Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi dalam webinar Sharia Economic Outlook 2021, Selasa (19/1).

Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi dalam webinar Sharia Economic Outlook 2021, Selasa (19/1).

1 Februari, 'Raksasa Tidur' Bank Syariah Indonesia Dibangunkan

Selasa, 19 Januari 2021 | 14:31 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengungkapkan, integrasi tiga bank syariah milik BUMN merupakan wujud inisiatif pemerintah untuk membangkitkan industri syariah, yang selama ini dianggap sebagai raksasa tidur. Pada 1 Februari 2021 saat legal merger terjadi, maka raksasa tidur tersebut akan dibangunkan dengan nama baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Dengan nilai aset yang mencapai sekitar Rp 240 triliun dan melayani lebih dari 14,9 juta nasabah, Bank Syariah Indonesia (BSI) akan berupaya menjawab berbagai tantangan pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah.

"Infrastruktur ini bisa menjawab tantangan yang dihadapi perbankan syariah, antara lain kita harus bisa memperkuat daya saing perbankan syariah di industri. Dari sisi produk, kita mesti punya produk yang lebih variatif dengan kombinasi kapabilitas tiga bank yang membawa kelebihannya masing-masing. Kami juga akan mendorong capability technology system karena kami sadar bahwa bank ini ke depan harus punya kemampuan digital yang lebih baik daripada sekarang," jelas Hery yang merupakan Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri dalam webinar, Selasa (19/1).

Bank Syariah Indonesia diprediksi mampu mewujudkan visi menjadi pemain global dan pemain utama di industri perbankan syariah dunia dalam kurun 3-4 tahun mendatang. Visi ini bisa terwujud dengan pelayanan Bank Syariah Indonesia yang akan fokus di segmen UMKM, ritel, konsumer, dipadu kemampuan mengelola nasabah wholesale yang baik.

Bank Syariah Indonesia digadang memiliki total aset hingga Rp 239 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. Selain memiliki fundamental yang kuat, Bank Syariah Indonesia juga memiliki beragam produk untuk ditawarkan kepada masyarakat, baik di segmen ritel, UMKM, serta korporasi.

"Modal Rp 20,4 triliun ini cukup besar, dari ketentuan OJK untuk jadi BUKU IV modalnya mencapai Rp 30 triliun. Diharapkan dengan adanya return earning dan rights issue harapan BUKU IV jadi keniscayaan, diharapkan awal 2022 kami perkirakan cita-cita itu bisa dicapai," urai Hery yang nantinya menjadi Direktur Utama Bank Syariah Indonesia.

Didukung oleh kemampuan teknologi terbaik, Bank Syariah Indonesia berkomitmen menyediakan pengalaman perbankan digital terbaik bagi pelanggan. Layanan Bank Syariah Indonesia akan didukung jaringan yang luas, dengan operasional lebih dari 1.200 cabang untuk melayani masyarakat di seluruh daerah.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN