Menu
Sign in
@ Contact
Search

Aviliani: Bank Sumut Perlu Lakukan IPO

Selasa, 15 Jan 2019 | 14:09 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

MEDAN- Pengamat ekonomi Aviliani menilai pelepasan sebagian saham ke publik melalui skema penawaran saham perdana (IPO) merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumut untuk bisa lebih maju.

"Potensi BPD Bank Sumut sangat besar, jadi dengan IPO diyakini bisa semakin memajukan Bank Sumut," ujarnya di Medan, Senin.

Dia mengatakan itu pada acara Sharing Session Economic Outlook 2019 yang digelar Bank Sumut yang dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, bupati/wali kota pemegang saham di Bank Sumut, dan berbagai kalangan lainnya.

Selain Aviliani tampil sebagai pembica lainnya Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Dengan IPO, ujar Aviliani, ada banyak keuntungan yang diperoleh Bank Sumut, pemegang saham dan termasuk masyarakatnya.

Keuntungan antara lain dari tidak lagi perlunya pemerintah kabupaten/pemerintah kota dan provinsi menanamkan modal lebih besar lagi karena Bank Sumut bisa mendapatkan sumber pendanaan dari masyarakat yang membeli saham bank itu.

Dengan modal di Bank Sumut yang semakin besar, maka kinerja bank itu semakin bagus.

"Keuntungan.lainnya adalah bisa terbebasnya Bank Sumut dari kepentingan politik seperti yang juga diinginkan Gubernur Sumut Edy Rahmadi," katanya.

IPO juga membuat beban pengawasan Pemerintah Provinsi Sumut sebagai pemegang saham pengendali berkurang karena setelah IPO maka pengawasan juga dilakukan masyarakat sebagai pemegang saham.

"Untuk tahap awal IPO tidak.perlu besar.Tetapi.kalau bisa di atas 40 persen dilepas akan bagus," katanya.

Aviliani berharap Bank Sumut menjadi bank kedua setelah Bank Jawa Barat yang sudah IPO.

Wakil Menteri.Keuangan Prof Dr Mardiasmo menegaskan IPO.

memang bagus bagi BPD seperti Bank Sumut karena selain meningkatkan kinerja, juga bisa menggerakkan perekonomian masyarakat Sumut.

"Kementerian Keuangan siap membantu Bank Sumut untuk bisa IPO," katanya.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyebutkan sebagai gubernur yang baru menjabat dan kurang paham ekonomi, dia mempercayakan kepada Wakil Gubernur Sumut untuk menangani soal pengisian Direktur Utama Bank Sumut yang lagi kosong.

"Yang pasti saya menginginkan Bank Sumut semakin bertumbuh baik dengan cara terbaik agar masyarakat juga merasakan manfaat Bank Sumut," ujarnya.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeksah pada sesi tanya jawab di acara itu mengaku tertarik dengan usulan IPO Bank Sumut.

"Kami akan pelajari lagi dan akan meminta bantuan untuk proses IPO Bank Sumut.Kalau bisa dua tahun ke depan Bank Sumut sudah IPO," katanya.

Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu, wacana IPO Bank Sumut sudah ada sejak 2012, tetapi belum juga terwujud "Jadi sebagai salah satu pemegang saham, Pemkab Tapanuli Selatan berharap OJK bisa memperjelas hambatan dan bisa membantu proses IPO Bank Sumut," katanya.

Syahrul juga berharap pemkab/pemkot pemegang saham lainnya juga komitmen dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumut.

Rizal Fahlevi Hasibuan menyebutkan acara Sharing Session Economic Outlook 2019 merupakan gagasan dari pemegang saham Bank Sumut, yang bertujuan agar pemegang saham dan termasuk nasabah bisa mendapat gambaran perekonomian di 2019.

Dengan mendapat gambaran ramalan/analisa apa yang terjadi di 2019 diharapkan nasabah dan pemegang saham dapat mengambil kebijakan bisnisnya.

"Bank Sumut sendiri terus berbenah diri agar semakin maju sehingga bisa memberi manfaat besar juga pada masyarakat Sumut," katanya. (ant/gor)  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com