Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mark Micallef (ist)

Mark Micallef (ist)

Mark Micallef, Vice President Cloudera untuk Asia Pasifik dan Jepang

Pemimpin yang Baik adalah Pemimpin yang Punya Empati

Senin, 27 Desember 2021 | 12:00 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

Apa kriteria utama pemimpin yang baik bagi perusahaan? Jawabannya pasti pemimpin yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup perusahaan.

Tetapi, bagi Mark Micallef, pemimpin yang baik tidak semata berperan menjaga keberlangsungan hidup organisasi, tetapi juga harus memiliki empati. Ia mesti memahami setiap situasi dan kondisi, serta mampu melihat dari segala sisi perihal kebutuhan organisasi pada masa kini dan masa mendatang.

“Di tempat kerja, pola pikir seperti itu diterjemahkan sebagai kepemimpinan yang melayani,” kata Vice President Cloudera untuk Asia Pasifik dan Jepang itu kepada wartawan Investor Daily, Imam Suhartadi di Jakarta, baru-baru ini.

Mark percaya sebuah organisasi hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika sang pemimpin memiliki sikap melayani orang lain, terutama anggota timnya. “Pemimpin yang baik dapat menggerakkan masing-masing individu untuk mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi,” tegas pria asal Australia tersebut.

Dalam pandangan Mark Micallef, pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang memiliki pola pikir mendahulukan pelayanan, menunjukkan kerendahan hati, dan selalu mencari cara untuk membantu membuka potensi karyawan, kreativitas, dan tujuan mereka. “Saya tidak percaya pada gaya memimpin dari menara gading,” tandas dia.

Mark mendefinisikan pemimpin yang baik seperti tukang kebun. Tugasnya adalah menciptakan lingkungan yang sehat, tanah yang subur, dan pupuk yang cukup agar tanaman memiliki akar yang kuat, tumbuh pesat, lebat, berkembang, dan berbuah. Ia harus merawatnya secara hati-hati.

“Pemimpin yang baik memberi semua orang tempat yang aman untuk berbagi ide secara terbuka, berkolaborasi, dan bereksperimen, serta memberdayakan mereka untuk melakukan yang terbaik,” ujar dia.

Empati seorang pemimpin sangat penting untuk membangun kepercayaan di perusahaan. “Karyawan yang memiliki kepercayaan tinggi memiliki kapasitas melakukan perubahan rata-rata 2,6 kali lebih besar dibanding yang memiliki kepercayaan rendah,” tutur Mark. Berikut penuturan lengkapnya:

Bagaimana perjalanan karier Anda hingga sampai di posisi saat ini?

Saya memulai karier di industri teknologi informasi (TI) selama lebih dari dua dekade. Saya bekerja di Symantec Australia sebagai Support Engineer. Lalu saya pindah ke Trend Micro, di mana saya menghabiskan tujuh tahun untuk membantu membangun dan mengembangkan operasional mereka di Australia. Karier saya berikutnya adalah di Citrix, yang saat itu mengalami pertumbuhan dan ekspansi pesat di Asia Pasifik (Apac).

Pengalaman memimpin tim di tingkat kawasan membuat saya membuka diri terhadap pasar yang lebih luas, seperti Tiongkok, Korea Selatan, India, pasar Asean, dan kawasan Asia Pasifik secara keseluruhan.

Saya sangat terpesona pada keberagaman di sini, karena setiap pasar adalah unik dan memiliki nuansa tersendiri. Saya sangat menikmati waktu saya di Citrix, bekerja di setiap pasar untuk membangun dan melipatgandakan bisnis perusahaan di Asia dalam waktu yang singkat.

Selain itu, saya bertanggung jawab untuk membangun tim baru yang berfokus pada open source cloud infrastructure, menyusul akuisisi Cloud.com pada penunjukan sebelumnya sebagai Senior Director, Cloud Platform Group Asia Pasifik.

Inilah saya sekarang, memimpin tim sales strategis dan pengembangan channel, mengarahkan, mengembangkan tim, dan mencapai seluruh tujuan Cloudera di kawasan Asia Pasifik dan Jepang.

Bisa Anda jelaskan bisnis Cloudera?

Cloudera berdiri pada 2008. Selama empat tahun terakhir, pertumbuhan bisnis perusahaan di kawasan Asia Pasifik merupakan yang tercepat.

Misi kami adalah membuat data dan analitis menjadi mudah dan dapat diakses semua orang. Kami memberikan analitis yang mudah digunakan oleh praktisi TI dan pengguna lini bisnis. Cloudera juga memberi pelanggan kami akses yang aman ke data mereka dari mana saja dari on premise hingga ke hybrid cloud dan berbagai public cloud.

Kami pun membantu perusahaan-perusahaan mentransformasi masa depan dan menggunakan solusi-solusi berbasis data real-time untuk mengatasi tempat kerja yang sulit dan beragam tantangan sosial yang memengaruhi para karyawan dan pelanggan mereka.

Bank Mandiri dan Union Bank of Philippines di Filipina adalah dua contoh terbaik dalam hal ini. Keduanya baru-baru ini muncul sebagai pemenang di Cloudera Data Impact Awards.

Berkarier di bidang TI merupakan pilihan hidup Anda?

Saya beruntung bekerja di industri yang memang menjadi passion saya. Passion dan kecintaan saya pada teknologi telah mendorong dedikasi saya pada bidang ini untuk waktu yang sangat lama.

Kiat sukses Anda?

Ketika Anda memulai karier sebagai seseorang yang belum berpengalaman, penting untuk memiliki tekad dan berbaur dengan orang-orang yang membuat Anda belajar dan bekerja sangat keras.

Kerja keras itu tak tergantikan. Belajarlah dari setiap manajer. Ambil semua kekuatan dan kelemahan sebagai pelajaran untuk menciptakan jalan dan perjalanan Anda sendiri dalam sesuatu yang pada akhirnya akan membentuk sistem keyakinan dan value Anda.

Jadilah proaktif. Jangan menunggu seseorang memberi Anda kesempatan. Libatkan diri dalam berbagai proyek atau inisiatif ekstra untuk mempelajari sesuatu yang belum Anda ketahui sebelumnya. Pembelajaran ini akan berguna pada saat tak terduga.

Terakhir, selalu bersyukur dan jangan pernah lupa dari mana Anda memulai dan bagaimana Anda sampai di sini. Berikan kesempatan kepada orang lain dengan cara yang sama seperti Anda diberi kesempatan, seperti kata-kata bijak, “Pay it forward...”

Gaya kepemimpinan Anda?

Seorang mentor lama saya pernah memberi nasihat, "Jangan minta sesuatu dari tim yang Anda sendiri tidak akan siap melakukannya". Dia sering menjelaskan bahwa sebagai pemimpin, kita harus mendapatkan kredibilitas dan rasa hormat dengan berbuat sesuai perkataan.

Pola pikir dan tindakan seorang pemimpin akan menyebar ke seluruh tim dan memberikan arahan yang jelas untuk menentukan tujuan sambil membangun harapan bagi karyawan.

Saya tidak percaya pada gaya memimpin dari menara gading. Pemimpin harus berada di garis terdepan yang membantu memberi penegasan bahwa dia mengarahkan dinamika tim.

Penting bagi saya untuk ikut andil. Menyingsingkan lengan baju dan melakukan pekerjaan yang memungkinkan saya lebih menyesuaikan diri dengan apa yang dihadapi tim, sehingga saya bisa pada posisi yang lebih baik untuk memberikan saran ketika situasi membutuhkannya. Saya juga harus mengakui prestasi karyawan ketika mereka melakukan tugas-tugas dengan baik. Itu adalah pemacu semangat mereka.

Arti karyawan bagi Cloudera?

Karyawan adalah jantung Cloudera. Di Cloudera, kami menyadari bahwa kesuksesan kami bergantung pada penciptaan lingkungan kerja, di mana semua karyawan dapat berkembang dalam budaya saling menghormati dan menciptakan prestasi.

Lebih dari 50% pemimpin senior di tim saya adalah perempuan. Saya sangat percaya bahwa nilai intrinsik sebuah tim terletak pada perspektif berbeda yang dibawa setiap anggota ke dalam tim karena masing-masing dari kami sebagai individu pasti memiliki kelemahan.

Tujuan kami haruslah keberagaman kognitif, yang mencakup keberagaman pemikiran, perspektif, dan gaya intelektual dan inklusi sebagai perekat yang mengikat serta menghadirkan yang terbaik dari talenta-talenta terbaik kami.

Strategi Anda memajukan perusahaan?

Sebagai pemimpin, saya tidak dapat mengabaikan dampak keselamatan dan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan, terutama di masa pandemi Covid-19. Saya juga tidak dapat mengabaikan keterlibatan mereka pada pertumbuhan dan stabilitas perusahaan.

Kami harus berinvestasi dalam kesejahteraan tim dan bagaimana mereka memandang masa depan di perusahaan. Tantangan bekerja jarak jauh selama pandemi dengan tim yang tersebar adalah ujian kepemimpinan.

Frekuensi project update telah berkurang dan manajer berhati-hati untuk menghindari tampil mengatur karyawan hingga hal-hal kecil, yang secara tidak sengaja mendorong anak buah ke ambang kelelahan. Dalam keadaan seperti ini, empati harus menjadi penekanan utama dalam setiap interaksi.

Di masa perubahan dan ketidakpastian seperti ini, juga sangat penting untuk dekat dengan tim guna memahami apa yang mereka alami. Ini tidak hanya menegaskan kembali komitmen Anda terhadap tujuan bersama, tetapi juga sangat membantu dalam membangun kepercayaan.

Karyawan yang memiliki kepercayaan tinggi memiliki kapasitas melakukan perubahan rata-rata 2,6 kali lebih besar dibanding mereka yang memiliki kepercayaan rendah.

Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah mengumumkan sejumlah hal penting yang menyoroti komitmen kami terhadap cloud. Kami mengumumkan sertifikasi penyimpanan baru kami untuk Cloudera Data Platform (CDP) Private Cloud, sertifikasi ISO 27001 untuk CDP Public Cloud, akuisisi dua perusahaan SaaS, yaitu Datacoral dan Cazena. Tak kalah penting adalah kemitraan kami dengan Alibaba Cloud di Tiongkok.

Filosofi hidup Anda?

Sebagai orang asing yang datang ke Asia hampir 14 tahun lalu, saya belajar bahwa sangat penting untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Ada begitu banyak nuansa di sini sehingga Anda tidak akan pernah bisa menerima detail terkecil begitu saja.

Bukan hanya perbedaan budaya atau cara berbisnis, tetapi juga perbedaan interpretasi logika. Karena semua faktor ini, sangat penting untuk bersikap hormat, sabar, dan berempati.

Hanya ada dua hal yang tidak saya sukai. Ego yang besar dan politik. Ini adalah keyakinan saya bahwa keduanya tidak boleh ada di tempat kerja. Tanpa kecuali, sangat penting untuk mendahulukan kepentingan tim Anda di atas kepentingan diri Anda sendiri.

Di tempat kerja, pola pikir ini juga diterjemahkan sebagai kepemimpinan yang melayani. Didefinisikan sebagai filosofi dan serangkaian praktik yang memperkaya kehidupan individu, mewujudkan perusahaan yang lebih baik, dan pada akhirnya menciptakan dunia yang lebih adil dan peduli.

Definisi pemimpin yang melayani menurut Anda?

Pemimpin yang melayani memiliki pola pikir yang mendahulukan pelayanan, menunjukkan kerendahan hati, dan selalu mencari cara untuk membantu membuka potensi karyawan, kreativitas, dan tujuan mereka.

Pemimpin yang melayani mirip tukang kebun. Tugasnya adalah menciptakan lingkungan untuk tumbuh dan merawat tanaman secara hati-hati. Ia harus memberi semua orang tempat yang aman untuk berbagi ide secara terbuka, berkolaborasi, dan bereksperimen, serta memberdayakan mereka untuk melakukan yang terbaik.

Menumbuhkan rasa memiliki dan inklusivitas dengan cara seperti ini membantu menciptakan tim yang beragam, berkinerja tinggi, dan kreatif yang dapat membantu mempercepat inovasi dan meningkatkan agilitas bisnis.

Peran keluarga dalam karier Anda?

Keluarga dan orang-orang yang saya cintai selalu menjadi pilar dukungan saya dalam hidup. Mereka membuat saya tetap membumi, mengingatkan saya tentang apa yang penting dalam hidup dan tidak pernah melupakan dari mana saya berasal.

Pandemi benar-benar menyadarkan saya karena saya belum dapat mengunjungi keluarga dan teman-teman saya selama dua tahun lebih. Ini yang sangat saya fokuskan sekarang, saya akan ke Australia untuk bertemu mereka.***

Mark Micallef (ist)
Mark Micallef (ist)

Menjadi Murid Seumur Hidup

Mark Micallef adalah seorang taekwondoin. Taekwondo merupakan anugerah yang memberinya dampak positif dan nilai lebih dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyenangkan dan membuat tubuh Mark lebih sehat, seni bela diri asal Korea itu memberikan manfaat perlindungan diri. Lebih dari itu, Mark bisa belajar konsep 'menjadi murid seumur hidup'.

Pola pikir menjadi murid seumur hidup telah meresap ke dalam kehidupan profesional Mark dan membantunya tetap membumi.

“Apa yang saya sukai dari seni bela diri adalah seluruh konsep tentang menjadi murid seumur hidup. Anda dapat berlatih seni bela diri sepanjang hidup Anda, tetapi Anda tidak akan pernah mencapai kesempurnaan,” kata dia.

Seni bela diri yang menggabungkan kekuatan tangan dan kaki itu juga mengajarkan disiplin. Itu membuat Mark dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas yang memudahkannya menjalani aktivitas sehari-hari.

“Saya dulu berkompetisi taekwondo tingkat nasional di Australia. Saya telah mempelajari seni bela diri selama lebih dari 25 tahun. Saya sangat menyukainya,” tutur dia.

Di luar itu, Mark Micallef adalah penggemar travelling yang lumayan ekstrem. Ia kerap menjelajahi hutan belantara di tempat-tempat terpencil, seperti Mongolia, Amazon, dan Alaska, lepas dari hiruk pikuk kota dan kehidupan modern.

“Ini membantu memulihkan tenaga saya, dan sering kali saya kembali dengan perspektif baru yang segar,” ujar Mark. (is)


Biodata

Nama: Mark Micallef.

Karier:

* Vice President – Asia Pacific & Japan, Cloudera (April 2017 - sekarang).

* Regional Vice President, Asia, Citrix (April 2016 – April 2017).

* Area Vice President, Asean, Citrix (Januari 2013 – April 2016).

* Senior Director, Cloud Platform Group, Asia Pacific, Citrix Systems Hong Kong (Februari 2012 – Februari 2013).

* Senior Director, Enterprise Sales, Asia, Citrix Systems Hong Kong (Juli 2009 – Februari 2012).

* Sales Manager - Banking and Finance, Citrix Systems (Juli 2008 – Juli 2009).

* Account Executive, Citrix Systems (Maret 2004 – Juli 2008).

* National Sales Manager, Trend Micro (Januari 1996 – Februari 2004).

* Corporate Support Engineer, Symantec (Januari 1993 – Desember 1996).



 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN