Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett. ( Foto: Gerry Miller / CNBC )

Miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett. ( Foto: Gerry Miller / CNBC )

Peringatan Warren Buffet: Dampak Pandemi Belum Berakhir

Rabu, 30 Juni 2021 | 22:41 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Investor legendaris Warren Buffett mengatakan konsekuensi ekonomi dari pandemi ini secara tidak proporsional menimpa usaha kecil dan ketidakpastian Covid-19 belum berakhir, masih jauh dari selesai.

“Dampak ekonomi telah menjadi hal yang sangat tidak merata di mana … ratusan ribu atau jutaan usaha kecil telah dirugikan dengan cara yang mengerikan, tetapi sebagian besar perusahaan besar telah melakukannya dengan baik,” kata CEO Berkshire Hathaway selama wawancara dengan Becky Quick di acara spesial CNBC “Buffett & Munger: A Wealth of Wisdom,” Selasa (Rabu WIB).

Pada Maret 2020, pandemi menyebabkan penutupan ekonomi $ 20 triliun secara penuh di AS. Ribuan usaha kecil terpaksa menutup pintu mereka sementara pengecer besar dan raksasa e-commerce menerima pelanggan itu. Produk domestik bruto untuk kuartal pertama tahun lalu turun 31,4%, yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika pasca-Depresi Hebat.

“Ini belum berakhir,” kata investor berusia 90 tahun itu. "Maksud saya, dalam hal ketidakpastiannya, sejauh ini sudah sangat tidak pasti. Namun, sejauh ini sudah lebih baik ketimbang yang diproyeksi orang-orang dan sebagian besar pelaku usaha. Di sisi lain, ini (pandemi Covid-19) juga menghancurkan harapan dan mimpi orang-orang," jelas investor berusia 90 tahun tersebut.

Buffett mengatakan pelajaran terbesar yang dia pelajari dari pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah betapa tidak siapnya dunia untuk situasi darurat yang menurutnya pasti akan kembali terjadi.

Ia menyayangkan, masyarakat memiliki manajemen waktu yang buruk untuk menyiapkan hal-hal jangka panjang. Padahal ketidakpastian sangat mungkin terjadi cepat atau lambat.

Untuk diketahui, pandemi Covid-19 telah menyebabkan 600.000 orang kehilangan nyawa di Amerika Serikat. Di sisi lain, banyak negara di dunia sedang menghadapi variasi virus baru di tengah proses distribusi vaksin.

Saat ini, varian delta dari virus corona telah tersebar di 92 negara, termasuk di AS.

"Akan ada pandemi lain, kita tahu itu. Kami tahu ada ancaman nuklir, kimia, biologi, dan sekarang dunia maya. Masing-masing dari itu memiliki kemungkinan yang mengerikan,” kata Buffett.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN