Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
e-money. Foto ilustrasi: IST

e-money. Foto ilustrasi: IST

Semester I, Volume Transaksi e-Money Mandiri Tumbuh 13%

Selasa, 23 Juli 2019 | 08:11 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga paruh pertama tahun ini mencatat volume transaksi kartu uang elektronik (e-money) mencapai Rp 8 triliun, tumbuh 13% secara tahunan (year on year/yoy). Sejak awal tahun sampai dengan Juni 2019 perseroan juga mencatat jumlah transaksi sebanyak 560 juta transaksi.

Senior Vice President (SVP) Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, e-Money Bank Mandiri menunjukan perkembangan yang tetap terjaga. Hal tersebut merupakan suatu indikator bahwa penggunaan e-money semakin meluas di masyarakat.

"Pada semester I ini jumlah transaksinya lebih dari 560 juta transaksi, volume transaksi Rp 8 triliun meningkat 13% dari semester I-2018 lalu. (volume transaksi) dari transportasi masih 80%, sisanya lain-lain seperti belanja di convenience store," kata Thomas ketika dihubungi Investor Daily, Jumat (19/7).

Adapun hingga saat ini, jumlah kartu e-Money Bank Mandiri yang beredar sebanyak 18,2 juta kartu, meningkat 22,4% (yoy). Pihaknya menargetkan sampai dengan akhir tahun ini volume transaksi e-Money dapat mencapai Rp 15-16 triliun. "Tahun lalu sekitar Rp 12 triliun, target tahun ini (volume transaksi) Rp 15-16 triliun, jadi sekitar 25-30% (yoy)," ungkap dia.

Dia menjelaskan, Bank Mandiri juga sudah memperluas channel penggunaan e-Money baik untuk penerimaan pembayaran dan isi ulang (top up) e-Money. Dengan demikian, jumlahnya semakin banyak dan beragam seperti pembayaran di jalan tol, kereta Commuter Line, MRT jakarta, ASDP, pembayaran parkir, retail merchant, bookstore, hingga e-commerce.

"Pada tahun ini kami lebih memperdalam penerapan strategi perluasan channel baik untuk penjualan kartu, akseptansi, dan top up saldo," kata Thomas.

Sebagai contoh, tidak hanya memperluas dan memperdalam kerjasama dengan offline partner, tapi perseroan juga agresif dan fokus berkolaborasi dengan banyak online partner seperti merchant e-commerce atau marketplace terkait penjualan kartu dan layanan top up dimana banyak sekali kolaborasi yang kami lakukan dalam bentuk program promosi bagi para pengguna.

"Selain itu, untuk mendukung program pemerintah terkait cashless society, kami juga mulai bergerak untuk bisa berkontribusi dalam menciptakan cashless society di daerah-daerah wisata di Indonesia," tambah Thomas.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN