Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ATM sejumlah Bank BUMN. Foto ilustrasi: IST

ATM sejumlah Bank BUMN. Foto ilustrasi: IST

PERCEPAT PEMBANGUNAN LRT JABODEBEK,

15 Bank Beri Kredit Sindikasi untuk KAI Rp 4,2 Triliun

Jumat, 18 September 2020 | 21:53 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Sebanyak 15 bank memberikan pinjaman sindikasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk mempercepat pembangunan proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek sebesar Rp 4,2 triliun. Pinjaman tersebut merupakan tambahan atas pinjaman sebelumnya tahun 2017 sebesar Rp 18,1 triliun dan Rp 1,15 triliun untuk modal kerja.

KAI melakukan penandatanganan perjanjian perubahan dan pernyataan kembali atas perjanjian kredit sindikasi termasuk tambahan pembiayaan depo dan stasiun LRT Jabodebek sebesar Rp 4,2 triliun. Dengan adanya tambahan pinjaman ini diharapkan penyelesaian Depo dan Stasiun proyek LRT Jabodebek dapat segera terealisasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Penandatangan perjanjian fasilitas kredit ini dilakukan oleh 15 bank sindikasi yang terdiri dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), bank swasta nasional dan bank swasta asing. Adapun bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, PT SMI, Bank DKI, MUFG, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut, Bank Mega, Bank Permata, Bank BJB, dan Bank Papua.

Senior Executive Vice President (SEVP) Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
 Alexandra Askandar. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung KAI dalam pembangunan proyek LRT ini. Menurut dia, proyek tersebut sangat strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jabodebek.

"Apalagi di masa pandemi seperti ini, keberlangsungan proyek infrastruktur strategis ini sangat penting untuk tetap menggerakkan roda perekonomian, mengingat banyak pelaku usaha yang terlibat dalam proses pembangunan LRT ini," kata Alexandra, Jumat (18/9).

Bank Mandiri sendiri dalam kerja sama pembiayaan sindikasi kali ini menanggung porsi Rp 1,1 triliun dari total Rp 4,2 triliun.

Secara total, komitmen pembiayaan yang telah diberikan Bank Mandiri dalam pembangunan LRT ini mencapai Rp 4,6 triliun. Atas pembiayaan baru depo dan stasiun LRT ini, Bank Mandiri berperan sebagai kreditur sekaligus coordinating bank.

Didiek Haryanto ditunjuk sebagai direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: IST
Didiek Haryanto ditunjuk sebagai direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: IST

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, dengan dukungan penuh dari perbankan, pihaknya optimistis LRT Jabodebek dapat selesai tepat waktu.

"LRT Jabodebek akan menjadi andalan baru masyarakat untuk bertransportasi dari kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi menuju Ibukota," tutur Didiek.

Didiek menambahkan, penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen KAI dan perbankan dalam merampungkan proyek LRT Jabodebek yang ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Penandatanganan sindikasi tersebut juga merupakan kolaborasi KAI dan perbankan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Diharapkan dengan adanya transportasi massal yang dapat diandalkan, dapat semakin meningkatkan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional nantinya," ungkap Didiek.

Sesuai Perpres No. 49 tahun 2017, KAI diberi penugasan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana proyek LRT Jabodebek, mulai dari pembangunan atau pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan aset sarana dan prasarana dengan masa konsesi selama 50 tahun sejak ditandatanganinya berita acara beroperasinya LRT Jabodebek. Rencananya, LRT Jabodebek akan beroperasi 560 kali perjalanan per hari pada hari kerja dengan headway rata-rata 3 sampai 6 menit.

Untuk mengakomodir kebutuhan mobilisasi masyarakat, KAI menyediakan 18 stasiun pemberhentian LRT Jabodebek. Setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri dari enam kereta yang dapat dioperasikan tanpa masinis. LRT Jabodebek diproyeksikan mampu melayani 116 ribu pengguna per hari pada awal masa operasinya dan diharapkan meningkat menjadi 474 ribu pengguna per hari pada tahun 2071.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN