Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

Dukung Digitalisasi UKM, World Logistics Council Gandeng Kadin, Kresna & Bukalapak

Kamis, 25 Juli 2019 | 15:30 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Jakarta, investor.id – Empat institusi melakukan penandatanganan kerja sama dalam mendukung implementasi digitalisasi para pelaku Usaha Kecil & Menengah (UKM) dan mitra dagang mereka secara global melalui Platform Ekonomi Digital yang inovatif.

Kresna Group melalui unit asuransinya PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (ASMI), PT Bukalapak, Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, dan World Logistics Council, sepakat meresmikan kerjasama tersebut dengan menggelar MoU di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (25/7/2019).

Acara ini disaksikan para pejabat tinggi dari beberapa kementerian dan Bank Indonesia serta para pemimpin bisnis dan asosiasi industri.

Semua pihak tadi dinilai menyadari pentingnya peran Digital Platform untuk mendorong para pelaku usaha di Indonesia dan mitra dagang mereka agar lebih kompetitif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di abad ke-21.

Para penandatangan Nota Kesepahaman menyatakan keinginan mereka untuk mendukung tujuan transformasi ekonomi digital Indonesia dengan memanfaatkan teknologi canggih guna menciptakan perdagangan baru senilai US$ 156 miliar dan menghasilkan 11 juta lapangan pekerjaan di Indonesia.

Platform ini akan diluncurkan melalui program Asia Benchmark Trade Lane (BTL), sebuah program pengembangan ekonomi nyata yang akan mencapai tingkat efisiensi dan kemakmuran ekonomi, terutama bagi segmen UKM.

Berbagai inovasi unik teknologi platform ini akan diluncurkan oleh konsorsium terbesar, termasuk 70 perusahaan teknologi, commerce, finansial dan asuransi terkemuka dunia dengan pendapatan hampir mendekati US$ 1,2 triliun dan 5 juta tenaga kerja.
 
Captain Salloum, Chairman World Logistics Council, Platform Ekonomi Digital ini memberikan ribuan aplikasi bisnis gratis yang mendigitalisasi value chain global dari pasar B2B sebesar US$ 150 triliun melalui penggunaan Artificial Intelligence, Analisis Big Data, dan teknologi Block Chain.

Begitu juga integrasi point-to-world yang mulus melalui plug-in atau portal-in access untuk perusahaan besar, menengah dan kecil untuk mengakses fitur-fitur inovatif yang mengurangi risiko perdagangan, biaya, dan menciptakan akses yang lebih besar ke layanan finansial dan asuransi.

"Hal-hal tersebut akan memberdayakan dimensi e-Logistics, e-Commerce, e-Finance, dan e-Insurance ke tingkat efisiensi abad ke-21 yang sepenuhnya baru.” urai Captain Salloum.

Lebih jauh menurutnya Platform Ekonomi Digital tersebut akan mengatasi berbagai tantangan dengan inefisiensi value chains saat ini, dokumentasi berbasis kertas, security issues, dan fragmentasi vertikal dari sistem dan process silos dengan menghubungkan secara digital semua cluster industri B2B di dalam negeri dan internasional dalam value chains global.
 
Sementara Yugi Prayanto, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, menilai kolaborasi dengan World Logistics Council akan mendukung program Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan untuk mendigitalisasi supply chain perikanan Indonesia.
 
Adapun Michael Steven, Founder dari Kresna Group program ini selaras dengan salah satu upaya Kresna Group dalam meningkatkan efisiensi supply chain, khususnya di bidang kelautan dan agrikultur.

“Melalui bisnis asuransi dan digital yang kami miliki, kami akan terlibat penuh dalam membantu nelayan dan petani menjual produk mereka misalnya, serta membuka lebih banyak peluang melalui digitalisasi," urainya.
 
Lebih jauh menurutnya, dari sudut pandang asuransi, platform Ekonomi Digital ini akan memberdayakan industri asuransi dengan menyediakan rangkaian layanan e-Insurance yang komprehensif, termasuk smart contract, terintegrasi penuh dengan ekosistem e-Commerce, e-Finance, dan jasa e-Logistik. Ekosistem ini memberikan transparansi dan visibilitas bisnis real-time yang lebih besar yang mengurangi risiko penjaminan emisi, transaksi, dan pemulihan aset.
 
Sebagai catatan, Platform Ekonomi Digital bertujuan untuk meningkatkan GDP dunia sebesar 17%, menciptakan lebih dari 300 juta lapangan pekerjaan secara global dan menghasilkan industri perdagangan, keuangan, dan asuransi baru senilai US$ 5,5 triliun pada tahun 2030, lebih dari dua kali ukuran produksi minyak dan emas dunia saat ini.

Hal ini dapat tercapai dengan menyeimbangkan kembali ekonomi dunia dengan penekanan pada risiko melakukan bisnis antara negara-negara berpenghasilan Tinggi, Menengah dan Rendah melalui efisiensi dan transparansi yang lebih besar bagi semua.
 
Platform Ekonomi Digital akan diimplementasikan melalui program Asia BTL selama periode 12 bulan dimulai pada tahun 2020 melalui jalur perdagangan tertentu yang menghubungkan pelaku B2B Indonesia di dalam negeri dan dengan mitra dagang mereka secara global. Implementasi awal direncanakan untuk memasukkan Indonesia dan India.
 
BTL akan mencakup pembeli, penjual, operator, bea cukai, bank / asuransi, penyedia layanan perdagangan dan logistik, yaitu setiap orang yang berpartisipasi dalam proses pengiriman dan fasilitasi perdagangan dari rak ke rak. Setelah pengerjaan BTL selesai, para peserta akan bersama-sama mengadakan acara Showcase di seluruh wilayah untuk menyebarluaskan manfaat layanan Platform Ekonomi Digital kepada para peserta ekonomi riil, khususnya UKM.
 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN