosok perempuan yang sederhana, sabar, dan kuat, tidak banyak menuntut. Hidupnya banyak dicurahkan untuk anak dan keluarga. Ia tipe penyayang dan selalu melindungi anak-anaknya.

Kiat sukses Anda dalam berkarier, berkeluarga, dan berorganisasi?

Agar semua yang saya lakukan membuahkan hasil, saya harus bekerja keras dan memiliki niat yang baik. Dua hal itu harus menjadi napas saya dalam berusaha dan berkeluarga. Kerja keras tanpa niat yang baik akan membawa kita kepada kehancuran. Niat baik tanpa kerja keras, tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

Kiat kepemimpinan Anda di perusahaan?

Jabatan adalah amanah yang harus saya jalankan dengan baik. Ketika saya pada posisi sebagai top leader, baik di perusahaan maupun organisasi, saya harus mampu merangkul semuanya, tidak bersikap diktator dan sewenang-wenang. Semua yang ada di kantor adalah satu tim yang harus bekerja sama dan saling mendukung.

Bagi saya, karyawan adalah saudara dan mitra dalam bekerja. Apa yang mereka rasakan harus saya perhatikan. Komunikasi harus seimbang dan tidak boleh timpang agar terbangun tim kerja yang kompak dan solid, sehingga kami bisa memenangi persaingan. Jika ada persoalan sekecil apa pun, saya selalu minta segera diselesaikan dengan baik, dengan kepala dingin.

Strategi Anda memajukan perusahaan?

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan strategi utama saya dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Peningkatan SDM harus dilakukan mulai dari tingkat bawah hingga atas, agar apa yang dikerjakan sesuai kompetensi yang dimiliki. Semua SDM saya ikutkan pelatihan dan sertifikasi agar kompetensinya meningkat.

Filosofi hidup Anda?

Biarkan hidup mengalir layaknya air, yang jernih tanpa rekayasa. Dengan prinsip itu, saya ingin menjadi sumber kehidupan bagi semua orang yang membutuhkan. Memberikan manfaat kepada orang lain itu jauh lebih baik, dan sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesama.

Seperti air yang mengalir bebas tanpa beban dan penuh keikhlasan, begitu pula semua yang saya kerjakan, harus penuh keihlasan dan kejujuran. Dengan bersungguh-sungguh dan bekerja keras tanpa beban, saya yakin akan mencapai keberhasilan.

Obsesi Anda yang sudah dan belum tercapai?

Menjadi ketua umum Kadin Jatim adalah salah satu obsesi terbesar dalam hidup saya yang sudah tercapai. Bagi saya, Kadin adalah jalan untuk memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat. Usaha saya di sektor migas juga semakin maju, begitu pula bisnis pengolahan limbah. Ini sudah cukup.

Tetapi ada satu obsesi saya yang belum terwujud. Pada hari tua saya nanti, saya ingin pulang ke desa dan menjadi petani sukses di sana. Saya ingin memiliki bisnis sektor agro di desa agar mampu membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saya ingin memberikan pelatihan kepada para petani agar mereka bisa berkompetisi dengan produk pertanian impor.

Bagaimana Anda menyeimbangkan hidup?

Satu kuncinya, yaitu harus bisa membagi waktu. Kapan harus bekerja, kapan harus mendahulukan kepentingan keluarga, kapan harus meluangkan waktu untuk membantu masyarakat dan lingkungan.

Apa yang Anda kejar dalam hidup?

Yang saya kejar hanya ketenteraman dan kedamaian. Bagi saya, karier sudah cukup, yang saya inginkan hanya hidup tenteram di masa tua.

Peran keluarga dalam karier Anda?

Support istri, anak, dan orang tua sangat besar. Setiap apa yang saya lakukan, baik untuk pekerjaan maupun organisasi, mereka ikhlas dan selalu mendoakan. Saat keluar rumah, saya selalu diiringi doa istri.

Begitu pun orang tua saya. Ahamdulillah saya masih memiliki orang tua yang masih bisa memberikan wejangan dan arahan, serta menegur saya ketika saya melakukan kesalahan.

Siapa tokoh idola Anda?

Tokoh idola saya adalah KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4. Gus Dur adalah tokoh besar yang patut ditiru dan disuriteladani. Sepak terjang beliau dalam menyatukan umat sangat menginspirasi saya. Beliau adalah pemersatu bangsa yang tidak silau oleh jabatan.

Kegiatan Anda dan keluarga di waktu senggang?

Saya senang bercocok tanam. Di Kota Batu, saya punya lahan. Saya menanam apel dan tanaman hias, seperti aglonema, monstera, dan philodendron. Tiap akhir pekan, saya selalu meluangkan waktu di sana bersama keluarga.

Program Anda di Kadin Jatim?

Saya punya empat program prioritas. Pertama, meningkatkan kinerja perdagangan. Ekspor komoditas dan barang-barang pabrikan antarprovinsi dan antarpulau, khususnya untuk Indonesia bagian timur, akan terus ditingkatkan.

Saat ini Kadin Jatim menjadi pelaksana program Export Center Surabaya bersama Kementerian Perdagangan. Targetnya adalah melahirkan eksportir baru dengan nilai ekspor US$ 64 juta. Ini akan disinergikan dengan program Rumah Kurasi, lembaga yang akan melakukan penilaian terhadap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), apakah produk tersebut sudah layak ekspor atau belum.

Program kedua adalah meningkatkan kinerja pariwisata Jatim. Kadin Jatim telah menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Pariwisata Daerah Jatim untuk mewujudkan agenda tahunan Jatim Travel Mart, meningkatkan industri pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan dan hunian hotel yang turun drastis selama pandemi Covid-19.

Kami ingin pariwisata Jatim segera pulih, sehingga ekonomi kreatif dan UMKM dapat secepatnya bangkit dan berkembang. Untuk mendorong UMKM dan pariwisata, Kadin Jatim telah bekerja sama dengan PUM Netherland Senior Expert.

Program ketiga adalah meningkatkan SDM. Bersama Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim, kami membangun dan mengembangkan lembaga sertifikasi profesi guna meningkatkan kompetensi SDM, khususnya di kalangan UMKM, agar bisa berkompetisi dalam persaingan bebas.

Ini juga sebagai upaya kami mengembangkan peran Kadin Institute sebagai tempat uji kompetensi (TUK). Kadin Instutute telah bekerja sama dengan 25 lembaga sertifikasi profesi (LSP).

Kami mendorong peningkatan kualitas SDM di banyak sektor, termasuk kompetensi teknis dosen. Sudah puluhan universitas yang bekerja sama dan sudah ratusan dosen yang telah mengikuti sertifikasi.

Kadin Jatim juga bekerja sama dengan IHK Trier Jerman untuk menerapkan program pendidikan vokasi sistem ganda di seluruh SMK Jatim. Program ini pun telah mendapat dukungan dari Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa.

Program prioritas keempat adalah meningkatkan investasi. Kadin Jatim terus bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan investasi di berbagai bidang di Jatim. ***

Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim. (ist)
Adik Dwi Putranto, Ketua Umum Kadin Jatim. (ist)


Belajar Ikhlas dari Petani

Sewaktu duduk di bangku akhir kuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang sekitar tahun 1990-an, Adik Dwi Putranto banyak terlibat dalam kegiatan pendampingan petani di Tuban, Jawa Timur, yang tanahnya akan digunakan sebagai pabrik semen.

Adik ingin para petani sadar dan paham tentang hak atas tanah yang mereka miliki sehingga mereka tidak tertipu. Saat pendampingan, ada kalanya konsultasi atau mediasi tidak menemui titik temu, sehingga mereka harus menggelar aksi turun ke jalan. Di situlah Adik Dwi Putranto bersinggungan dengan aparat kepolisian dan sempat diperiksa.

Nah, saat aksi ini, bapak saya sampai dipanggil polisi. Tapi bapak tidak marah, justru beliau memberikan kebebasan karena ini jalan yang saya pilih dan saya anggap benar,” tutur Adik yang rutin jogging di pagi hari.

Adik merasa bangga punya pengalaman berinteraksi dengan para petani. Maklum, banyak pelajaran hidup yang ia dapatkan dari petani. “Saya bisa memahami kehidupan petani. Mereka begitu ikhlas menjalani hidup,” ujar dia.

Menurut Adik, para petani memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Mereka bekerja dari pagi hingga malam meski tidak mendapatkan penghasilan yang sebanding.

“Dari mereka itulah saya belajar ikhlas menjalani kehidupan, dan itulah kesan terindah dalam hidup saya,” tegas pengusaha yang hobi menyantap pecel ini.(ros)


 


BIODATA

Nama: Adik Dwi Putranto.

Tempat/tanggal lahir: Semarang, 26 Mei 1965.

Pendidikan:

S1 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (1992).

Istri: Anty, ST

Anak: Abdul Rozak dan Moch Fadil Rahman

Karier:

- Direktur Utama PT Empat Saudara Jaya (2017 – sekarang).

- Direktur Utama PT Adik Dwi Putranto (2017 – sekarang).

- Wakil Direktur PT Hahesa Wong Ateleng (2016 – sekarang).

- Komisaris Utama PT Trinatha Perkasa (2016 – sekarang).

- Komisaris Utama PT Trijogo (2016 – sekarang).

- Komisaris Utama PT Pelangi Berlian Perkasa (2015 – sekarang).

- Komisaris Utama PT Satria Birawa Perkasa (2015 – sekarang).

- Komisaris utama PT Catur Birawa (2017 – sekarang).

- Komisaris Utama PT Sang Gerindrawangsa (2019 – sekarang).

Organisasi:

- Ketua Umum Kadin Jatim (2019-2024).

- Ketua Asosiasi Distributor dan Leveransir Indonesia/ADIL (2015 - sekarang).

- Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim (2016 - sekarang).

- Wakil Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) Antikorupsi Jatim (2018 - sekarang).

- Kabid Advokasi dan Hukum DPD V Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas/Hiswana Migas (2018 - sekarang).

- Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Jatim (2011 - sekarang).

- Wakil Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI) Jatim (2011 - sekarang).

- Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim (2005 – sekarang).


 


 


 


 


 


 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN