Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah dan Manajer MURI Ridha Al-Amin pada Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, Pemecahan Rekor MURI penempelan QR Code terbanyak di kotak amal di Surabaya, Sabtu (9/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah dan Manajer MURI Ridha Al-Amin pada Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, Pemecahan Rekor MURI penempelan QR Code terbanyak di kotak amal di Surabaya, Sabtu (9/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

1.000 Rumah Ibadah di Jatim Aplikasikan QR Code

Amrozi Amenan, Minggu, 10 November 2019 | 18:38 WIB

SURABAYA, investor.id -Sebanyak 1.000 rumah ibadah di Jawa Timur telah menerapkan QR Code atau elektronikasi rumah ibadah.

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan pemasangan elektronikasi rumah ibadah ini bertujuan untuk memudahkan manajemen kas.

“Ini sebenarnya adalah buah dari perencanaan jangka panjang. Kita ingin menggerakkkan elektronifikasi rumah ibadah, karena tu akan memudahkan management cash atau cash manajemen. Sebenarnya target awal kita 1.000 rumah ibadah, namun yang kita pasang lebih dari 1.000  rumah ibadah,” katanya pada “Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, Pemecahan Rekor MURI penempelan QR Code terbanyak di kotak amal di Surabaya, Sabtu (9/11/2019).

Difi menjelaskan, pada tempat ibadah, terdapat transaksi atau perputaran uang, baik yang berupa zakat, infaq, sedekah atau semacamnya yang masih banyak menggunakan uang tunai dalam setiap transaksinya.

Hal itu yang mendorong BI perlunya penggunaan QR Code sebagai salah satu alat untuk mempermudah dan memperbanyak alternatif cara bertransaksi di kalangan masyarakat. Hal ini mengingat penggunaan QR Code sebagai sebuah alat untuk beragam hal sudah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, sebagai contoh yaitu semakin luasnya penggunaan uang elektronik LinkAja, OVO, dan Go-Pay.

“Sementara itu, dari sisi pengelolaan dana, pemanfaatan QR Code ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi manajemen dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan serta pengeluaran bagi masing-masing pengelola Rumah Ibadah, karena langsung masuk dalam rekening tempat ibadah yang dikelola oleh pengurus,” jelas Difi.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pemasangan QR Code di rumah ibadah ialah rumah ibadah itu harus mempunyai rekening di Bank. Sehingga nanti otomatis ada notifikasi SMS kalau ada uang uang.

“Ini adalah pilot project di Surabaya dan harapan kami bisa ditiru di kota lain. Kita juga nggak berhenti disini tapi juga di tempat lain seperti di kampus, tapi dalam bazar rumah ibadah baik itu islam, katolik, Hindu dan Budha kita lakukan serempak,” terang Difi.

Penggunaan QR Code di rumah ibadah akan memungkinkan sumbangan lebih besar dari biasanya. “Kalau pakai uang tunai. Kita rogoh di dompet hanya ada Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu. Tapi dengan QR Code ini kita bisa milih angkanya. Ini juga mengedukasi orang agar amal lebih efisen. Ke depan ini juga akan memperluas basis orang yang mau menyumbang. Nggak ada limit,” kata Difi.

Selama ini, menurut dia, di rumah-rumah ibadah seperti masjid terdapat ada kotak celengan, kotak amal yang digunakan oleh orang yang menyumbangkan uang tunainya. Uang dimasukkan ke lobang kotak yang sempit sehingga uang dilipat-lipat.

“Setelah selesai kemudian dibuka kotaknya, uangnya dirapikan lagi dilurus-lurusin lagi dihitung dan dibawa ke bank. Ya jadi ini ongkosnya besar. Nah dengan adanya langkah ini menjadi lebih efisien. Jadi uangnya itu bisa langsung masuk rumah ibadah tidak perlu dihitung pakai tangan sudah ketahuan dan tidak perlu lagi keluar ke bank,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, dengan ada QR akan memungkinkan orang di manapun bisa menyumbang rumah ibadah di mana pun. “Contohnya saya bisa menyumbang rumah ibadah yang ada di Pacitan. ya kalau saya tahu QR Code iya kan. Saya bisa pakai website ya dan misalnya saya lagi jalan ada brosur rumah ibadah. Nah harapan saya nanti dengan adanya QR ini nantinya ada publikasi-publikasi rumah ibadah atau brosur yang bisa ditempelkan QR, sehingga kalau orang mau menyumbang rumah ibadah tidak perlu datang secara fisik ke tempat tersebut, dari manapun dia bisa tinggal scan tinggal kirim,” imbuh Diffi.

Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, mengatakan penggunaan QR Code akan mempermudah pengguna dalam bersedekah di rumah ibadah tanpa ada batasan jumlah, jarak dan waktu. “Ini suatu gerakan dan inisiatif yang sangat bagus,” katanya.

“Kami berikan penghargaan MURI kepada Bank Indonesia dan perbankan di Jawa Timur dengan adanya implementasi elektronifikasi (pemasangan QRIS) pada lebih dari 1.000 rumah ibadah, bahkan ini bukan hanya rekor Indonesia tapi masuk dalam rekor dunia,” tutur Ridha Al-Amin, Manajer MURI.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA